Orkitis dapat menyebabkan salah satu testis atau kedua testis membengkak dan menjadi nyeri. Infeksi virus seperti gondongan adalah penyebab paling umum.

Penyebab lainnya termasuk penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia dan infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih (ISK). Gejala orkitis biasanya membaik seiring waktu dengan pengobatan.

Kondisi tersebut jarang mempengaruhi kesuburan, meski testis bisa menyusut. Orkitis adalah pembengkakan atau peradangan pada salah satu buah zakar atau kedua buah zakar (testis).

Testis merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Testis membuat sperma dan testosteron (hormon). Pada kebanyakan pria memiliki dua testis yang duduk di dalam kantung yang disebut skrotum.

Apa Saja Gejala Orkitis?

Orkitis dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan testis ringan hingga berat. Kondisi ini sering muncul pada satu testis. Tapi itu bisa menyebar ke testis lain atau bisa mempengaruhi skrotum. Gejala lain dari orkitis dapat meliputi:

  • Kelelahan.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Mual.
  • Detak jantung cepat (takikardia).

Orkitis jarang terjadi sebagai satu-satunya masalah yang mempengaruhi testis. Ketika itu terjadi, biasanya terkait dengan infeksi gondok.

Pada kebanyakan pria dapat mengalami epididimitis setiap tahunnya. Banyak dari mereka menderita epididymo orchitis.

Penyebab Orkitis Secara Umum

Orkitis dapat berkembang karena infeksi virus atau infeksi bakteri. Sebagian besar kasus orkitis terjadi karena infeksi saluran kemih (ISK) atau penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia, gonore (kencing nanah) atau sifilis (penyakit raja singa). Memiliki epididimitis dapat menyebabkan orkitis. Infeksi virus lainnya yang menyebabkan orkitis dapat meliputi:

  • Cacar air (varisela).
  • Sitomegalovirus (CMV).
  • Penyakit tangan, kaki dan mulut (coxsackie virus).
  • Rubella.

Infeksi bakteri lainnya yang menyebabkan orkitis dapat meliputi:

  • Infeksi coli, Staphylococcus (staph) dan Streptococcus (strep).
  • Infeksi prostat (prostatitis).
  • Infeksi saluran kemih (ISK).

Siapapun yang memiliki testis (pria), pada usia berapa pun, bisa terkena orkitis. Risiko orkitis lebih tinggi jika memiliki salah satu dari faktor berikut:

  • Penyakit autoimun
  • Obstruksi saluran keluar kandung kemih seperti hiperplasia prostat jinak (BPH) atau striktur uretra.
  • Kateter Foley (alat yang mengalirkan urine dari kandung kemih ke dalam kantong eksternal).
  • Banyak pasangan seksual dan seks tanpa kondom.
  • Riwayat gejala epididimitis.

Orkitis setelah pubertas yang mempengaruhi kedua testis dapat menurunkan jumlah sperma. Orkitis dapat menyebabkan kemandulan (infertilitas). Orkitis tidak mempengaruhi produksi hormon testosteron. Orkitis juga dapat menyebabkan:

  • Abses (pengumpulan nanah yang menyakitkan) di skrotum.
  • Hidrokel (penumpukan cairan di skrotum).
  • Atrofi testis (testis menyusut).

Bagaimana Cara Mengobati Orkitis?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa testis bengkak dan nyeri tekan. Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk orkitis dapat meliputi:

  • Tes darah, urinalisis dan kultur urine untuk memeriksa infeksi bakteri dan infeksi virus, termasuk penyakit menular seksual (PMS).
  • USG untuk mengukur aliran darah di testis. Tes ini dapat membantu mengesampingkan torsi testis atau situasi darurat yang memotong aliran darah ke testis.

Gejala orkitis biasanya mulai mereda dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Tetapi bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan agar pembengkakan benar-benar hilang.

Jika infeksi bakteri atau penyakit menular seksual (PMS) menyebabkan orkitis, maka memerlukan pengobatan. Ini mungkin melibatkan 10 hari hingga 14 hari pengobatan antibiotik oral.

Jika infeksinya adalah penyakit menular seksual (PMS), maka pasangan seksualnya juga memerlukan pengobatan penyakit menular seksual (PMS).

Anda dapat menurunkan kemungkinan terkena orkitis dengan memakai kondom saat berhubungan seksual. Melakukan pengobatan untuk BPH atau striktur uretra dapat membantu mencegah orkitis.

Segera konsultasikan di Klinik Apollo

Melakukan pemeriksaan di Klinik Apollo akan ditangani secara langsung oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya. Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau.

Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia. Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0812 8580 4316. Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia Ningsih

Yulia Ningsih, seorang Content Writer di Klinik Apollo dari tahun 2017 s/d sekarang. Yuli merupakan lulusan S1 pendidikan bahasa inggris di STKIP Siliwangi Bandung. Untuk mengenal Yuli lebih dalam bisa kepoin instagramnya, karena ia lumayan aktif di instagram. @juleeyay7

Leave A Comment