Klinik Apollo – Human papilloma virus (HPV) merupakan virus yang dapat menginfeksi kulit serta area genital, mulut, dan tenggorokan.

Karena virus ini dapat menyerang beberapa bagian tubuh, banyak orang bertanya-tanya, apakah HPV menular lewat air liur, berbagi alat makan, atau berciuman dengan pasangan seksual?

Jawabannya, penularan HPV melalui air liur belum terbukti sebagai jalur penularan utama. HPV lebih di kenal menular melalui kontak intim antarkulit, terutama saat aktivitas seksual, termasuk seks oral.

Sementara itu, kemungkinan penularan melalui ciuman mendalam masih belum dapat di pastikan sepenuhnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara penularan HPV yang sebenarnya agar Anda dapat mengurangi risiko infeksi tanpa merasa khawatir secara berlebihan terhadap aktivitas sehari-hari.

Apa Itu HPV?

HPV adalah singkatan dari human papilloma virus, yaitu kelompok virus yang terdiri atas lebih dari 200 tipe.

Sebagian tipe dapat menyebabkan kutil pada kulit atau area kelamin, sedangkan tipe lainnya berisiko menimbulkan perubahan sel yang dapat berkembang menjadi kanker.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 9 dari 10 infeksi HPV dapat menghilang dengan sendirinya dalam waktu 2 tahun tanpa menimbulkan masalah kesehatan.

Namun, infeksi yang menetap akibat tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, penis, anus, serta bagian belakang tenggorokan.

HPV juga sering tidak menimbulkan gejala.

Akibatnya, seseorang bisa saja terinfeksi dan menularkan virus tanpa menyadarinya.

Apakah HPV Menular Lewat Air Liur?

Air liur bukan jalur penularan HPV yang telah terbukti sebagai jalur utama.

Sebuah tinjauan ilmiah yang di terbitkan dalam jurnal Reviews in Medical Virology menyimpulkan bahwa penularan HPV melalui partikel dalam air liur belum terbukti secara meyakinkan.

Aktivitas sehari-hari juga tidak di kenal sebagai sumber utama infeksi HPV.

Meski demikian, ada beberapa situasi yang perlu di pahami.

1. Apakah HPV Menular Lewat Ciuman Bibir?

Risiko penularan HPV melalui ciuman bibir biasa belum di ketahui secara pasti.

Beberapa penelitian mempertimbangkan kemungkinan penularan melalui ciuman mendalam yang melibatkan kontak antara mulut dan lidah, tetapi bukti ilmiahnya masih terbatas.

Dengan demikian, Anda tidak perlu langsung menganggap seseorang tertular HPV hanya karena berciuman.

Namun, penelitian mengenai kemungkinan penularan HPV melalui kontak mulut yang intim masih terus berkembang.

2. Apakah HPV Menular Lewat Seks Oral?

Ya, HPV dapat menular melalui seks oral.

Aktivitas ini memungkinkan kontak langsung antara mulut atau tenggorokan dengan area genital pasangan yang terinfeksi.

Infeksi HPV di mulut dan tenggorokan di sebut infeksi HPV oral.

Sebagian besar infeksi tidak menimbulkan gejala, tetapi tipe HPV tertentu dapat meningkatkan risiko kanker orofaring, yaitu kanker pada bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel.

Karena itu, seks oral bukan berarti bebas dari risiko infeksi menular seksual (IMS), meskipun tidak terjadi penetrasi.

3. Apakah HPV Menular Lewat Berbagi Gelas dan Alat Makan?

Berbagi gelas, sendok, garpu, atau alat makan dengan orang yang memiliki HPV tidak di anggap sebagai jalur penularan HPV yang terbukti.

Begitu pula dengan aktivitas biasa seperti berjabat tangan atau berpelukan.

Oleh sebab itu, Anda tidak perlu menghindari interaksi sosial atau menggunakan alat makan terpisah hanya karena seseorang di ketahui memiliki HPV.

Fokus pencegahan sebaiknya di arahkan pada kontak intim yang berisiko dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Bagaimana HPV Menular dari 1 Orang ke Orang Lain?

Untuk memahami risiko infeksi, Anda perlu mengetahui bahwa HPV terutama menyebar melalui kontak langsung dengan area kulit atau selaput lendir yang terinfeksi.

Berikut beberapa jalur penularan HPV yang perlu di waspadai:

  • Kontak seksual vaginal: kontak intim antara area genital dapat menularkan HPV.
  • Seks anal: kontak langsung pada area anus dapat menyebabkan penularan.
  • Seks oral: virus dapat berpindah antara area genital dan mulut atau tenggorokan.
  • Kontak intim antarkulit: HPV dapat menular meskipun tidak terjadi penetrasi.
  • Penularan tanpa gejala: seseorang tetap dapat menularkan HPV meskipun tidak memiliki kutil atau keluhan yang terlihat.

Perlu di ketahui, HPV yang terdeteksi pada seseorang tidak selalu menunjukkan kapan infeksi terjadi atau siapa yang menularkannya.

Virus dapat tidak terdeteksi selama bertahun-tahun sebelum kemudian di temukan melalui pemeriksaan.

Apa Saja Gejala Infeksi HPV?

Infeksi HPV sering tidak menunjukkan tanda yang jelas.

Namun, ketika gejala muncul, bentuknya dapat berbeda bergantung pada tipe virus dan area tubuh yang terinfeksi.

Berikut beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan.

1. Muncul Kutil Kelamin

Kutil kelamin dapat berupa benjolan kecil, datar, menonjol, atau menyerupai kembang kol.

Kutil bisa muncul pada penis, vagina, vulva, sekitar anus, maupun selangkangan.

2. Muncul Benjolan atau Kelainan di Mulut

HPV dapat menginfeksi area mulut dan tenggorokan.

Namun, tidak semua benjolan di mulut di sebabkan oleh HPV.

Apabila Anda menemukan benjolan yang tidak biasa, luka yang tidak kunjung sembuh, atau perubahan pada area mulut dan tenggorokan, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.

3. Tidak Mengalami Gejala Apa Pun

Sebagian besar orang yang terinfeksi HPV tidak menyadari keberadaan virus tersebut.

Karena itu, tidak adanya kutil atau keluhan fisik bukan jaminan bahwa seseorang bebas dari infeksi.

Pada perempuan, tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel serviks.

Pemeriksaan skrining serviks, seperti tes HPV atau Pap smear sesuai rekomendasi tenaga medis, dapat membantu mendeteksi risiko tersebut lebih awal.

Apakah HPV Berbahaya Jika Masuk ke Mulut?

Tidak semua infeksi HPV oral berbahaya atau akan berkembang menjadi kanker.

Banyak infeksi dapat di kendalikan oleh sistem kekebalan tubuh dan menghilang dengan sendirinya.

Meskipun demikian, infeksi yang menetap akibat tipe HPV berisiko tinggi dapat meningkatkan risiko kanker orofaring.

CDC menyebutkan bahwa sebagian besar kanker orofaring yang berkaitan dengan HPV terjadi setelah infeksi berlangsung lama, bukan langsung setelah seseorang terpapar virus.

Segera konsultasikan keluhan kepada dokter ahli apabila Anda mengalami gejala seperti:

  • Benjolan yang menetap di mulut atau leher.
  • Kesulitan menelan yang tidak membaik.
  • Suara serak berkepanjangan.
  • Luka atau perubahan jaringan yang tidak kunjung sembuh.

Gejala tersebut tidak selalu menunjukkan infeksi HPV atau kanker.

Namun, pemeriksaan di perlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

Bagaimana Cara Mencegah Penularan HPV?

Meskipun tidak semua risiko dapat di hilangkan, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan tertular HPV.

  • Melakukan vaksinasi HPV. Vaksin membantu melindungi dari tipe HPV tertentu yang dapat menyebabkan kutil kelamin dan kanker. Diskusikan usia, riwayat vaksinasi, serta jadwal pemberian yang sesuai dengan dokter ahli.
  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) atau penghalang saat aktivitas seksual. Kondom (pengaman atau pelindung) dapat mengurangi risiko penularan, tetapi tidak memberikan perlindungan sepenuhnya karena HPV bisa menginfeksi kulit yang tidak tertutup.
  • Menghindari kontak seksual saat terdapat kutil atau kelainan aktif. Lakukan pemeriksaan dan ikuti saran dokter ahli sebelum kembali melakukan aktivitas seksual.
  • Melakukan skrining serviks sesuai rekomendasi. Perempuan yang memenuhi kriteria skrining sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala.
  • Tidak mengabaikan keluhan yang mencurigakan. Segera konsultasikan benjolan, kutil, atau perubahan jaringan yang tidak biasa kepada tenaga medis.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Ahli?

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli apabila menemukan kutil kelamin, benjolan yang tidak biasa, atau perubahan pada area genital maupun mulut yang tidak kunjung membaik. Dokter ahli akan menentukan pemeriksaan berdasarkan lokasi keluhan, riwayat kesehatan, dan faktor risiko Anda.

Perlu di ingat bahwa tidak ada satu pemeriksaan HPV yang dapat mendeteksi semua tipe virus di seluruh bagian tubuh. Tes HPV terutama di gunakan untuk kebutuhan skrining dan penanganan risiko kanker serviks pada kondisi yang sesuai, bukan sebagai pemeriksaan umum untuk semua orang.

Selain itu, tidak ada obat-obatan khusus yang dapat menghilangkan HPV secara langsung. Namun, dokter ahli dapat menangani kondisi yang di timbulkan oleh virus tersebut, seperti kutil kelamin atau perubahan sel prakanker, sesuai hasil pemeriksaan.

Jika Anda masih khawatir apakah HPV menular lewat air liur, ciuman, atau kontak intim dengan pasangan seksual, jangan langsung menyimpulkan bahwa Anda telah terinfeksi tanpa pemeriksaan yang sesuai.

Konsultasi HPV di Klinik Apollo Jakarta

Memahami cara penularan HPV membantu Anda mengambil langkah pencegahan yang tepat tanpa menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada infeksi HPV atau memiliki pertanyaan mengenai risiko penularannya, pemeriksaan medis dapat membantu memperjelas kondisi Anda.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan medis untuk membantu mengevaluasi keluhan terkait kesehatan kulit dan kelamin, menentukan pemeriksaan yang sesuai, serta memberikan penanganan berdasarkan hasil evaluasi dokter ahli.

Dengan berkonsultasi, Anda dapat memperoleh informasi medis yang lebih jelas, rekomendasi penanganan yang sesuai, dan arahan pencegahan untuk menjaga kesehatan reproduksi. Jangan menunda pemeriksaan jika muncul keluhan yang mencurigakan.

Segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, penjelasan mengenai risiko HPV, dan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.