Klinik Apollo – Bau ketiak merupakan masalah yang cukup umum dan dapat dialami siapa saja.

Namun, ketika bau ketiak sangat menyengat, muncul terus-menerus, atau tidak membaik meskipun sudah menjaga kebersihan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih.

Secara medis, bau badan yang berlebihan dapat berkaitan dengan bromhidrosis. Kondisi ini terjadi ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit sehingga menghasilkan senyawa berbau.

Kelenjar apokrin yang banyak terdapat di area ketiak berperan penting dalam proses tersebut. Lantas, apa penyebab bau ketiak yang sebenarnya? Berikut 10 faktor yang perlu di ketahui sekaligus cara mengatasinya.

Apa Penyebab Bau Ketiak?

Keringat sebenarnya bukan satu-satunya penyebab bau ketiak.

Bau muncul terutama ketika mikroorganisme di kulit memecah komponen keringat dan menghasilkan senyawa tertentu.

Selain kebersihan, beberapa faktor lain seperti hormon, pola makan, stres, keringat berlebih, obat-obatan, hingga kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhi bau tubuh.

Berikut beberapa penyebab bau ketiak yang umum:

1. Bakteri di Permukaan Kulit

Bakteri secara alami hidup di permukaan kulit.

Ketika bakteri tersebut berinteraksi dengan keringat, terutama dari kelenjar apokrin, proses pemecahan komponen keringat dapat menghasilkan aroma yang tidak sedap.

Karena itu, kondisi ketiak yang lembap dan hangat dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang.

Cara mengatasinya: Jaga kebersihan ketiak dengan mandi secara teratur, kemudian keringkan area tersebut dengan baik sebelum mengenakan pakaian.

2. Keringat Berlebih atau Hiperhidrosis

Keringat berlebih (hiperhidrosis) dapat membuat area ketiak tetap lembap dalam waktu lama.

Kondisi tersebut kemudian dapat memperbesar peluang munculnya bau badan.

Namun, banyak berkeringat tidak selalu berarti seseorang pasti memiliki bau badan.

Bau terutama di pengaruhi interaksi antara keringat dan mikroorganisme di kulit.

Jika ketiak sering berkeringat secara berlebihan tanpa pemicu yang jelas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli untuk mengetahui penyebabnya.

3. Kebersihan Ketiak yang Kurang Terjaga

Keringat, minyak kulit, sel kulit mati, dan mikroorganisme dapat menumpuk apabila area ketiak tidak di bersihkan dengan baik.

Akibatnya, bau ketiak dapat menjadi lebih kuat, terutama setelah beraktivitas atau ketika tubuh banyak berkeringat.

Selain mandi secara rutin, pastikan Anda membersihkan ketiak dengan lembut dan mengeringkannya hingga benar-benar tidak lembap.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon dapat memengaruhi produksi keringat dan aktivitas kelenjar apokrin.

Kondisi seperti pubertas, menstruasi, kehamilan, atau perubahan hormonal lainnya dapat menyebabkan perubahan bau tubuh pada sebagian orang.

Jika bau ketiak muncul bersamaan dengan perubahan tubuh lainnya dan menetap, pemeriksaan medis dapat membantu menentukan apakah terdapat faktor hormonal yang berperan.

5. Makanan dan Minuman Tertentu

Pola makan juga dapat memengaruhi aroma tubuh.

Beberapa makanan, seperti bawang putih, bawang bombai, makanan berbumbu kuat, dan makanan pedas, dapat membuat bau tubuh terasa lebih kuat pada sebagian orang.

Karena itu, Anda dapat memperhatikan apakah bau ketiak semakin kuat setelah mengonsumsi makanan tertentu.

6. Stres dan Kecemasan

Ketika mengalami stres atau kecemasan, tubuh dapat meningkatkan aktivitas kelenjar keringat tertentu.

Keringat yang muncul akibat respons emosional dapat berkontribusi terhadap bau badan, terutama ketika bercampur dengan bakteri pada kulit.

Oleh sebab itu, selain menjaga kebersihan, mengelola stres juga dapat membantu mengurangi masalah bau ketiak.

7. Pakaian yang Lembap atau Jarang Diganti

Pakaian yang menyimpan keringat dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme dan menyebabkan aroma tidak sedap kembali muncul meskipun tubuh sudah di bersihkan.

Gunakan pakaian bersih setiap hari dan pilih bahan yang memungkinkan kulit mendapatkan sirkulasi udara dengan baik.

Jika Anda mudah berkeringat, mengganti pakaian setelah beraktivitas dapat membantu mengurangi kelembapan di area ketiak.

8. Rambut Ketiak

Rambut ketiak bukan penyebab langsung bau badan.

Namun, rambut dapat mempertahankan kelembapan dan membantu keringat serta mikroorganisme menempel lebih lama pada area tersebut.

Karena itu, sebagian orang merasa bau ketiak berkurang setelah memangkas rambut ketiak secara rutin.

Namun, mencukur bukan satu-satunya solusi.

Menjaga kebersihan dan mengendalikan keringat tetap menjadi bagian penting dalam mengatasi bau badan.

9. Kondisi Kulit atau Infeksi

Masalah kulit tertentu dapat menyebabkan perubahan aroma pada area ketiak. Selain itu, lingkungan kulit yang lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Jika bau ketiak di sertai kemerahan, gatal, perih, ruam, luka, benjolan, atau perubahan pada kulit, jangan hanya mengandalkan deodorant.

Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.

10. Kondisi Medis Tertentu

Dalam kasus yang lebih jarang, bau tubuh yang berubah secara signifikan atau sangat tidak biasa dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan metabolisme dan beberapa penyakit sistemik.

Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa bau ketiak berarti seseorang mengalami penyakit tertentu.

Dokter ahli perlu menilai pola bau, gejala lain, riwayat kesehatan, obat yang di gunakan, serta kondisi kulit sebelum menentukan penyebabnya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Ketiak?

Cara menghilangkan bau ketiak bergantung pada penyebabnya.

Untuk keluhan ringan, beberapa langkah berikut dapat membantu:

  • Mandi secara teratur, terutama setelah berkeringat.
  • Bersihkan area ketiak dengan lembut.
  • Keringkan ketiak hingga benar-benar kering.
  • Gunakan pakaian bersih dan ganti setelah berkeringat banyak.
  • Pilih pakaian yang memiliki sirkulasi udara baik.
  • Gunakan antiperspirant jika masalah utamanya berkaitan dengan keringat berlebih.
  • Perhatikan makanan yang tampaknya memperkuat bau tubuh.
  • Kelola stres dan kecemasan.
  • Pangkas rambut ketiak jika Anda merasa hal tersebut membantu menjaga area tetap kering.
  • Konsultasikan dengan dokter ahli jika bau tetap kuat meskipun sudah melakukan perawatan mandiri.

Deodorant dan antiperspirant memiliki fungsi berbeda.

Deodorant terutama membantu mengendalikan bau, sedangkan antiperspirant di rancang untuk mengurangi produksi keringat.

Kapan Bau Ketiak Harus Diperiksakan ke Dokter Ahli?

Tidak semua bau ketiak membutuhkan pemeriksaan medis.

Namun, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda apabila:

  • Bau ketiak muncul secara tiba-tiba dan berbeda dari biasanya.
  • Bau sangat menyengat dan menetap.
  • Bau tidak membaik meskipun sudah menjaga kebersihan.
  • Ketiak berkeringat sangat berlebihan.
  • Terdapat gatal, ruam, kemerahan, luka, atau benjolan.
  • Bau muncul bersamaan dengan keluhan tubuh lainnya.
  • Masalah tersebut mulai mengganggu aktivitas, pekerjaan, atau kepercayaan diri.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah keluhan berasal dari masalah kulit, keringat berlebih, infeksi, pengaruh obat, pola hidup, atau faktor medis lainnya.

Apakah Bau Ketiak Berarti Tidak Menjaga Kebersihan?

Belum tentu. Bau badan tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang memiliki kebersihan yang buruk.

Faktor biologis seperti aktivitas kelenjar apokrin, jenis bakteri kulit, hormon, keringat berlebih, makanan, stres, dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi aroma tubuh.

Karena itu, seseorang yang sudah mandi secara rutin pun tetap dapat mengalami bau ketiak berlebihan.

Jika keluhan terus berulang (kambuh), mencari penyebabnya jauh lebih penting daripada sekadar menutupi bau menggunakan produk pewangi.

Apakah Bau Ketiak Bisa Menjadi Tanda Penyakit?

Pada sebagian besar kasus, bau ketiak berkaitan dengan interaksi keringat dan bakteri kulit. Namun, perubahan bau tubuh yang tidak biasa terkadang dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.

Karena penyebabnya sangat beragam, bau ketiak saja tidak cukup untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dokter ahli perlu melihat gejala lain dan melakukan pemeriksaan yang sesuai.

Jika Anda juga mengalami keluhan pada area genital atau memiliki kekhawatiran mengenai infeksi menular seksual (IMS), jangan mencoba mendiagnosis sendiri.

Pemeriksaan medis dapat membantu menentukan penyebab keluhan secara lebih tepat.

Pemeriksaan Bau Ketiak di Klinik Apollo Jakarta

Bau ketiak yang menetap dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, minder, bahkan menghindari interaksi sosial. Karena itu, mencari penyebab yang mendasarinya merupakan langkah yang lebih tepat daripada terus mencoba berbagai produk secara bergantian.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan yang di tangani oleh tenaga medis profesional.

Layanan klinik mencakup pemeriksaan dan penanganan berbagai keluhan kesehatan, termasuk layanan terkait penyakit kulit atau kelamin, andrologi, ginekologi, dan penyakit menular seksual (PMS).

Jika di perlukan, dokter ahli dapat membantu mengevaluasi keluhan berdasarkan gejala dan menentukan pemeriksaan atau penanganan yang sesuai.

Kesimpulan

Penyebab bau ketiak tidak selalu karena kurang menjaga kebersihan. Bakteri kulit, keringat berlebih, perubahan hormon, makanan, stres, pakaian lembap, kondisi kulit, hingga masalah kesehatan tertentu dapat berperan.

Jika bau ketiak terus muncul, semakin menyengat, atau di sertai keluhan lain, jangan hanya menutupinya dengan deodorant.

Konsultasikan kondisi Anda agar penyebabnya dapat di evaluasi dan Anda mendapatkan penanganan yang lebih tepat, aman, serta sesuai dengan kondisi tubuh.

Jangan biarkan bau ketiak mengganggu rasa percaya diri (PD) Anda. Konsultasikan keluhan Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi oleh tenaga medis profesional, informasi mengenai penyebab yang mungkin mendasari keluhan, serta rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.