Klinik ApolloAnyang anyangan keluar darah bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Anyang anyangan biasanya membuat seseorang ingin kencing lebih sering, terasa mendesak, atau di sertai rasa perih dan terbakar ketika kencing.

Jika urine juga tampak berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan, kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya darah dalam urine (hematuria). Salah satu penyebab yang cukup sering adalah infeksi saluran kemih (ISK).

Namun, darah ketika kencing juga dapat muncul akibat batu saluran kemih, iritasi, penyakit ginjal, maupun kondisi lain.

Karena itu, jangan langsung menganggap semua kasus anyang anyangan berdarah sebagai ISK (infeksi saluran kemih). Dokter ahli perlu mengevaluasi gejala dan, bila di perlukan, melakukan pemeriksaan urine untuk mencari penyebabnya.

Apa Itu Anyang anyangan?

Anyang anyangan merupakan istilah yang sering di gunakan untuk menggambarkan keluhan pada saat berkemih, terutama rasa ingin kencing terus-menerus, frekuensi kencing meningkat, atau rasa nyeri dan perih saat kencing.

Dalam istilah medis, keluhan nyeri atau rasa terbakar ketika kencing di sebut disuria.

Keluhan ini dapat terjadi pada berbagai kondisi, tetapi infeksi saluran kemih (ISK) menjadi salah satu penyebab yang umum, terutama ketika di sertai urine keruh, berbau lebih menyengat, nyeri perut bagian bawah, atau darah dalam urine.

Penyebab Anyang anyangan Keluar Darah

Berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anyang anyangan di sertai darah.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika mikroorganisme, terutama bakteri, menginfeksi bagian saluran kemih.

Terutamanya infeksi pada kandung kemih atau sistitis dapat menyebabkan:

  • Anyang anyangan.
  • Rasa perih atau terbakar ketika kencing.
  • Sering ingin kencing.
  • Urine keruh atau berbau menyengat.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Darah dalam urine.

Peradangan pada saluran kemih dapat menyebabkan pembuluh darah kecil mengalami iritasi sehingga darah bercampur dengan urine.

Jika Anda mengalami anyang anyangan keluar darah, pemeriksaan urine dapat membantu dokter ahli mengetahui apakah terdapat tanda infeksi.

2. Batu Saluran Kemih

Batu pada ginjal atau saluran kemih juga dapat menyebabkan darah keluar bersama urine.

Ketika batu bergerak melewati saluran kemih, permukaannya dapat mengiritasi jaringan.

Akibatnya, penderita dapat mengalami hematuria.

Batu saluran kemih juga dapat menyebabkan:

  • Nyeri pinggang atau punggung.
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah atau selangkangan.
  • Mual dan muntah.
  • Sering ingin kencing.
  • Nyeri ketika kencing.

Jika nyeri muncul sangat kuat dan di sertai darah dalam urine, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

3. Radang atau Iritasi Saluran Kemih

Selain infeksi, iritasi pada saluran kemih juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika kencing.

Iritasi dapat terjadi karena berbagai faktor.

Oleh sebab itu, dokter ahli perlu melihat riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.

4. Infeksi yang Menjalar ke Ginjal

ISK (infeksi saluran kemih) yang tidak mendapatkan penanganan dapat berkembang menjadi infeksi pada ginjal atau pielonefritis.

Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala yang lebih berat, seperti:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Nyeri pinggang atau punggung bagian samping.
  • Mual atau muntah.
  • Nyeri ketika kencing.
  • Urine berdarah atau keruh.

Demam tinggi di sertai nyeri pinggang dan keluhan berkemih membutuhkan pemeriksaan segera, karena infeksi ginjal dapat menjadi kondisi serius.

5. Penyakit atau Gangguan pada Ginjal

Darah dalam urine tidak selalu berasal dari kandung kemih.

Beberapa gangguan pada ginjal juga dapat menyebabkan hematuria.

Jika darah dalam urine berulang atau tidak di sertai gejala ISK (infeksi saluran kemih) yang khas, dokter ahli mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari sumber perdarahan.

6. Kondisi pada Saluran Kemih yang Membutuhkan Evaluasi Lebih Lanjut

Pada sebagian orang, darah dalam urine dapat berkaitan dengan masalah lain pada saluran kemih, termasuk kelainan pada kandung kemih atau ginjal.

Karena penyebabnya sangat beragam, darah yang terlihat secara langsung ketika kencing sebaiknya tidak di anggap normal, terutama jika terjadi berulang atau tanpa penyebab yang jelas.

Bagaimana Membedakan Darah dari Urine dan Darah dari Vagina?

Hal ini penting, terutama pada perempuan.

Darah yang terlihat ketika menggunakan toilet belum tentu berasal dari saluran kemih.

Darah juga dapat berasal dari menstruasi atau perdarahan dari vagina. Dokter ahli dapat membantu menentukan sumber darah melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan urinalisis bila di perlukan.

Jika Anda sedang menstruasi dan perlu melakukan pemeriksaan urine, beri tahu petugas kesehatan karena darah menstruasi dapat memengaruhi hasil pemeriksaan tertentu.

Apakah Anyang anyangan Keluar Darah Pasti ISK?

Tidak. ISK (infeksi saluran kemih) memang merupakan salah satu penyebab yang umum, tetapi kencing berdarah dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi.

Karena itu, sebaiknya jangan langsung membeli antibiotik sendiri hanya berdasarkan gejala.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan urine dan pemeriksaan lain sesuai kondisi.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat juga dapat menyebabkan bakteri menjadi lebih sulit di tangani akibat resistansi antibiotik.

Pemeriksaan Apa yang Dilakukan Dokter Ahli?

Dokter ahli akan menyesuaikan pemeriksaan dengan gejala yang di alami.

Urinalisis dapat membantu mendeteksi darah, sel darah putih, bakteri, protein, serta berbagai komponen lain dalam urine.

Jika dokter ahli mencurigai infeksi, pemeriksaan kultur urine dapat di pertimbangkan untuk mengidentifikasi bakteri penyebab dan membantu menentukan antibiotik yang sesuai.

Selain itu, pada kondisi tertentu dokter ahli dapat menyarankan pemeriksaan darah atau pencitraan seperti USG, CT scan, atau pemeriksaan lainnya.

Kapan Anyang anyangan Keluar Darah Harus Diperiksakan?

Sebaiknya konsultasikan keluhan kepada dokter ahli jika:

  • Urine terlihat berwarna merah, merah muda, atau kecokelatan.
  • Darah keluar berulang (kambuh) ketika kencing.
  • Anyang anyangan tidak membaik.
  • Nyeri ketika kencing semakin berat.
  • Urine menjadi keruh atau berbau menyengat.
  • Nyeri muncul di pinggang atau punggung.
  • Keluhan muncul setelah berhubungan seksual dan terus berlanjut.

Segera cari pertolongan medis jika anyang anyangan berdarah disertai demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang hebat, muntah terus-menerus, lemas berat, sulit kencing, atau darah keluar dalam jumlah banyak.

Gejala tersebut dapat menunjukkan infeksi yang lebih berat atau masalah pada saluran kemih yang membutuhkan penanganan segera.

Bagaimana Penanganan Anyang anyangan Keluar Darah?

Penanganan bergantung pada penyebabnya. Jika dokter ahli memastikan infeksi bakteri, dokter ahli dapat memberikan antibiotik yang sesuai.

Sementara itu, jika penyebabnya adalah batu saluran kemih, terapi akan di sesuaikan dengan ukuran, lokasi, dan kondisi batu.

Karena itu, obat anyang anyangan tidak bisa di samaratakan untuk setiap orang. Selama menunggu pemeriksaan, Anda dapat menjaga asupan cairan sesuai kebutuhan tubuh dan tidak menahan kencing.

Namun, jika memiliki kondisi medis tertentu yang mengharuskan pembatasan cairan, ikuti anjuran dokter ahli.

Jangan Abaikan Darah Saat Kencing

Anyang anyangan keluar darah dapat berasal dari kondisi yang relatif sederhana seperti infeksi kandung kemih, tetapi juga dapat menjadi tanda masalah pada saluran kemih atau ginjal.

Semakin cepat penyebab di ketahui, semakin cepat pula dokter ahli dapat menentukan penanganan yang tepat. Hindari mendiagnosis diri sendiri atau mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan.

Jika Anda mengalami anyang anyangan, nyeri saat kencing, atau kencing berdarah, Klinik Apollo Jakarta dapat membantu melakukan evaluasi keluhan dan menentukan pemeriksaan serta penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Konsultasikan keluhan sejak dini untuk mendapatkan penanganan yang tepat, pemeriksaan sesuai kebutuhan, serta menjaga privasi pasien selama proses konsultasi dan pengobatan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.