Klinik Apollo – Ketiak bau asam umumnya muncul ketika keringat bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.
Bakteri kemudian memecah zat dalam keringat dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma asam atau menyengat.
Beberapa faktor dapat memicu kondisi ini, seperti keringat berlebih, kebersihan tubuh yang kurang optimal, pakaian lembap, makanan tertentu, perubahan hormon, hingga masalah kesehatan tertentu.
Kenapa Ketiak Bau Asam?
Pada dasarnya, keringat segar hampir tidak berbau. Bau badan muncul ketika mikroorganisme di kulit berinteraksi dengan komponen dalam keringat, terutama keringat dari kelenjar apokrin.
Tubuh memiliki banyak kelenjar apokrin di area seperti ketiak. Kelenjar ini mulai aktif setelah masa pubertas. Keringat dari kelenjar apokrin mengandung lebih banyak protein dan lipid sehingga bakteri lebih mudah memecah zat tersebut dan menghasilkan senyawa berbau.
Menurut informasi medis dari Cleveland Clinic, bau badan atau bromhidrosis dapat berkembang ketika keringat bercampur dengan bakteri pada kulit.
Baca Juga: Bau Ketiak: Penyebab dan Cara Menghilangkannya
Apa Penyebab Ketiak Bau Asam?
Berikut beberapa penyebab ketiak berbau asam yang perlu diketahui.
1. Pertumbuhan Bakteri Berlebih di Ketiak
Aktivitas bakteri di permukaan kulit menjadi penyebab yang paling umum. Area ketiak yang hangat, tertutup, dan lembap mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Ketika keringat menumpuk dan seseorang tidak segera membersihkannya, bakteri dapat berkembang lebih banyak. Bakteri kemudian memecah komponen dalam keringat dan menghasilkan bau khas, termasuk bau asam.
Risiko dapat meningkat apabila seseorang:
- Jarang membersihkan area ketiak.
- Tidak mengganti pakaian setelah berkeringat.
- Menggunakan pakaian yang lembap.
- Memiliki rambut ketiak yang memerangkap keringat.
- Mengalami produksi keringat berlebihan.
2. Keringat Berlebihan atau Hiperhidrosis
Sebagian orang memang berkeringat lebih banyak daripada orang lain. Dunia medis menyebut kondisi keringat berlebihan sebagai hiperhidrosis.
Semakin banyak keringat yang menumpuk, semakin besar peluang bakteri berinteraksi dengan keringat tersebut. Karena itu, orang dengan hiperhidrosis dapat mengalami bau ketiak yang lebih sulit dikendalikan.
Hiperhidrosis tidak selalu muncul karena cuaca panas. Stres, kecemasan, perubahan hormon, atau kondisi medis tertentu juga dapat memicu keringat berlebih.
Jika keringat berlebihan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Anda menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.
3. Kebersihan Ketiak yang Kurang Optimal
Mandi setiap hari memang penting, tetapi Anda juga perlu menjaga kebersihan tubuh setelah melakukan aktivitas yang membuat banyak berkeringat.
Keringat, sel kulit mati, minyak, dan bakteri dapat menumpuk di area ketiak. Jika Anda membiarkannya, campuran tersebut dapat memperkuat aroma tidak sedap.
Karena itu, bersihkan area ketiak menggunakan sabun yang lembut. Setelah mandi, pastikan Anda mengeringkan kulit sebelum memakai pakaian atau produk deodoran.
4. Pakaian yang Lembap dan Jarang Diganti
Pakaian yang basah oleh keringat dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bahan pakaian tertentu juga kurang mampu menyerap atau menguapkan keringat dengan baik.
Akibatnya, kelembapan bertahan lebih lama di sekitar ketiak dan aroma asam dapat semakin kuat.
Untuk mengurangi masalah ini, lakukan beberapa langkah berikut:
- Ganti pakaian setelah banyak berkeringat.
- Jangan gunakan kembali pakaian yang sudah lembap.
- Pilih bahan pakaian yang memiliki sirkulasi udara baik.
- Cuci pakaian hingga bersih untuk menghilangkan sisa bau dan bakteri.
5. Makanan Tertentu
Apa yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Beberapa makanan mengandung senyawa yang dapat keluar melalui keringat.
Contohnya antara lain:
- Bawang putih.
- Bawang bombai.
- Makanan pedas.
- Alkohol.
- Beberapa jenis rempah.
Makanan pedas juga dapat meningkatkan produksi keringat pada sebagian orang. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat membuat bau ketiak semakin terasa.
Namun, setiap tubuh memiliki respons yang berbeda. Jika Anda menyadari bau ketiak menjadi lebih kuat setelah mengonsumsi makanan tertentu, coba perhatikan pola makan selama beberapa hari.
6. Perubahan Hormon
Perubahan hormon dapat meningkatkan aktivitas kelenjar keringat. Kondisi ini sering muncul saat pubertas, menstruasi, kehamilan, atau masa perimenopause.
Ketika produksi keringat meningkat, bakteri mendapatkan lebih banyak bahan untuk diuraikan. Akibatnya, aroma tubuh dapat berubah dan pada beberapa orang terasa lebih asam atau tajam.
7. Stres dan Kecemasan
Stres dapat memicu tubuh menghasilkan jenis keringat yang berbeda dari keringat akibat panas atau olahraga.
Saat mengalami tekanan emosional, tubuh dapat mengaktifkan kelenjar apokrin. Keringat dari kelenjar ini mengandung komponen yang lebih mudah diuraikan bakteri. Oleh sebab itu, stres terkadang membuat bau badan menjadi lebih kuat.
Anda dapat mengelola stres dengan tidur cukup, berolahraga, melakukan teknik relaksasi, dan menjalani aktivitas yang menyenangkan.
8. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, perubahan bau tubuh dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Jangan abaikan perubahan bau tubuh yang muncul secara tiba-tiba atau terasa sangat berbeda dari biasanya.
Beberapa gangguan kesehatan dapat memengaruhi metabolisme, produksi keringat, atau aroma tubuh. Infeksi dan masalah pada kulit ketiak juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang muncul bersama gejala lain.
Menurut MedlinePlus, berbagai faktor dapat memengaruhi perubahan bau badan, termasuk makanan, kebersihan, obat-obatan, dan kondisi medis tertentu.
Dokter perlu melakukan pemeriksaan langsung untuk menentukan penyebab secara akurat. Jangan mencoba mendiagnosis penyakit hanya berdasarkan bau ketiak.
Baca Juga: Apakah Bulu Ketiak Bikin Bau? Ini Fakta Sebenarnya
Cara Mengatasi Ketiak Bau Asam
Cara menghilangkan bau ketiak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi aroma tidak sedap.
1. Bersihkan Ketiak Secara Teratur
Mandilah secara rutin, terutama setelah berolahraga atau berkeringat banyak. Bersihkan lipatan ketiak secara menyeluruh untuk membantu mengurangi keringat, minyak, dan bakteri.
Setelah mandi, keringkan ketiak sebelum menggunakan pakaian.
2. Gunakan Deodoran atau Antiperspiran
Deodoran membantu mengurangi atau menutupi bau badan, sedangkan antiperspiran bekerja dengan mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.
Pilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Jika kulit mudah iritasi, gunakan produk yang lebih lembut dan hentikan pemakaian apabila muncul ruam atau rasa terbakar.
3. Ganti Pakaian Setelah Berkeringat
Jangan gunakan pakaian yang sudah basah oleh keringat terlalu lama. Segera ganti pakaian tersebut dengan pakaian yang bersih dan kering agar area ketiak tetap nyaman.
4. Pilih Bahan Pakaian yang Menyerap Keringat
Bahan yang memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu mengurangi kelembapan. Ini penting terutama jika Anda mudah berkeringat.
Selain itu, pastikan pakaian dicuci dengan benar karena sisa bakteri dan bau pada pakaian dapat menempel kembali ke kulit.
5. Perhatikan Pola Makan
Jika Anda menemukan hubungan antara makanan tertentu dan perubahan bau tubuh, coba batasi konsumsi makanan tersebut sementara waktu.
Tetap terapkan pola makan seimbang dan cukup minum air untuk mendukung kondisi tubuh secara umum.
6. Konsultasikan Jika Bau Tidak Kunjung Hilang
Jika bau asam pada ketiak tetap kuat meskipun kebersihan sudah dijaga, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya.
Dokter dapat menilai apakah masalah berkaitan dengan:
- Keringat berlebihan.
- Infeksi atau gangguan kulit.
- Iritasi akibat produk tertentu.
- Kondisi metabolik atau medis tertentu.
- Faktor lain yang memerlukan penanganan khusus.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Penghilang Bau Ketiak Terbaik dan Ampuh
Kapan Ketiak Bau Asam Harus Diperiksakan ke Dokter?
Segera pertimbangkan konsultasi medis apabila bau ketiak disertai dengan gejala lain, seperti:
- Bau tubuh berubah secara tiba-tiba dan sangat tajam.
- Keringat berlebihan tanpa penyebab yang jelas.
- Ruam, kemerahan, atau luka pada ketiak.
- Nyeri atau benjolan.
- Gatal yang tidak membaik.
- Keluar cairan atau nanah.
- Demam atau keluhan kesehatan lainnya.
Gejala tersebut dapat mengarah pada masalah kulit atau kondisi lain yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Apakah Ketiak Bau Asam Bisa Hilang Permanen?
Ketiak bau asam dapat membaik secara signifikan apabila penyebabnya diketahui dan ditangani dengan tepat. Jika penyebabnya adalah penumpukan keringat dan bakteri, perubahan kebiasaan serta penggunaan produk yang sesuai dapat membantu.
Namun, apabila bau muncul akibat hiperhidrosis, infeksi, gangguan kulit, atau kondisi medis tertentu, penanganannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
Karena itu, solusi terbaik bukan sekadar menutupi bau, tetapi mencari tahu kenapa bau tersebut muncul.
Baca Juga: Kenapa Ketiak Bau Sebelah? Ini 4 Penyebab Utamanya
Kesimpulan
Ketiak bau asam paling sering terjadi akibat interaksi antara keringat dan bakteri di kulit. Namun, keringat berlebihan, pakaian lembap, kebersihan yang kurang optimal, makanan, perubahan hormon, stres, hingga kondisi medis tertentu juga dapat menjadi faktor penyebab.
Menjaga kebersihan, mengganti pakaian setelah berkeringat, menggunakan produk yang tepat, dan memperhatikan perubahan pada tubuh dapat membantu mengurangi masalah ini. Jika bau ketiak terus berulang, semakin menyengat, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat.
Jangan biarkan keluhan mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri Anda. Konsultasikan kondisi Anda di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih terarah sesuai penyebab keluhan, sehingga Anda dapat memperoleh solusi yang tepat, aman, dan sesuai kondisi kesehatan.
Refrensi Medis:
- Cleveland Clinic – Body Odor: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17865-body-odor
- Mayo Clinic – Sweating and body odor: Diagnosis & treatment: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sweating-and-body-odor/diagnosis-treatment/drc-20353898
- American Academy of Dermatology – Hyperhidrosis: Diagnosis and treatment: https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hyperhidrosis-treatment
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



