Klinik ApolloAnyang-anyangan pada anak sering membuat orang tua khawatir karena si kecil merasa nyeri, perih, atau terus-menerus ingin kencing meski urine yang keluar hanya sedikit.

Kondisi ini bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat di sebabkan oleh berbagai gangguan pada saluran kemih.

Dalam praktik klinis, keluhan anyang-anyangan pada anak paling sering berkaitan dengan infeksi saluran kemih (ISK). Namun, iritasi pada area genital, kurang minum, hingga kebiasaan menahan kencing juga dapat memicu gejala serupa.

Oleh karena itu, orang tua perlu memahami penyebabnya agar penanganan yang di berikan sesuai.

Apa Itu Anyang-anyangan pada Anak?

Anyang-anyangan adalah kondisi ketika anak mengalami rasa nyeri, panas, atau tidak nyaman saat kencing (disuria).

Selain itu, anak biasanya merasa ingin kencing lebih sering, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.

Pada anak yang masih balita, gejalanya sering kali sulit di jelaskan.

Mereka mungkin hanya tampak rewel, menangis ketika kencing, atau menolak ke toilet.

Penyebab Anyang-anyangan pada Anak

Beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan anyang-anyangan pada anak.

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyebab paling umum.

Kondisi ini terjadi ketika bakteri, terutama Escherichia coli (E. coli), masuk ke saluran kemih dan menyebabkan infeksi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 8% anak perempuan dan 2% anak laki-laki mengalami ISK (infeksi saluran kemih) sebelum usia 7 tahun, dengan E. coli sebagai penyebab sekitar 85% kasus.

2. Kurang Minum (Dehidrasi)

Ketika anak kurang mengonsumsi cairan, urine menjadi lebih pekat.

Akibatnya, saluran kemih dapat teriritasi sehingga muncul rasa perih saat kencing.

3. Menahan Kencing

Sebagian anak sering menunda ke toilet karena asyik bermain atau merasa tidak nyaman menggunakan toilet umum.

Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri di kandung kemih.

4. Iritasi pada Area Kelamin

Sabun dengan pewangi, bubble bath, pakaian dalam yang terlalu ketat, atau kebersihan area genital yang kurang baik dapat menyebabkan iritasi sehingga timbul rasa nyeri saat kencing.

5. Batu Saluran Kemih

Walaupun lebih jarang terjadi pada anak, batu saluran kemih juga dapat menyebabkan nyeri, anyang-anyangan, hingga urine bercampur darah.

Gejala Anyang-anyangan pada Anak

Orang tua perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:

  • Nyeri atau perih saat kencing.
  • Frekuensi kencing meningkat.
  • Urine keluar sedikit-sedikit.
  • Anak sulit menahan keinginan kencing.
  • Nyeri di perut bagian bawah.
  • Urine keruh atau berbau menyengat.
  • Urine bercampur darah.
  • Demam, terutama bila infeksi sudah mencapai ginjal.

Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila anak mengalami:

  • Demam lebih dari 38°C.
  • Nyeri pinggang atau punggung.
  • Muntah.
  • Tidak bisa kencing.
  • Urine berdarah.
  • Keluhan berlangsung lebih dari 24 hingga 48 jam.
  • Anyang-anyangan berulang (kambuh).

Pemeriksaan sedini mungkin membantu mencegah komplikasi seperti infeksi ginjal.

Cara Mengatasi Anyang-anyangan pada Anak

Penanganan harus di sesuaikan dengan penyebabnya.

1. Perbanyak Konsumsi Air Mineral

Cairan membantu mengencerkan urine sekaligus membuang bakteri dari saluran kemih.

2. Jangan Membiasakan Anak Menahan Kencing

Ajarkan anak untuk kencing secara teratur setiap 2 hingga 3 jam.

3. Jaga Kebersihan Area Kelamin

Untuk anak perempuan, biasakan membersihkan area genital dari arah depan ke arah belakang setelah buang air besar (BAB) agar bakteri tidak berpindah ke saluran kemih.

4. Hindari Produk yang Menyebabkan Iritasi

Gunakan sabun yang lembut tanpa pewangi dan pakaikan celana dalam berbahan katun.

5. Konsumsi Antibiotik Hanya Sesuai Resep Dokter Ahli

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, dokter ahli akan melakukan pemeriksaan urine dan memberikan antibiotik yang sesuai.

Penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis Anyang-anyangan?

Dokter ahli akan melakukan wawancara mengenai gejala, pemeriksaan fisik, kemudian bila di perlukan melakukan:

  • Urinalisis.
  • Kultur urine.
  • USG saluran kemih apabila di curigai terdapat kelainan anatomi atau infeksi berulang (kambuh).

Cara Mencegah Anyang-anyangan pada Anak

Pencegahan dapat di lakukan dengan langkah sederhana berikut:

  • Pastikan anak konsumsi air mineral yang cukup setiap hari.
  • Biasakan kencing secara teratur.
  • Hindari menahan kencing.
  • Jaga kebersihan area genital.
  • Ganti pakaian dalam setiap hari.
  • Atasi sembelit karena konstipasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).
  • Berikan pola makan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kesimpulan

Anyang-anyangan pada anak merupakan keluhan yang tidak boleh di abaikan karena dapat menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) maupun gangguan lain pada sistem kemih.

Dengan mengenali gejala sejak dini, menjaga kebersihan area genital, memenuhi kebutuhan cairan, dan segera memeriksakan anak bila keluhan tidak membaik, risiko komplikasi dapat di minimalkan.

Apabila anak mengalami anyang-anyangan, nyeri saat kencing, atau gejala infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang (kambuh), jangan menunda pemeriksaan.

Konsultasikan segera dengan tim medis berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, pemeriksaan yang menyeluruh, serta penanganan yang tepat sehingga kondisi anak dapat pulih lebih cepat dan risiko komplikasi dapat di cegah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah anyang-anyangan pada anak selalu disebabkan infeksi saluran kemih (ISK)?

Tidak.

Selain ISK (infeksi saluran kemih), keluhan ini juga dapat di sebabkan oleh dehidrasi, iritasi kulit, kebiasaan menahan kencing, maupun batu saluran kemih.

Apakah anyang-anyangan bisa sembuh sendiri?

Bila di sebabkan kurang minum atau iritasi ringan, gejalanya dapat membaik setelah penyebab diatasi.

Namun, jika di sebabkan infeksi bakteri, anak memerlukan pemeriksaan dan terapi sesuai anjuran dokter ahli.

Apakah anyang-anyangan berbahaya?

Apabila tidak di tangani, infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyebar hingga ke ginjal dan meningkatkan risiko komplikasi.

Oleh sebab itu, evaluasi medis penting di lakukan bila keluhan di sertai demam, nyeri hebat, atau berulang (kambuh).

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.