Klinik Apollo – Pernah merasa ketiak bau sebelah, sementara ketiak lainnya hampir tidak berbau? Kondisi ini cukup mengganggu, terutama ketika bau muncul meskipun sudah mandi atau menggunakan deodorant.

Pada dasarnya, bau badan tidak hanya di pengaruhi oleh banyaknya keringat. Bakteri yang hidup secara alami di kulit dapat memecah komponen keringat sehingga menghasilkan senyawa berbau.

Kelenjar apokrin yang banyak terdapat di area ketiak juga berperan dalam terbentuknya bau badan.

Lalu, kenapa ketiak bau sebelah? Berikut beberapa kemungkinan penyebab yang perlu di ketahui.

Kenapa Ketiak Bau Sebelah?

Perbedaan bau antara ketiak kanan dan kiri sebenarnya dapat terjadi karena kondisi kedua sisi tubuh tidak selalu sama.

Jumlah keringat, bakteri kulit, rambut ketiak, kelembapan, hingga kondisi kulit dapat berbeda antara satu sisi dengan sisi lainnya.

Berikut 4 penyebab ketiak bau sebelah yang paling umum.

1. Pertumbuhan bakteri di salah satu ketiak lebih banyak

Penyebab utama bau ketiak adalah interaksi antara keringat dengan bakteri yang terdapat di permukaan kulit.

Keringat sebenarnya tidak selalu berbau.

Namun, keringat dari kelenjar apokrin mengandung komponen yang kemudian di uraikan oleh bakteri kulit.

Proses tersebut menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma khas, termasuk bau badan yang menyengat.

Karena kondisi mikroorganisme pada kulit kanan dan kiri bisa berbeda, satu ketiak dapat berbau lebih kuat di bandingkan sisi lainnya.

Kondisi ini dapat semakin mudah terjadi ketika ketiak:

  • Sering lembap.
  • Jarang di bersihkan dengan baik.
  • Banyak rambut.
  • Sering tertutup pakaian ketat.
  • Mengalami gesekan berulang (kambuh).
  • Lebih banyak berkeringat.

Jika bau badan di sertai perubahan yang menetap, sebaiknya jangan hanya menutupinya dengan parfum atau deodorant.

2. Salah satu ketiak lebih banyak berkeringat

Penyebab berikutnya adalah produksi keringat yang tidak sama pada kedua sisi.

Kondisi seperti hiperhidrosis dapat menyebabkan seseorang berkeringat secara berlebihan.

Hiperhidrosis dapat mengenai area tertentu, termasuk ketiak.

Ketika salah satu ketiak lebih sering basah, lingkungan tersebut menjadi lebih mendukung interaksi antara keringat dan bakteri.

Akibatnya, bau dapat terasa lebih kuat di sisi tersebut.

Selain hiperhidrosis, keringat juga dapat meningkat akibat:

  • Cuaca panas.
  • Aktivitas fisik.
  • Stres atau kecemasan.
  • Perubahan hormon.
  • Makanan tertentu.
  • Beberapa obat-obatan.

Faktor-faktor tersebut memang dapat memengaruhi jumlah keringat dan bau badan.

3. Masalah kulit atau infeksi lokal

Ketiak bau sebelah yang baru muncul dan menetap juga dapat berkaitan dengan masalah pada kulit di sisi tersebut.

Misalnya, iritasi, peradangan folikel rambut, atau infeksi kulit dapat mengubah kondisi permukaan kulit dan menimbulkan bau.

Risiko ini meningkat ketika area ketiak terus-menerus lembap dan mengalami gesekan.

Perhatikan apakah bau ketiak di sertai gejala lain seperti:

  • Kemerahan.
  • Gatal.
  • Perih.
  • Ruam.
  • Benjolan.
  • Luka.
  • Keluar cairan.
  • Bisul yang berulang (kambuh).

Salah satu kondisi yang perlu di perhatikan adalah hidradenitis suppurativa, yaitu kondisi peradangan kronis yang dapat menyebabkan benjolan atau bisul berulang di area seperti ketiak.

Jika muncul benjolan yang nyeri atau berulang (kambuh), jangan mencoba memencetnya sendiri.

Pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk mengetahui penyebabnya.

4. Kebiasaan, pakaian, makanan, dan perubahan tubuh

Kadang-kadang penyebabnya tidak berasal dari penyakit tertentu.

Kebiasaan sehari-hari juga dapat membuat salah satu ketiak lebih mudah berbau.

Misalnya, penggunaan pakaian yang sama terlalu lama dapat membuat keringat dan bakteri menempel pada kain.

Pakaian yang terlalu ketat atau kurang menyerap keringat juga dapat mempertahankan kelembapan di area ketiak.

Selain itu, makanan tertentu dapat memengaruhi aroma tubuh.

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi keringat dan bau tubuh.

Karena itu, bau badan yang muncul bersamaan dengan perubahan tubuh tertentu perlu di perhatikan.

Apakah Ketiak Bau Sebelah Berbahaya?

Tidak selalu.

Pada banyak kasus, bau ketiak berkaitan dengan keringat, bakteri kulit, kebersihan, pakaian, atau faktor gaya hidup.

Namun, Anda sebaiknya lebih waspada apabila bau:

  • Muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
  • Semakin kuat atau menetap.
  • Tidak membaik setelah menjaga kebersihan.
  • Di sertai keringat berlebihan.
  • Di sertai benjolan atau bisul.
  • Di sertai kemerahan, gatal, nyeri, atau luka.
  • Mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri.

Cara Mengatasi Ketiak Bau Sebelah

Penanganannya bergantung pada penyebab.

Jika tidak terdapat tanda penyakit kulit atau kondisi medis tertentu, beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Bersihkan ketiak secara rutin

Cuci area ketiak menggunakan sabun, kemudian keringkan sampai benar-benar tidak lembap.

NHS menyarankan membersihkan ketiak secara teratur dan mengeringkannya dengan baik untuk membantu mengurangi bau badan.

2. Gunakan antiperspirant

Jika masalah utamanya adalah keringat berlebihan, antiperspirant dapat membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.

Berbeda dengan deodorant yang terutama membantu mengurangi atau menutupi bau, antiperspirant bekerja dengan mengurangi keluarnya keringat.

3. Ganti pakaian secara rutin

Gunakan pakaian bersih dan pilih bahan yang memungkinkan kulit mendapatkan sirkulasi udara.

Hindari pakaian yang terlalu ketat jika membuat ketiak lebih mudah lembap.

4. Perhatikan pemicu bau

Cobalah mencatat kapan bau menjadi lebih kuat.

Misalnya setelah berolahraga, saat stres, setelah mengonsumsi makanan tertentu, atau ketika menggunakan produk tertentu di ketiak.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui penyebab bau ketiak yang paling mungkin.

5. Jangan asal menggunakan obat-obatan

Jika ketiak berbau di sertai benjolan, ruam, luka, nyeri, atau cairan, sebaiknya jangan langsung menggunakan antibiotik atau obat antijamur tanpa diagnosis.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan apakah di perlukan pemeriksaan tambahan.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Anda sebaiknya berkonsultasi apabila bau ketiak sebelah tidak kunjung hilang, terutama jika sudah menjaga kebersihan dan menggunakan antiperspirant tetapi keluhan tetap muncul.

Pemeriksaan semakin penting apabila terdapat keringat berlebihan, perubahan bau yang mendadak, benjolan, bisul berulang (kambuh), gatal, kemerahan, atau nyeri.

Dokter ahli akan mengevaluasi kondisi kulit, pola keringat, kebiasaan sehari-hari, serta gejala lain yang menyertai.

Dengan demikian, penanganan dapat di sesuaikan dengan penyebabnya.

Kesimpulan

Jadi, kenapa ketiak bau sebelah? Kondisi tersebut dapat terjadi karena perbedaan jumlah bakteri, produksi keringat, kelembapan, kebersihan, pakaian, maupun masalah kulit pada salah satu sisi.

Bau ketiak tidak selalu berarti penyakit serius, tetapi perubahan yang menetap atau di sertai gejala lain sebaiknya tidak di abaikan.

Jika bau ketiak terus berulang dan mengganggu aktivitas, konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo Jakarta agar penyebabnya dapat di evaluasi dan Anda memperoleh penanganan yang sesuai.

Pemeriksaan oleh tenaga medis membantu menghindari penggunaan obat secara sembarangan sekaligus memberikan solusi yang lebih tepat sesuai kondisi kulit dan keringat Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.