Klinik Apollo – Kenali gejala gonore pada pria berikut tanda dan cirinya. Gonore adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Penyakit ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh, seperti saluran kemih, alat kelamin, rektum, hingga tenggorokan.

Pada pria, gonore sering kali menyerang uretra atau saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

Gonore merupakan penyakit yang perlu mendapatkan penanganan medis sedini mungkin. Jika di biarkan tanpa pengobatan, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Menurut World Health Organization, gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang di sebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. WHO menyebutkan bahwa gonore dapat menginfeksi saluran reproduksi, rektum, dan tenggorokan, serta sering kali tidak menimbulkan gejala pada sebagian penderita.

Jika tidak di tangani dengan tepat, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk gangguan kesuburan dan peningkatan risiko penularan infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Oleh karena itu, WHO menekankan pentingnya deteksi dini, praktik hubungan seksual yang aman, serta pemeriksaan dan pengobatan yang tepat untuk mencegah penyebaran infeksi dan komplikasi jangka panjang.

Gejala Gonore pada Pria

Gejala gonore pada pria biasanya muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah terpapar bakteri penyebab infeksi.

Namun, beberapa pria mungkin tidak mengalami gejala apa pun pada tahap awal.

Berikut adalah beberapa gejala gonore pada pria yang perlu di waspadai:

1. Keluar Cairan dari Penis

Salah satu tanda paling umum gonore adalah keluarnya cairan yang tidak normal (abnormal) dari penis.

Cairan ini dapat berwarna putih, kuning, atau hijau dan sering kali terlihat seperti nanah.

2. Nyeri atau Sensasi Terbakar Saat Kencing

Pria yang mengalami gonore sering mengeluhkan rasa perih, panas, atau terbakar saat kencing.

Gejala ini terjadi akibat peradangan pada saluran kemih.

3. Frekuensi Kencing Meningkat

Infeksi dapat menyebabkan dorongan untuk kencing lebih sering di bandingkan biasanya, meskipun jumlah urine yang keluar sedikit.

4. Kemerahan pada Ujung Penis

Peradangan akibat infeksi dapat menyebabkan ujung penis tampak berwarna merah, bengkak, atau terasa lebih sensitif.

5. Nyeri dan Pembengkakan pada Testis

Dalam beberapa kasus, gonore dapat menyebar ke epididimis, yaitu saluran yang menyimpan dan membawa sperma.

Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada salah satu atau kedua testis.

6. Gatal atau Ketidaknyamanan pada Area Kelamin

Sebagian penderita mengalami rasa gatal, iritasi, atau ketidaknyamanan di sekitar area genital.

Baca juga: Pengobatan Gonore pada Pria agar Cepat Sembuh & Tak Kambuh

Gejala Gonore pada Bagian Tubuh Lain

Contohnya selain alat kelamin, gonore juga dapat menyerang area tubuh lainnya, seperti:

1. Gonore pada Tenggorokan

  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan menelan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Gonore pada Rektum

  • Gatal di area anus.
  • Keluar cairan dari anus.
  • Nyeri saat buang air besar (BAB).
  • Perdarahan ringan.

3. Gonore pada Mata

  • Mata berwarna merah.
  • Nyeri pada mata.
  • Keluar cairan seperti nanah.

Apakah Gonore Selalu Menimbulkan Gejala?

Tidak. Sebagian pria yang terinfeksi gonore tidak mengalami gejala apa pun. Kondisi ini disebut gonore tanpa gejala (asimtomatik).

Meskipun tidak menimbulkan keluhan, penderita tetap dapat menularkan infeksi kepada pasangan seksual.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin sangat dianjurkan bagi individu yang memiliki faktor risiko tinggi.

Tahapan Gejala Gonore pada Pria

1. Gejala Gonore Stadium Awal

Pada fase awal, tanda-tanda yang sering muncul meliputi:

  • Gatal pada uretra
  • Perih saat buang air kecil
  • Ketidaknyamanan pada penis

2. Gejala Gonore Stadium Lanjut

Jika tidak segera diobati, gejala dapat berkembang menjadi:

  • Keluar nanah lebih banyak
  • Pembengkakan testis
  • Nyeri panggul
  • Demam
  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain

Baca juga: Sifilis pada Pria: Kenali Tanda dan Cara Mengobatinya

Perbedaan Gejala Gonore dan Infeksi Saluran Kemih

Banyak pria mengira gonore hanyalah infeksi saluran kemih biasa. Namun, ada beberapa perbedaan yang dapat membantu membedakan keduanya.

Pada gonore, keluarnya nanah dari penis merupakan gejala yang umum terjadi, sedangkan pada infeksi saluran kemih gejala ini jarang ditemukan. Nyeri saat buang air kecil dapat terjadi pada kedua kondisi tersebut.

Riwayat hubungan seksual berisiko lebih sering ditemukan pada penderita gonore, sementara pada infeksi saluran kemih hal ini tidak selalu ada. Pembengkakan testis juga dapat terjadi pada gonore, tetapi jarang terjadi pada infeksi saluran kemih.

Selain itu, gonore merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, sedangkan infeksi saluran kemih bukan penyakit yang ditularkan secara seksual.

Apabila Anda mengalami keluarnya cairan dari penis disertai nyeri saat buang air kecil, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab Gonore pada Pria

Penyebab utama gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Penularan dapat terjadi melalui:

  • Hubungan seksual tanpa pengaman (vaginal, oral, maupun anal)
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi
  • Berbagi alat bantu seksual yang tidak di bersihkan dengan benar

Perlu di ketahui bahwa gonore tidak menular melalui berjabat tangan, berbagi makanan, atau menggunakan toilet yang sama.

Faktor Risiko Terkena Gonore

Contohnya beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena gonore antara lain:

  • Memiliki lebih dari 1 pasangan seksual.
  • Tidak menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) saat berhubungan seksual.
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual (IMS).
  • Berhubungan seksual dengan pasangan seksual yang status kesehatannya tidak di ketahui.

Komplikasi Gonore yang Tidak Diobati

Jika tidak segera di tangani, gonore dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:

  • Epididimitis (peradangan epididimis).
  • Gangguan kesuburan pada pria.
  • Penyebaran infeksi ke aliran darah.
  • Peningkatan risiko tertular atau menularkan HIV.
  • Nyeri kronis pada area panggul atau testis.

Apakah Gonore Bisa Disembuhkan?

Ya. Gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan yang diresepkan dokter. Penting untuk mengikuti seluruh anjuran pengobatan dan menghindari hubungan seksual sampai dokter menyatakan infeksi telah teratasi.

Jangan melakukan pengobatan sendiri tanpa diagnosis yang tepat karena penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter Ahli?

Segera lakukan pemeriksaan apabila Anda mengalami:

  • Keluar cairan seperti nanah dari penis.
  • Nyeri saat kencing.
  • Pembengkakan atau nyeri pada testis.
  • Riwayat kontak seksual dengan pasangan seksual yang di duga memiliki IMS (infeksi menular seksual).

Seperti yang sudah dijelaskan diagnosis dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan seksual.

Baca juga: Berapa Biaya Pengobatan Gonore di Klinik Apollo?

Penanganan Gonore di Klinik Apollo

Klinik Apollo menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan untuk membantu mendeteksi gejala gonore pada pria secara lebih akurat. Dengan dukungan dokter ahli berpengalaman, pemeriksaan yang menyeluruh, serta pendekatan yang mengutamakan privasi pasien, penanganan dapat di sesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Konsultasi sejak munculnya gejala awal sangat penting untuk membantu mencegah perkembangan infeksi dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.

Gejala gonore pada pria dapat berupa keluarnya cairan dari penis, nyeri saat kencing, kemerahan pada ujung penis, hingga pembengkakan testis. Meski demikian, beberapa penderita mungkin tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika muncul tanda-tanda yang mencurigakan atau setelah melakukan aktivitas seksual berisiko. Deteksi dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan reproduksi pria.

Baca juga: Penyebab Gonore pada Pria dan Gejala yang Sering Menyertainya

Kesimpulan

Jika Anda mengalami gejala gonore pada pria, seperti keluar cairan tidak normal (abnormal) dari penis, nyeri saat kencing, atau pembengkakan pada area kelamin, segera lakukan pemeriksaan di Klinik Apollo.

Melalui konsultasi dengan dokter ahli berpengalaman, pasien akan mendapatkan evaluasi menyeluruh untuk membantu mengidentifikasi penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Dengan pemikiran ini dukungan fasilitas medis yang memadai, pendekatan yang mengutamakan privasi pasien, serta pelayanan yang profesional, Klinik Apollo siap membantu Anda mendapatkan penanganan yang tepat guna mengurangi risiko komplikasi dan menjaga kesehatan reproduksi secara optimal.

Segera hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0821-1109-9870 atau kunjungi kontak kami di website untuk informasi lebih lanjut.

FAQ Seputar Gejala Gonore pada Pria

Berapa lama gejala gonore muncul setelah tertular?

Biasanya gejala muncul dalam waktu 1–14 hari setelah terpapar bakteri penyebab gonore.

Apakah gonore selalu menyebabkan keluar nanah?

Tidak. Sebagian pria dapat mengalami gonore tanpa gejala yang jelas.

Apakah gonore bisa sembuh total?

Ya, gonore dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.

Apakah gonore bisa menyebabkan mandul?

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi pada sistem reproduksi yang berpotensi memengaruhi kesuburan.

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.