Klinik Apollo – Mengalami anyang anyangan saat haid tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keinginan kencing yang terus-menerus, tetapi urine hanya keluar sedikit dan terasa perih, sering kali membuat wanita merasa tidak nyaman selama menstruasi.
Banyak orang menganggap kondisi ini sebagai hal yang normal karena sedang haid. Padahal, dalam beberapa kasus, anyang-anyangan dapat menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih (ISK), iritasi pada area intim, hingga gangguan kesehatan reproduksi yang memerlukan penanganan medis.
Lantas, mengapa anyang anyangan bisa terjadi saat haid? Simak penjelasan lengkap berikut agar Anda dapat memahami penyebabnya sekaligus mengetahui kapan perlu memeriksakan diri ke dokter ahli.
Apa Itu Anyang Anyangan?
Anyang-anyangan merupakan istilah yang di gunakan untuk menggambarkan keluhan berupa keinginan kencing secara terus-menerus, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
Kondisi ini biasanya di sertai rasa perih, panas, atau nyeri ketika kencing.
Dalam dunia medis, keluhan tersebut sering berkaitan dengan disuria dan dapat di picu oleh berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi pada saluran kemih.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyebab tersering munculnya keluhan nyeri saat kencing, terutama pada wanita.
Mengapa Anyang Anyangan Bisa Terjadi Saat Haid?
Saat menstruasi, tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kondisi saluran kemih maupun organ reproduksi.
Selain itu, penggunaan pembalut dalam waktu lama serta kelembapan di area intim juga dapat meningkatkan risiko iritasi.
Beberapa penyebab anyang anyangan saat haid antara lain:
1. Perubahan Hormonal
Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron selama siklus menstruasi dapat memengaruhi sensitivitas kandung kemih sehingga muncul rasa ingin kencing lebih sering.
2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
ISK (infeksi saluran kemih) menjadi salah satu penyebab yang paling sering di temukan.
Bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli), dapat masuk ke saluran kemih dan menyebabkan:
- Anyang anyangan.
- Nyeri saat kencing.
- Urine keruh.
- Bau urine lebih menyengat.
- Nyeri pada bagian bawah perut.
Wanita memiliki risiko ISK (infeksi saluran kemih) lebih tinggi karena saluran uretra lebih pendek di bandingkan pria.
3. Iritasi Akibat Pembalut
Beberapa jenis pembalut mengandung pewangi atau bahan tertentu yang dapat menyebabkan iritasi kulit di sekitar area genital.
Akibatnya, muncul rasa perih yang menyerupai gejala infeksi.
4. Kurang Menjaga Kebersihan Area Intim
Saat menstruasi, darah yang bercampur dengan kelembapan dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri apabila kebersihan tidak di jaga dengan baik.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Pada sebagian kasus, anyang anyangan juga dapat di sebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah) atau klamidia, terutama jika di sertai:
- Keluar cairan abnormal (tidak normal) dari vagina.
- Nyeri saat berhubungan intim.
- Perdarahan di luar jadwal haid.
- Nyeri panggul.
Gejala Anyang Anyangan Saat Haid yang Perlu Diwaspadai
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala berikut:
- Kencing terasa perih atau panas.
- Frekuensi kencing meningkat.
- Urine keluar sedikit-sedikit.
- Nyeri pada bagian bawah perut.
- Urine berwarna keruh atau bercampur darah.
- Demam atau menggigil.
- Nyeri pada pinggang.
Apabila keluhan di sertai demam tinggi atau nyeri pinggang, kondisi tersebut dapat mengindikasikan infeksi yang telah menyebar ke ginjal sehingga membutuhkan penanganan segera.
Cara Mengatasi Anyang Anyangan Saat Haid
Penanganan bergantung pada penyebabnya.
Oleh karena itu, pemeriksaan medis sangat penting sebelum menentukan terapi.
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu:
1. Perbanyak Konsumsi Air Mineral
Asupan cairan yang cukup membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih melalui urine.
2. Jangan Menahan Kencing
Menahan urine terlalu lama dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di kandung kemih.
3. Ganti Pembalut Secara Teratur
Idealnya setiap 3 hingga 4 jam atau lebih sering apabila aliran darah menstruasi cukup banyak.
4. Jaga Kebersihan Area Intim
Bersihkan area genital dari arah depan kearah belakang untuk membantu mencegah perpindahan bakteri dari anus ke saluran kemih.
5. Hindari Produk Berpewangi
Sabun atau pembalut yang mengandung pewangi dapat memperparah iritasi pada sebagian wanita.
6. Konsultasikan ke Dokter Ahli
Jika keluhan tidak membaik dalam 1 hingga 2 hari, sering kambuh, atau di sertai gejala berat, dokter ahli mungkin akan melakukan pemeriksaan urine, kultur urine, atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk menentukan penyebab secara akurat.
Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami:
- Anyang-anyangan lebih dari 2 hari.
- Demam tinggi.
- Nyeri pinggang.
- Keluar darah dalam urine.
- Keputihan berbau menyengat.
- Nyeri hebat saat kencing.
- Keluhan sering berulang (kambuh) setiap menstruasi.
Diagnosis sejak dini membantu mencegah komplikasi, terutama apabila penyebabnya adalah infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi menular seksual (IMS).
Pencegahan Anyang Anyangan Saat Haid
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menurunkan risikonya:
- Konsumsi air mineral minimal 2 liter per hari.
- Jangan menahan kencing.
- Ganti pembalut secara rutin.
- Gunakan pakaian dalam berbahan katun.
- Hindari penggunaan sabun pembersih kewanitaan secara berlebihan.
- Terapkan pola hidup bersih dan sehat.
Pemeriksaan di Klinik Apollo Jakarta
Apabila anyang-anyangan tidak kunjung membaik atau di sertai gejala lain seperti nyeri hebat, keputihan abnormal (tidak normal), maupun keluar cairan dari area intim, pemeriksaan medis menjadi langkah terbaik untuk mengetahui penyebabnya.
Di Klinik Utama Apollo Jakarta, pasien dapat memperoleh pemeriksaan menyeluruh, mulai dari konsultasi dengan dokter ahli berpengalaman, pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi, hingga penanganan yang di sesuaikan dengan hasil diagnosis.
Seluruh proses di lakukan dengan mengutamakan privasi, kenyamanan, serta pendekatan medis yang profesional sehingga pasien dapat memperoleh terapi yang tepat sasaran.
Kesimpulan
Anyang anyangan saat haid tidak selalu merupakan kondisi yang normal. Keluhan tersebut dapat di picu oleh perubahan hormon, iritasi, infeksi saluran kemih (ISK), maupun kondisi medis lainnya yang memerlukan penanganan.
Oleh sebab itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini dan tidak mengabaikannya apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau di sertai tanda bahaya.
Jangan biarkan anyang anyangan mengganggu kenyamanan Anda selama menstruasi.
Segera konsultasikan keluhan Anda di Klinik Utama Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang akurat, penanganan yang sesuai dengan penyebabnya, serta pendampingan dari dokter ahli berpengalaman dengan layanan yang mengutamakan privasi, kenyamanan, dan hasil terapi yang optimal.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



