Klinik Apollo – Bau ketiak dapat mengganggu kenyamanan dan menurunkan rasa percaya diri (PD), terutama ketika muncul saat bekerja, beraktivitas, atau berada di tempat umum.

Namun, sebenarnya bau ketiak bukan semata-mata karena keringat. Keringat pada dasarnya tidak berbau.

Aroma muncul ketika keringat, terutama dari kelenjar apokrin, berinteraksi dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Kondisi ini di kenal secara medis sebagai bromhidrosis. Kabar baiknya, ada beberapa cara agar tidak bau ketiak yang dapat di coba di rumah. Berikut penjelasannya.

Apa Penyebab Bau Ketiak?

Sebelum mengetahui cara menghilangkannya, penting memahami penyebabnya terlebih dahulu.

Area ketiak memiliki kelenjar apokrin yang menghasilkan cairan keringat lebih kaya protein dan lipid.

Cairan tersebut kemudian di uraikan oleh mikroorganisme di kulit sehingga menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau.

Selain kebersihan, beberapa faktor juga dapat memperkuat bau badan, seperti:

  • Keringat berlebih atau hyperhidrosis.
  • Cuaca panas.
  • Aktivitas fisik.
  • Stres.
  • Perubahan hormon.
  • Makanan tertentu, seperti bawang, makanan pedas, dan makanan tinggi sulfur.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Faktor genetik.
  • Kondisi medis tertentu.

Perubahan bau badan yang tiba-tiba juga perlu di perhatikan karena pada kasus tertentu dapat berkaitan dengan kondisi seperti diabetes (kencing manis), gangguan tiroid, penyakit hati, atau penyakit ginjal.

7 Cara Agar Tidak Bau Ketiak

Berikut cara agar tidak bau ketiak:

1. Bersihkan Ketiak Secara Rutin

Cara pertama dan paling sederhana adalah menjaga kebersihan area ketiak.

Cuci ketiak menggunakan sabun, terutama setelah berkeringat atau melakukan aktivitas fisik.

Setelah itu, keringkan dengan baik sebelum mengenakan pakaian.

Membersihkan kulit membantu mengurangi keringat, minyak, dan mikroorganisme yang dapat berkontribusi terhadap munculnya bau badan.

NHS juga menyarankan mencuci area seperti ketiak secara rutin dan mengeringkannya dengan menyeluruh.

Namun, hindari menggosok ketiak terlalu keras karena dapat menyebabkan iritasi.

2. Gunakan Antiperspiran, Bukan Hanya Deodoran

Banyak orang menganggap deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi yang sama.

Padahal, keduanya berbeda.

Deodoran terutama membantu mengurangi atau menutupi bau.

Sementara itu, antiperspiran di rancang untuk mengurangi produksi keringat pada area yang di aplikasikan.

Bahan aktif antiperspiran dapat berupa senyawa aluminium.

Jika masalah utama Anda adalah ketiak mudah berkeringat sekaligus berbau, antiperspiran dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Untuk hasil yang lebih optimal, beberapa antiperspiran di gunakan pada kulit ketiak yang benar-benar kering sebelum tidur, sesuai petunjuk produk.

3. Pastikan Ketiak Tetap Kering

Kelembapan membuat lingkungan kulit menjadi lebih mendukung interaksi antara keringat dan mikroorganisme.

Karena itu, setelah mandi atau berkeringat, keringkan ketiak dengan benar.

Jika pakaian sudah basah oleh keringat, segera ganti dengan pakaian yang bersih dan kering.

Bagi orang yang mengalami keringat berlebih, menjaga area tetap kering juga dapat membantu mengurangi bau dan risiko iritasi kulit.

4. Kenakan Pakaian yang Menyerap Keringat

Pemilihan pakaian juga berpengaruh terhadap bau badan.

Pilih pakaian yang:

  • Tidak terlalu ketat.
  • Memiliki sirkulasi udara baik.
  • Menyerap atau membantu menguapkan kelembapan.
  • Segera di ganti jika sudah basah oleh keringat.

Bahan seperti katun dapat membantu meningkatkan kenyamanan karena lebih memungkinkan kulit mendapatkan sirkulasi udara.

NHS juga menyarankan penggunaan bahan alami dan menghindari pakaian yang terlalu ketat.

Selain itu, cuci pakaian secara rutin, terutama pakaian yang bersentuhan langsung dengan ketiak.

5. Perhatikan Makanan yang Memicu Bau Badan

Makanan tidak selalu menjadi penyebab utama bau ketiak.

Namun, pada sebagian orang, makanan tertentu dapat membuat aroma tubuh menjadi lebih kuat.

Beberapa yang perlu di perhatikan antara lain:

  • Bawang putih.
  • Bawang bombai.
  • Makanan sangat pedas.
  • Makanan tertentu yang tinggi sulfur.
  • Alkohol berlebihan.
  • Minuman berkafein pada sebagian orang.

Cobalah memperhatikan apakah bau ketiak menjadi lebih kuat setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

Jika iya, kurangi pemicunya dan lihat apakah kondisi membaik.

6. Kelola Stres dan Keringat Berlebih

Stres bukan hanya memengaruhi kondisi psikologis.

Dalam situasi tertentu, stres juga dapat meningkatkan aktivitas kelenjar keringat sehingga bau badan menjadi lebih mudah muncul.

Jika Anda sering mengalami ketiak basah meskipun tidak sedang berolahraga atau berada di tempat panas, kondisi tersebut dapat mengarah pada hiperhidrosis.

American Academy of Dermatology Association (AAD) menjelaskan bahwa hiperhidrosis dapat menyebabkan keringat berlebihan pada area seperti ketiak, telapak tangan, kaki, atau kepala.

Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan bau badan ketika keringat bercampur dengan bakteri dan ragi di kulit.

Membuat catatan mengenai kapan keringat berlebih muncul juga dapat membantu menemukan pemicunya, misalnya panas, stres, makanan pedas, atau kafein.

7. Periksa ke Dokter Jika Bau Ketiak Tidak Kunjung Hilang

Jika berbagai cara agar tidak bau ketiak sudah di lakukan tetapi masalah tetap berulang, jangan hanya mengganti produk deodoran berkali-kali.

Dokter ahli dapat membantu menentukan apakah bau berasal dari bromhidrosis, hiperhidrosis, masalah kulit, infeksi, atau kondisi medis lainnya.

Anda sebaiknya berkonsultasi apabila:

  • Bau ketiak tetap kuat meskipun sudah menjaga kebersihan.
  • Keringat sangat berlebihan.
  • Keringat muncul ketika tidur.
  • Bau badan berubah secara tiba-tiba.
  • Muncul benjolan, kemerahan, luka, nyeri, atau cairan pada ketiak.
  • Bau badan mengganggu aktivitas atau kepercayaan diri.
  • Keringat berlebih sudah mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

NHS juga menyarankan pemeriksaan medis jika bau badan tidak membaik setelah perawatan mandiri, memengaruhi kepercayaan diri, atau di sertai perubahan pola bau maupun peningkatan keringat secara tiba-tiba.

Apakah Mencukur Bulu Ketiak Bisa Mengurangi Bau?

Mencukur atau merapikan bulu ketiak dapat membantu sebagian orang, terutama karena rambut dapat mempertahankan kelembapan dan membuat keringat lebih lama bersentuhan dengan bakteri di kulit.

Namun, mencukur bulu ketiak bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi bau badan.

Tetap prioritaskan kebersihan kulit dan penggunaan produk antiperspiran yang sesuai.

Hindari mencukur terlalu agresif karena luka kecil atau iritasi dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap deodoran maupun antiperspiran.

Apakah Bau Ketiak Bisa Menjadi Tanda Penyakit?

Bisa, meskipun tidak selalu.

Bau ketiak paling sering berkaitan dengan interaksi keringat dan mikroorganisme kulit.

Namun, perubahan bau badan yang mendadak dan menetap, terutama jika di sertai gejala lain, perlu mendapatkan perhatian.

Misalnya, Cleveland Clinic mencatat bahwa perubahan aroma tubuh tertentu dapat berkaitan dengan kondisi seperti diabetes (kencing manis), penyakit hati, penyakit ginjal, atau gangguan hormon.

Karena itu, jangan langsung menganggap semua bau badan sebagai masalah kebersihan.

Penanganan Bau Ketiak di Klinik Apollo Jakarta

Jika bau ketiak terus muncul meskipun sudah melakukan perawatan mandiri, pemeriksaan medis dapat membantu mencari penyebabnya.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan medis untuk berbagai keluhan kesehatan.

Klinik ini juga menyediakan layanan andrologi, ginekologi, serta penyakit kulit dan kelamin, dengan pemeriksaan yang dapat di sesuaikan berdasarkan keluhan pasien.

Untuk keluhan yang membutuhkan evaluasi dokter ahli, pasien dapat memperoleh manfaat berupa:

  • Evaluasi kondisi berdasarkan keluhan dan pemeriksaan medis.
  • Membantu menentukan penyebab keluhan.
  • Mendapatkan rekomendasi penanganan yang sesuai kondisi.
  • Mendapatkan edukasi mengenai perawatan dan pencegahan kekambuhan.
  • Konsultasi dengan tenaga medis secara lebih privat.

Kesimpulan

Cara agar tidak bau ketiak dapat di mulai dengan menjaga kebersihan, memastikan ketiak tetap kering, menggunakan antiperspiran yang sesuai, memilih pakaian yang nyaman, memperhatikan makanan pemicu, serta mengelola keringat berlebih.

Namun, apabila bau tetap kuat atau muncul perubahan yang tidak biasa, jangan hanya mengandalkan deodoran.

Jika bau ketiak atau keringat berlebih terus mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri, segera konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta agar penyebabnya dapat di evaluasi dan Anda memperoleh penanganan medis yang sesuai, edukasi perawatan, serta layanan konsultasi yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.