Apakah Klamidia Bisa Sembuh ? Simak Disini !!!

Apakah Klamidia Bisa Sembuh Dengan Obat?

Apakah klamidia bisa sembuh ?, kondisi Ini ditularkan melalui hubungan seksual tanpa kondom (seks tanpa kondom) dan sangat umum terjadi pada remaja dan dewasa yang aktif secara seksual. Jika seorang wanita aktif secara seksual dan berusia di bawah usia 25 tahun, maka disarankan untuk melakukan tes klamidia setiap 1 tahun 1 kali setiap telah berhubungan seksual dengan pasangan baru atau pasangan tidak resmi.

Jika seorang pria aktif secara seksual dan di bawah usia 25 tahun, maka disarankan untuk melakukan tes klamidia dalam 1 tahun 1 kali jika tidak menggunakan kondom dengan pasangan baru atau dengan pasangan biasanya.

Usahakan selalu melakukan tes agar mengetahui saat telah terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) lainnya dan bisa diobati secepatnya tanpa menunggu dan menunda bertambah parah.

Baca juga : Kutil Kelamin Apakah Berbahaya ? Simak Berikut Ini !!!

Kenali Gejala Klamidia Pada Umumnya

Pada kebanyakan orang dengan klamidia tidak melihat gejala apapun dan tidak mengetahui saat terinfeksi. Jika infeksinya mengembangkan gejala kemungkinan mengalami:

  • Sakit saat kencing.
  • Keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina atau dari penis.
  • Pada wanita terasa nyeri di perut, pendarahan setelah berhubungan seksual dan pendarahan di antara periode.

Jika merasa berisiko terkena infeksi menular seksual (IMS) atau terinfeksi gejala klamidia, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan menyarankan beberapa tes untuk didiagnosis. Klamidia adalah infeksi bakteri. Bakteri biasanya menyebar atau menular melalui hubungan seksual atau kontak dengan cairan kelamin yang terinfeksi (air mani atau cairan vagina). Seseorang bisa terinfeksi klamidia melalui:

  • Berbagi mainan seks (seks toys) yang tidak dicuci atau tidak ditutup dengan kondom yang baru setiap kali digunakan.
  • Alat kelamin bersentuhan dengan alat kelamin pasangan seksual, ini berarti bisa terinfeksi klamidia dari seseorang bahkan jika tidak ada penetrasi, orgasme atau ejakulasi.

Hal ini juga dapat ditularkan oleh wanita hamil untuk bayinya. Klamidia tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa, seperti berciuman dan berpelukan atau dari mandi bersama, handuk, kolam renang, dudukan toilet atau peralatan makan bersama. Oleh karena itu tidak perlu takut untuk tertular klamidia selain dari berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi.

Tes Dan Diagnosis Untuk Klamidia

Apakah klamidia bisa sembuh? Tes untuk klamidia dilakukan dengan tes urine atau tes usap.Seseorang tidak selalu memerlukan pemeriksaan fisik oleh dokter.Siapa pun bisa melakukan tes klamidia dengan dokter.

Seorang wanita di bawah usia 25 tahun, kemungkinan disarankan untuk melakukan tes klamidia. Pada seorang wanita yang aktif secara seksual dan berusia di bawah usia 25 tahun, biasanya disarankan untuk melakukan tes klamidia dalam 1 tahun 1 kali dan ketika berhubungan seksual dengan pasangan baru atau dengan pasangan tidak resmi.

Pada seorang pria yang aktif secara seksual dan di bawah usia 25 tahun, biasanya disarankan untuk melakukan tes klamidia dalam 1 tahun 1 kali jika tidak menggunakan kondom dengan pasangan baru atau dengan pasangan biasanya.

Apakah Klamidia Bisa Sembuh Dengan Pengobatan?

Dengan pengobatan, apakah klamidia bisa sembuh? Klamidia biasanya dapat diobati dengan mudah dengan pengobatan antibiotik. Usahakan tidak boleh berhubungan seksual (termasuk seks oral) terlebih dahulu hingga menyelesaikan pengobatan.

Dan harus menunggu 7 hari setelah pengobatan sebelum berhubungan seksual lagi (termasuk seks oral). Sangat penting bahwa pasangan seksual yang saat ini dan pasangan seksual yang lain yang baru saja dimiliki juga harus di tes dan diobati untuk membantu menghentikan penyebaran infeksi.

Di bawah usia 25 tahun yang menderita klamidia harus melakukan tes lain dalam 3 bulan hingga 6 bulan setelah diobati. Ini karena seseorang yang dites positif klamidia berisiko lebih tinggi untuk tertular lagi. Dokter menyarankan pasangan seksual setiap orang juga melakukan tes dan pengobatan juga.

Seseorang paling berisiko jika memiliki pasangan seksual baru atau tidak menggunakan metode kontrasepsi penghalang, seperti kondom saat berhubungan seksual. Seseorang dapat membantu mencegah penularan klamidia dengan:

  • Menggunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks vaginal atau seks anal.
  • Menggunakan kondom untuk menutupi penis saat melakukan seks oral.
  • Menggunakan pengaman (sepotong tipis, plastik lembut atau lateks) untuk menutupi alat kelamin wanita selama seks oral atau saat menggosok alat kelamin wanita bersama-sama.
  • Tidak berbagi mainan seks (seks toys). Jika berbagi mainan seks (seks toys) maka cuci atau tutup dengan kondom baru di antara setiap orang yang menggunakannya.

Pengobatan klamidia sangat penting untuk dilakukan sesegera mungkin. Agar penyakitnya tidak menyebar ke organ lain dan bisa ditangani secepatnya sebelum kondisinya bertambah semakin parah. Jika kondisi nya bertambah semakin parah, pengobatan akan lebih sulit untuk dilakukan, karena sudah menimbulkan banyak komplikasi dan efek samping yang ditimbulkan.

Pengobatan klamidia dilakukan secara langsung oleh dokter ahli. Sebelum melakukan pengobatan biasanya dokter akan menyarankan beberapa tes untuk mengetahui tingkat keparahan kondisinya.

Segera konsultasikan di Klinik Apollo

Melakukan pemeriksaan di Klinik Apollo akan ditangani secara langsung oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya. Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia.

Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0815-1466-6512.

Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.