Klinik Apollo – Baju sudah dicuci tetap bau ketiak? Kondisi ini cukup mengganggu, apalagi ketika bau kembali muncul beberapa saat setelah pakaian di pakai. Masalah tersebut tidak selalu berarti pakaian kurang bersih.
Bau dapat kembali muncul karena residu keringat dan bakteri yang menempel pada serat kain, terutama di area ketiak.
Selain itu, produksi keringat berlebih atau hiperhidrosis juga dapat membuat masalah semakin sulit di kendalikan.
Karena itu, mengatasi bau ketiak pada baju sebaiknya tidak hanya berfokus pada pakaian. Anda juga perlu memperhatikan kondisi kulit dan jumlah keringat pada tubuh.
Kenapa Baju Sudah Dicuci Tetap Bau Ketiak?
Secara medis, keringat sebenarnya tidak selalu berbau. Bau badan muncul ketika cairan dari kelenjar tertentu, terutama kelenjar apokrin di area ketiak, berinteraksi dengan bakteri yang hidup secara alami di kulit.
Proses tersebut menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma tidak sedap.
Ketika keringat meresap ke pakaian, sebagian residu dan mikroorganisme dapat tertinggal pada serat kain.
Jika pencucian kurang efektif atau pakaian masih lembap ketika di simpan, bau dapat lebih mudah muncul kembali (kambuh). Selain itu, beberapa faktor berikut dapat memperburuk bau:
- Keringat berlebihan atau hiperhidrosis.
- Cuaca panas dan lembap.
- Aktivitas fisik.
- Stres.
- Perubahan hormon.
- Makanan tertentu.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
- Kondisi kulit atau kesehatan tertentu.
7 Cara Mengatasi Baju Sudah Dicuci Tetap Bau Ketiak
Berikut cara mengatasinya:
1. Jangan langsung menyimpan pakaian yang masih lembap
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum di lipat dan di masukkan ke lemari.
Kelembapan yang tertinggal dapat membuat pakaian berbau apek dan membuat masalah bau semakin sulit di kendalikan.
Karena itu, jemur pakaian sampai kering sempurna dan hindari menyimpan pakaian dalam keadaan lembap.
2. Perhatikan bagian ketiak saat mencuci
Area ketiak merupakan bagian pakaian yang paling sering terkena keringat.
Sebelum mencuci, Anda dapat memberikan perhatian lebih pada bagian tersebut.
Gunakan deterjen sesuai petunjuk dan pastikan pakaian di bilas dengan baik.
Jangan hanya mengandalkan pewangi karena pewangi terutama berfungsi menutupi aroma, bukan mengatasi sumber bau.
3. Jangan menunda mencuci baju setelah berkeringat
Setelah di gunakan untuk beraktivitas dan banyak berkeringat, sebaiknya jangan membiarkan pakaian terlalu lama berada dalam kondisi lembap.
Segera pisahkan pakaian yang berkeringat dan cuci sesuai petunjuk perawatan kain.
Langkah ini membantu mengurangi penumpukan residu yang dapat menyebabkan bau.
4. Pilih pakaian yang memungkinkan kulit tetap nyaman
Pakaian yang terlalu ketat dapat membuat keringat lebih sulit menguap.
NHS menyarankan penggunaan pakaian yang nyaman serta menghindari pakaian yang terlalu ketat jika mengalami masalah keringat dan bau badan.
Anda juga dapat memilih bahan yang sesuai dengan aktivitas dan kondisi tubuh.
5. Jaga kebersihan dan kekeringan area ketiak
Masalah bau pada pakaian juga dapat berawal dari tubuh.
Bersihkan ketiak secara rutin menggunakan sabun, kemudian keringkan dengan baik.
NHS merekomendasikan membersihkan area ketiak dan mengeringkannya secara menyeluruh serta menggunakan antiperspiran atau deodoran jika di perlukan.
6. Gunakan antiperspiran jika keringat berlebih
Perlu di bedakan antara deodoran dan antiperspiran.
Deodoran terutama membantu mengurangi atau menyamarkan bau, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi produksi keringat.
Jika ketiak sering basah sampai membasahi pakaian, penggunaan antiperspiran dapat menjadi salah satu pilihan.
Untuk keringat berlebih yang menetap, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi yang lebih sesuai.
7. Periksa jika bau tetap muncul meskipun pakaian sudah bersih
Jika Anda sudah mencuci pakaian dengan benar tetapi bau ketiak tetap muncul berulang kali (kambuh), jangan hanya mengganti deterjen atau menggunakan parfum lebih banyak.
Masalahnya mungkin berasal dari produksi keringat yang berlebihan, bromhidrosis, kondisi kulit, atau faktor kesehatan tertentu.
Hiperhidrosis merupakan kondisi ketika seseorang berkeringat lebih banyak daripada yang di butuhkan tubuh untuk mengatur suhu.
Ketiak termasuk salah satu area yang sering mengalami kondisi ini.
Apakah Bau Ketiak Berarti Kurang Menjaga Kebersihan?
Tidak selalu.
Bau ketiak dapat di alami seseorang meskipun sudah rajin mandi dan menjaga kebersihan.
Faktor bakteri kulit, keringat, hormon, makanan, cuaca, stres, hingga kondisi medis tertentu dapat berperan.
Karena itu, jangan langsung menyalahkan kebersihan diri ketika baju sudah dicuci tetapi tetap bau ketiak.
Jika bau badan tidak membaik setelah melakukan perawatan mandiri, NHS menyarankan konsultasi medis, terutama jika bau berubah tanpa penyebab jelas atau produksi keringat tiba-tiba meningkat.
Kapan Bau Ketiak Perlu Diperiksa Dokter Ahli?
Pertimbangkan konsultasi apabila:
- Bau tetap kuat meskipun sudah mandi dan mengganti pakaian.
- Baju selalu kembali bau setelah beberapa saat di gunakan.
- Ketiak berkeringat sangat banyak.
- Keringat sampai membasahi pakaian berulang kali.
- Bau badan berubah secara tiba-tiba.
- Keluhan mengganggu pekerjaan atau kehidupan sosial.
- Terdapat kemerahan, gatal, benjolan, nyeri, luka, atau cairan pada kulit.
Kondisi tersebut perlu di evaluasi agar dokter ahli dapat membedakan apakah keluhan berkaitan dengan bau badan biasa, bromhidrosis, hiperhidrosis, masalah kulit, atau penyebab lainnya.
Penanganan Bau Ketiak di Klinik Apollo Jakarta
Jika baju sudah dicuci tetapi tetap bau ketiak, pemeriksaan medis dapat membantu mencari sumber masalahnya.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan konsultasi dan pemeriksaan medis untuk membantu mengevaluasi keluhan ketiak bau maupun keringat berlebih.
Melalui konsultasi, Anda dapat memperoleh beberapa manfaat, seperti:
- Membantu mengetahui kemungkinan penyebab bau ketiak.
- Mengevaluasi kemungkinan keringat berlebih atau hiperhidrosis.
- Mendapatkan rekomendasi penanganan sesuai kondisi.
- Mendapatkan edukasi mengenai perawatan dan pencegahan kekambuhan.
- Mendapatkan pelayanan yang mengutamakan kenyamanan dan privasi pasien.
Kesimpulan
Baju sudah dicuci tetapi tetap bau ketiak dapat terjadi karena residu keringat dan bakteri yang tertinggal pada serat kain, pakaian yang belum benar-benar kering, atau karena sumber bau berasal dari tubuh, seperti keringat berlebih.
Karena itu, cuci pakaian dengan benar, keringkan hingga sempurna, jaga kebersihan ketiak, dan gunakan antiperspiran jika di perlukan.
Namun, apabila bau terus berulang (kambuh) atau di sertai keringat berlebihan, sebaiknya jangan hanya menutupinya dengan pewangi.
Konsultasikan keluhan Anda ke Klinik Apollo Jakarta untuk membantu mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai, sehingga bau ketiak dan keringat berlebih dapat lebih terkontrol serta membantu Anda beraktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri (PD).
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



