Klinik Apollo – Bau ketiak yang menyengat tidak selalu berarti seseorang kurang menjaga kebersihan.

Makanan yang di konsumsi sehari-hari juga dapat memengaruhi aroma tubuh, terutama makanan tertentu yang mengandung senyawa sulfur atau dapat meningkatkan produksi keringat.

Secara medis, bau badan atau bromhidrosis terjadi ketika komponen keringat berinteraksi dengan bakteri dan mikroorganisme di permukaan kulit.

Area ketiak menjadi salah satu lokasi yang rentan karena memiliki banyak kelenjar apokrin. Namun, perlu di pahami bahwa tidak semua orang akan mengalami perubahan bau setelah mengonsumsi makanan tertentu. Respons tubuh setiap orang berbeda.

Apakah Makanan Bisa Menyebabkan Bau Ketiak?

Ya, makanan tertentu dapat memperkuat bau badan pada sebagian orang. Mekanismenya tidak selalu karena makanan tersebut secara langsung menghasilkan bau ketiak.

Beberapa makanan mengandung senyawa volatil yang dapat di keluarkan melalui napas atau keringat. Sementara itu, makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan produksi keringat.

Semakin banyak keringat di area ketiak, semakin besar kesempatan komponen keringat berinteraksi dengan bakteri kulit dan menghasilkan aroma yang lebih kuat.

Karena itu, apabila Anda merasa ketiak bau setelah makan makanan tertentu, cobalah mengamati pola tersebut sebelum langsung menghilangkan seluruh kelompok makanan dari menu.

10 Makanan yang Menyebabkan Bau Ketiak

Berikut beberapa makanan dan minuman yang dapat memperkuat aroma tubuh atau memicu keringat pada sebagian orang.

1. Bawang Putih

Dengan pemikiran ini bawang putih termasuk makanan yang sering di kaitkan dengan perubahan aroma tubuh.

Kandungan senyawa sulfur di dalamnya dapat menghasilkan aroma khas yang kuat.

Selain tercium dari napas, sebagian senyawa volatil dari makanan juga dapat berkontribusi terhadap perubahan aroma tubuh.

Tips: Tidak perlu selalu menghindari bawang putih. Jika Anda merasa bau badan semakin kuat setelah mengonsumsinya, cobalah mengurangi porsinya dan perhatikan perubahan aroma tubuh.

2. Bawang Merah

Bawang merah juga mengandung senyawa sulfur yang dapat memengaruhi aroma tubuh.

Pada orang yang sensitif terhadap makanan beraroma kuat, konsumsi bawang dalam jumlah banyak dapat membuat aroma tubuh terasa lebih tajam.

Karena itu, jika Anda sedang mencari penyebab bau ketiak, perhatikan apakah keluhan muncul setelah mengonsumsi makanan yang banyak menggunakan bawang.

3. Makanan Pedas

Makanan pedas tidak selalu menyebabkan bau ketiak secara langsung.

Namun, makanan pedas dapat membuat tubuh terasa lebih panas dan meningkatkan produksi keringat pada sebagian orang.

Ketika keringat lebih banyak keluar dari ketiak, bakteri kulit memiliki lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan komponen keringat sehingga aroma dapat menjadi lebih kuat.

Contohnya meliputi:

  • Cabai.
  • Sambal.
  • Saus pedas.
  • Makanan dengan banyak lada.
  • Masakan pedas berbumbu kuat.

4. Rempah-Rempah Beraroma Kuat

Beberapa rempah seperti kari, jintan (cumin), dan fenugreek mengandung senyawa volatil yang dapat memengaruhi aroma tubuh.

Senyawa tersebut dapat tertinggal pada napas, kulit, pakaian, atau keluar melalui keringat.

Jika Anda sering mengonsumsi makanan berbumbu kuat dan mengalami bau badan yang sulit hilang, coba kurangi konsumsinya sementara untuk melihat apakah keluhan membaik.

5. Daging Merah

Daging merah juga termasuk makanan yang dapat memengaruhi aroma tubuh pada sebagian orang.

Menurut Cleveland Clinic, proses pencernaan dan metabolisme daging dapat menghasilkan komponen yang kemudian berinteraksi dengan bakteri kulit sehingga aroma keringat dapat menjadi lebih kuat.

Namun, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi daging merah.

Perhatikan jumlah dan frekuensi konsumsinya serta respons tubuh Anda.

6. Brokoli

Brokoli sebenarnya merupakan makanan yang kaya nutrisi dan tetap memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Namun, brokoli termasuk kelompok sayuran cruciferous yang mengandung senyawa sulfur.

Pada sebagian orang, senyawa tersebut dapat berkontribusi terhadap aroma tubuh tertentu.

Jadi, brokoli bukan makanan yang harus di hindari, tetapi porsinya dapat di sesuaikan apabila Anda merasa makanan tersebut memperkuat bau badan.

7. Kubis

Seperti yang sudah dijelaskan kubis juga termasuk sayuran cruciferous yang mengandung senyawa sulfur.

Ketika tubuh memproses senyawa tersebut, sebagian produk metabolisme dapat berkontribusi terhadap aroma yang di keluarkan tubuh.

Jika Anda sedang mencari makanan penyebab bau badan, kelompok sayuran ini layak di perhatikan, terutama jika Anda menemukan hubungan yang konsisten antara konsumsinya dan perubahan aroma tubuh.

8. Kembang Kol

Sama seperti brokoli dan kubis, kembang kol mengandung senyawa sulfur.

Cleveland Clinic memasukkan kembang kol ke dalam kelompok makanan yang dapat memengaruhi bau tubuh karena senyawa sulfur yang di kandungnya.

Namun, karena kembang kol tetap merupakan sumber nutrisi yang baik, Anda tidak perlu menghindarinya tanpa alasan.

Batasi jika memang terbukti menjadi pemicu pribadi.

9. Asparagus

Asparagus terkenal dapat mengubah aroma urine setelah di konsumsi.

Hal tersebut berkaitan dengan metabolisme asparagusic acid menjadi senyawa yang mengandung sulfur.

Efeknya juga berbeda pada setiap orang.

Bahkan, sebagian orang tidak dapat mendeteksi perubahan aroma tersebut karena perbedaan kemampuan penciuman atau faktor genetik.

Karena itu, asparagus tidak otomatis menjadi penyebab bau ketiak pada semua orang.

10. Alkohol

Alkohol dapat memengaruhi aroma napas dan tubuh. Alkohol di metabolisme menjadi asetat dan produk lainnya, sementara konsumsi alkohol juga dapat berhubungan dengan peningkatan keringat pada sebagian orang.

Kondisi tersebut dapat membuat aroma tubuh terasa lebih kuat.

Jika Anda mengalami bau ketiak setelah konsumsi alkohol, mengurangi atau menghindarinya dapat menjadi salah satu langkah yang dapat di coba.

Makanan Apa yang Sebaiknya Dibatasi Jika Ketiak Bau?

Tidak semua makanan di atas harus di hindari.

Sebaliknya, Anda dapat melakukan eliminasi sederhana untuk menemukan pemicu pribadi.

Misalnya:

  • Catat makanan yang di konsumsi setiap hari.
  • Perhatikan kapan bau ketiak menjadi lebih kuat.
  • Identifikasi makanan atau minuman yang di konsumsi sebelum keluhan muncul.
  • Kurangi makanan tersebut selama beberapa hari atau minggu.
  • Amati apakah aroma tubuh mengalami perubahan.

Pendekatan ini lebih masuk akal daripada menghindari banyak jenis makanan sekaligus.

American Academy of Dermatology juga menyarankan membuat catatan pemicu keringat (sweat journal) untuk mengetahui makanan atau kondisi yang menyebabkan seseorang lebih banyak berkeringat.

Kenapa Ketiak Bau Padahal Sudah Mandi?

Makanan bukan satu-satunya penyebab.

Secara medis, keringat sebenarnya tidak selalu berbau.

Bau muncul ketika komponen keringat, terutama dari kelenjar apokrin, berinteraksi dengan bakteri di permukaan kulit.

Kelenjar apokrin banyak di temukan di area ketiak dan selangkangan.

Karena itu, bau ketiak dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Keringat berlebih atau hyperhidrosis.
  • Bakteri di permukaan kulit.
  • Cuaca panas.
  • Aktivitas fisik.
  • Stres.
  • Perubahan hormon.
  • Pakaian yang lembap.
  • Rambut ketiak.
  • Makanan tertentu.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Kondisi medis tertentu.

Cara Mengurangi Bau Ketiak

Selain memperhatikan makanan, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengendalikan bau ketiak.

1. Bersihkan Ketiak Secara Teratur

Mandi dan membersihkan area ketiak dapat membantu mengurangi keringat, minyak, serta mikroorganisme yang berperan dalam pembentukan bau.

Setelah mandi, keringkan ketiak dengan baik agar tidak terus berada dalam kondisi lembap.

2. Gunakan Antiperspiran Jika Banyak Berkeringat

Jangan menyamakan deodoran dan antiperspiran.

Deodoran terutama membantu mengendalikan atau menyamarkan bau, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.

Jika ketiak sangat mudah basah, antiperspiran dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

3. Ganti Pakaian Setelah Berkeringat

Pakaian yang lembap dapat mempertahankan keringat dan bau.

Karena itu, segera ganti pakaian setelah berolahraga atau berkeringat banyak.

Pilih pakaian yang nyaman dan memungkinkan sirkulasi udara lebih baik.

4. Perhatikan Pemicu Pribadi

Tidak semua orang memiliki pemicu yang sama.

Karena itu, jangan langsung menganggap bahwa 1 makanan pasti menyebabkan bau ketiak.

Catat makanan, aktivitas, kondisi cuaca, tingkat stres, dan perubahan aroma tubuh untuk menemukan pola.

5. Kelola Stres

Stres dapat memicu keringat, terutama pada area yang memiliki kelenjar apokrin.

Jika keringat meningkat, bau tubuh juga dapat menjadi lebih mudah muncul.

Kapan Bau Ketiak Perlu Diperiksakan ke Dokter Ahli?

Bau ketiak umumnya bukan kondisi berbahaya.

Konsultasikan dengan dokter ahli jika:

  • Bau ketiak tetap kuat meskipun sudah menjaga kebersihan.
  • Ketiak berkeringat sangat banyak.
  • Keringat sampai mengganggu pekerjaan atau aktivitas sosial.
  • Bau badan tiba-tiba berubah.
  • Anda sering mengalami keringat malam tanpa penyebab yang jelas.
  • Kulit ketiak mengalami kemerahan, nyeri, bengkak, luka, atau keluar cairan.
  • Keluhan terus berulang (kambuh) meskipun sudah mencoba berbagai cara.

Terutamanya kondisi seperti hiperhidrosis atau bromhidrosis dapat membutuhkan evaluasi medis.

Selain itu, perubahan bau tubuh tertentu terkadang dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan lain, sehingga dokter ahli mungkin melakukan pemeriksaan tambahan berdasarkan gejala yang menyertai.

Penanganan Bau Ketiak di Klinik Apollo Jakarta

Jika bau ketiak tidak kunjung hilang, pemeriksaan medis dapat membantu mencari faktor yang mendasarinya.

Dokter ahli dapat mengevaluasi pola keringat, kondisi kulit, kebiasaan sehari-hari, makanan, obat-obatan, serta gejala lain yang menyertai.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan untuk membantu mengevaluasi berbagai keluhan kesehatan.

Dengan pemeriksaan yang tepat, penanganan dapat di sesuaikan dengan penyebab yang di temukan, bukan sekadar menutupi bau menggunakan pewangi atau deodoran.

Kesimpulan

Makanan yang menyebabkan bau ketiak pada sebagian orang antara lain bawang putih, bawang merah, makanan pedas, rempah beraroma kuat, daging merah, brokoli, kubis, kembang kol, asparagus, dan alkohol.

Makanan tersebut dapat memengaruhi aroma tubuh melalui senyawa volatil atau dengan meningkatkan produksi keringat. Meski demikian, makanan bukan satu-satunya penyebab. Kebersihan kulit, bakteri, keringat berlebih, hormon, stres, pakaian, obat-obatan, dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat berperan.

Jika bau ketiak terus berulang, semakin menyengat, atau di sertai keringat berlebihan maupun perubahan pada kulit, jangan hanya menutupinya dengan parfum atau deodoran.

Konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo Jakarta agar penyebabnya dapat di evaluasi dan Anda memperoleh penanganan yang sesuai, sehingga bau lebih terkontrol, aktivitas sehari-hari lebih nyaman, dan rasa percaya diri (PD) dapat meningkat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.