Klinik Apollo, Jakarta – Herpes merupakan infeksi yang dapat memunculkan lepuhan di kulit dan menyebar melalui berbagai penularan baik secara aktivitas, kondisi, hingga alat bantu seksual.

Herpes bukanlah penyakit yang berbahaya. Namun, penyakit yang dapat menginfeksi melalui hubungan seksual ini memiliki efek yang signifikan pada kesehatan dan emotif penderitanya.

Jika tidak ditangani dengan tepat, herpes dapat menimbulkan komplikasi, seperti radang otak. Mengenai cara penularan herpes, berikut pembahasannya.

Macam-Macam Penyakit Herpes Simpleks

Penyakit herpes diketahui memiliki banyak jenis, di antaranya yang disebabkan oleh Herpes simplex virus (HSV) yang bertipe 1 dan 2.

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1) merupakan mikroba yang menyebabkan herpes oral atau mulut, sedangkan HSV-2 mengakibatkan herpes genital, penyakit yang muncul di kelamin.

Meskipun memiliki penyebab yang sama, keduanya memiliki perbedaan dari sisi gejala dan lokasi infeksi, serta penularannya.

Gejala herpes genital umumnya, yakni timbulnya bercak berisi cairan di area kelamin dan anus yang dapat menimbulkan rasa sakit ketika buang air kecil, sensasi gatal, dan ketidaknyamanan.

Sementara gejala herpes oral, yaitu munculnya lepuh kecil yang terasa gatal atau terbakar di sekitar bibir, mulut, dan tenggorokan.

Dalam penanganan kedua herpes ini, dokter memberikan obat antivirus. Herpes oral bisa sembuh dalam 10 hari, sedangkan herpes genital pulih sekitar 3 minggu.

Baca Juga: Apakah Herpes Genital Berbahaya? Simak Pengobatannya di Sini

Bagaimana Cara Penularan Penyakit Herpes?

Herpes merupakan penyakit yang mudah menular dan menyebarkan infeksinya kepada orang lain baik pada balita maupun orang dewasa.

Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, penderita penyakit herpes genital, misalnya, yakni wanita yang aktif secara seksual.

Selain itu, orang-orang yang berisiko terkena infeksi menular seksual ini, di antaranya pernah menderita IMS, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, kehamilan, dan lain sebagainya.

Virus HSV lebih mudah menular apabila ada kontak langsung dengan penderitanya. Selengkapnya, simak lima cara penularan herpes berikut ini.

1. Kontak Langsung dengan Lepuhan

Kontak langsung dengan lepuh herpes pada area kelamin atau sekitarnya dapat menyebabkan herpes.

Hal ini dapat terjadi melalui hubungan intim dengan seseorang yang memiliki lepuh herpes aktif atau melalui kontak kulit-ke-kulit dengan area yang terinfeksi.

Sementara untuk herpes oral, aktivitas seperti ciuman atau langsung menyentuh dengan tangan sangat berisiko. Hal ini bisa menyebabkan penyentuh mengalami penyakit tersebut.

2. Seks Vaginal dan Oral

Anda perlu mengetahui bahwa memasukkan penis ke vagina (penetrasi) pasangan yang menderita herpes dapat membuat Anda mengalami penyakit yang sama.

Tidak hanya melalui seks vaginal, hubungan seksual oral maupun anal pun dapat membuat pelaku seksual menderita penyakit tersebut.

Virus herpes akan semakin berisiko dan cepat menular kepada seseorang apabila melakukan hubungan intim tanpa alat kontrasepsi.

3. Melalui Ciuman

Ketika sedang berciuman, kedua bibir akan saling bersentuhan dan mungkin menciptakan air liur.

Sesuai dengan penularan utamanya, yakni kontak langsung dengan mulut atau air liur penderita, virus ini bisa berpindah kepada orang yang sehat.

Ini dinamakan herpes oral, yang mana penularannya dengan sentuhan langsung melalui perantara bibir atau mulut.

Ini disebabkan oleh kemampuan virus herpes yang mudah menular melalui area yang lembap. Adapun gejala awal dari infeksi tersebut, antara lain demam, pusing, dan kelelahan.

4. Kehamilan Normal

Penularan herpes dapat terjadi selama kehamilan baik pada trimester pertama, kedua, atau ketiga.

Bayi yang dikandung seorang ibu memiliki risiko apabila orang tuanya itu memiliki infeksi herpes kelamin aktif saat melahirkan.

Infeksi herpes pada bayi yang baru lahir dapat terjadi saat terpapar virus melalui proses kelahiran.

Hal ini dapat mengakibatkan infeksi yang serius dan berpotensi mengancam kehidupan buah hati.

Jika ibu mengalami infeksi herpes pertama kali selama kehamilan, memiliki infeksi herpes aktif saat persalinan, atau mengalami kekambuhan saat persalinan, risiko penyebarannya semakin tinggi.

5. Memakai Alat Bantu Seks

Alat bantu seks yang dipakai secara bergantian dapat menjadi wadah bagi virus herpes dalam menyebarkan infeksi sekalipun kemungkinannya kecil.

Hal ini dapat terjadi ketika memakai alat bantu yang tidak steril. Hal ini karena virus dapat bertahan hidup di permukaan mainan seks.

Terutama, jika terdapat cairan tubuh yang terinfeksi seperti air liur, cairan genital, atau lepuh herpes.

Jika alat bantu seks digunakan oleh seseorang yang terinfeksi herpes dan kemudian digunakan oleh orang lain tanpa membersihkannya, virus herpes dapat menular kepada orang tersebut.

Kendati banyak aktivitas atau benda yang dapat menjadi media penyebaran herpes, dudukan toilet, memakai peralatan mandi, dan alat makan, tidak membuat virus menyebar kepada individu lainnya.

Demikian pembahasan mengenai cara penularan herpes. Apabila mengalami tanda-tanda, seperti ruam atau lepuhan di mulut atau kelamin, segera hubungi kami melalui tautan berikut ini.

>>> KONSULTASI ONLINE GRATIS DI SINI <<<

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment