Klinik Apollo – Penyebab Bau ketiak menyengat umumnya muncul ketika keringat, terutama dari kelenjar apokrin, bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.

Kebersihan, cuaca panas, stres, perubahan hormon, makanan tertentu, keringat berlebih, hingga kondisi medis tertentu dapat memengaruhi kondisi ini.

Apa Penyebab Bau Ketiak Menyengat?

Secara medis, dokter dapat menyebut bau badan yang sangat kuat sebagai bromhidrosis. Keringat sebenarnya tidak selalu menimbulkan bau. Bakteri yang hidup secara alami di kulit memecah komponen keringat dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau.

Area ketiak lebih mudah mengalami masalah ini karena memiliki banyak kelenjar apokrin di sekitar folikel rambut.

Setelah pubertas, kelenjar tersebut menjadi lebih aktif. Kelenjar kemudian menghasilkan cairan yang dapat diuraikan bakteri sehingga menimbulkan aroma khas yang menyengat.

Berikut beberapa penyebab bau ketiak yang perlu diketahui.

1. Pertumbuhan bakteri di kulit

Kulit secara alami memiliki berbagai jenis bakteri. Ketika keringat dan minyak menumpuk, bakteri memecah komponen tertentu dalam cairan tersebut dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau.

Karena itu, bau ketiak tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang jarang mandi. Jenis bakteri kulit, jumlah keringat, kondisi kulit, dan faktor genetik juga dapat memengaruhi intensitas aroma tubuh.

2. Keringat berlebih atau hiperhidrosis

Orang yang mengalami hiperhidrosis dapat berkeringat jauh lebih banyak daripada kebutuhan tubuh untuk mengatur suhu. Kondisi ini dapat membuat area ketiak terus lembap dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab bau badan.

Jika keringat berlebih mengganggu aktivitas, membuat pakaian terus basah, atau membuat seseorang menghindari interaksi sosial, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan medis.

3. Cuaca panas dan aktivitas fisik

Tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mengatur suhu. Olahraga, aktivitas fisik berat, dan lingkungan panas dapat meningkatkan produksi keringat sehingga bau ketiak lebih mudah muncul.

Mayo Clinic juga menyebut panas, olahraga, stres, demam, perubahan hormon, dan rambut tubuh sebagai beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan keringat serta bau badan.

4. Stres dan kecemasan

Stres tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis. Respons tubuh terhadap stres juga dapat mengaktifkan kelenjar keringat, termasuk kelenjar apokrin di area ketiak.

Akibatnya, seseorang mungkin mencium bau ketiak yang lebih kuat ketika menghadapi situasi menegangkan, seperti presentasi, wawancara kerja, atau aktivitas yang memicu kecemasan.

5. Perubahan hormon

Perubahan hormon, termasuk perubahan yang terjadi saat pubertas, dapat memengaruhi aktivitas kelenjar apokrin. Pada kondisi tertentu, perubahan hormon juga dapat meningkatkan produksi keringat dan mengubah karakteristik bau badan.

Karena itu, jangan langsung menganggap bau badan yang baru muncul atau berubah secara signifikan sebagai masalah kebersihan, terutama jika Anda tidak menemukan penyebab yang jelas.

6. Makanan dan minuman tertentu

Pola makan juga dapat memengaruhi aroma tubuh. Makanan dengan aroma kuat, seperti bawang putih dan bawang bombai, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat membuat bau tubuh terasa lebih menyengat pada sebagian orang.

Namun, setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda. Perhatikan apakah makanan tertentu selalu menyebabkan perubahan bau ketiak pada diri Anda.

7. Pakaian yang lembap atau jarang dicuci

Keringat, minyak, sel kulit mati, dan bakteri dapat menempel pada pakaian. Jika Anda kembali mengenakan pakaian yang sudah lembap, bau dapat semakin mudah muncul meskipun Anda sudah membersihkan tubuh.

Gunakan pakaian bersih setelah berkeringat dan pilih bahan yang memberikan sirkulasi udara lebih baik.

8. Kondisi medis tertentu

Dalam beberapa kasus, perubahan bau badan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan. Diabetes, gangguan tiroid, penyakit hati, penyakit ginjal, infeksi, dan kondisi lainnya dapat memengaruhi keringat atau aroma tubuh.

Meski demikian, bau ketiak saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis penyakit tertentu. Dokter perlu menilai gejala lain, riwayat kesehatan, obat yang digunakan, serta melakukan pemeriksaan jika diperlukan.

Baca Juga: Apakah Bulu Ketiak Bikin Bau? Ini Fakta Sebenarnya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Ketiak?

Penanganan bau ketiak sebaiknya mengikuti penyebabnya. Jika masalahnya ringan dan tidak berkaitan dengan penyakit tertentu, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut.

1. Bersihkan ketiak secara teratur

Cuci area ketiak menggunakan sabun, kemudian keringkan secara menyeluruh. Kebiasaan ini membantu mengurangi keringat, minyak, dan bakteri yang dapat menyebabkan bau.

NHS menyarankan agar Anda membersihkan ketiak, selangkangan, dan kaki setidaknya dua kali sehari serta mengeringkannya dengan baik jika mengalami masalah bau badan.

2. Gunakan antiperspiran

Antiperspiran berbeda dari deodorant. Antiperspiran membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit, sedangkan deodorant terutama membantu mengurangi atau menutupi bau.

Menurut Mayo Clinic, antiperspiran biasanya mengandung garam logam seperti aluminium yang membantu mengurangi keluarnya keringat. Anda dapat meningkatkan efektivitasnya dengan mengoleskan antiperspiran pada kulit yang kering.

3. Kenakan pakaian yang menyerap kelembapan

Pilih pakaian yang longgar dan memiliki sirkulasi udara baik. Bahan seperti katun dapat menjaga kenyamanan kulit. Sebaliknya, pakaian yang terlalu ketat atau mudah mempertahankan kelembapan dapat membuat area ketiak lebih mudah lembap.

4. Ganti pakaian setelah banyak berkeringat

Setelah berolahraga atau melakukan aktivitas berat, segera ganti pakaian yang basah oleh keringat. Kebiasaan ini membantu mengurangi waktu kontak antara keringat, bakteri, dan kain.

5. Perhatikan makanan pemicu

Jika Anda menyadari bau badan semakin kuat setelah mengonsumsi makanan tertentu, coba kurangi makanan tersebut dan amati perubahan selama beberapa waktu. Hindari juga konsumsi alkohol secara berlebihan.

6. Kelola stres

Teknik relaksasi, olahraga teratur, tidur cukup, dan pengelolaan stres dapat membantu mengurangi pemicu keringat pada sebagian orang.

Baca Juga: 7 Cara Agar Tidak Bau Ketiak yang Mudah Dicoba

Kapan Bau Ketiak Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Tidak semua bau ketiak menunjukkan penyakit. Namun, Anda perlu mempertimbangkan pemeriksaan medis jika bau badan:

  • muncul secara tiba-tiba tanpa perubahan kebiasaan yang jelas.
  • semakin kuat meskipun Anda sudah memperbaiki kebersihan dan menggunakan antiperspiran.
  • muncul bersama keringat berlebihan.
  • membuat pakaian sering basah.
  • mengganggu aktivitas, pekerjaan, atau kehidupan sosial;
  • muncul bersama perubahan pada kulit, seperti iritasi atau infeksi
  • muncul bersama gejala lain yang tidak biasa.

Mayo Clinic merekomendasikan konsultasi medis jika seseorang tiba-tiba mengalami keringat lebih banyak, mengalami keringat malam tanpa penyebab yang jelas, mengalami gangguan aktivitas akibat keringat, atau mengalami perubahan bau badan tanpa alasan yang diketahui.

Perhatikan juga perubahan aroma tubuh tertentu. Misalnya, Cleveland Clinic mencatat bahwa aroma tubuh yang menyerupai buah pada kondisi tertentu dapat berkaitan dengan ketoasidosis diabetik. Penyakit tertentu juga dapat menyebabkan perubahan bau yang tidak biasa. Namun, jangan gunakan gejala tersebut untuk mendiagnosis penyakit sendiri.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Bau Ketiak?

Dokter akan menilai pola keringat dan bau, waktu munculnya keluhan, faktor yang memperburuk keluhan, obat atau suplemen yang Anda konsumsi, serta kondisi kesehatan lainnya.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan masalah pada kulit atau kelenjar keringat. Jika dokter mencurigai kondisi medis tertentu, dokter mungkin meminta Anda menjalani pemeriksaan darah atau urine untuk mencari penyebab yang mendasari.

Dengan pendekatan tersebut, dokter tidak hanya berfokus pada penghilangan bau, tetapi juga menangani faktor yang menyebabkan masalah.

Pengobatan Bau Ketiak Secara Medis

Jika perawatan mandiri belum memberikan hasil yang cukup, dokter dapat memilih beberapa metode sesuai kondisi pasien. Dokter dapat merekomendasikan antiperspiran dengan kekuatan lebih tinggi, obat tertentu untuk mengurangi keringat, atau prosedur seperti injeksi botulinum toxin pada kasus keringat berlebih tertentu.

Untuk hiperhidrosis yang berat, dokter perlu mengevaluasi tingkat keparahan, lokasi keringat, kondisi kulit, dan riwayat kesehatan sebelum menentukan terapi.

Karena itu, jangan sembarangan menggunakan obat atau produk medis untuk mengatasi bau ketiak yang menetap sebelum mengetahui penyebabnya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Penghilang Bau Ketiak Terbaik dan Ampuh

Apakah Bau Ketiak Menyengat Bisa Dicegah?

Sebagian besar masalah bau badan dapat dikurangi dengan kebiasaan sederhana. Terapkan beberapa langkah berikut secara konsisten:

  1. Mandi dan bersihkan ketiak secara teratur.
  2. Keringkan ketiak setelah mandi.
  3. Gunakan antiperspiran sesuai petunjuk.
  4. Ganti pakaian yang basah oleh keringat.
  5. Pilih pakaian yang nyaman dan memiliki sirkulasi udara baik.
  6. Perhatikan makanan yang memicu perubahan aroma tubuh.
  7. Kelola stres dengan baik.
  8. Periksakan diri jika bau badan berubah tiba-tiba atau muncul bersama keringat berlebih.

Konsultasi Bau Ketiak di Klinik Apollo Jakarta

Bau ketiak menyengat memang sering kali muncul akibat interaksi antara keringat dan bakteri kulit. Namun, jika keluhan menetap atau muncul bersama keringat berlebihan, Anda perlu mencari penyebabnya agar dokter dapat menentukan penanganan yang tepat.

Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan kesehatan dengan dukungan dokter dan tenaga medis profesional serta fasilitas medis untuk membantu pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi.

Jangan biarkan bau ketiak menyengat mengganggu kepercayaan diri dan aktivitas Anda. Konsultasikan keluhan kepada dokter di Klinik Apollo Jakarta agar dokter dapat mengevaluasi penyebab, menentukan pemeriksaan jika diperlukan, dan memberikan pilihan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh solusi yang lebih aman dan terarah.

Refrensi Medis:

  • Mayo Clinic – Sweating and body odor: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sweating-and-body-odor/symptoms-causes/syc-20353895
  • Cleveland Clinic – Body Odor: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17865-body-odor
  • NHS – Body Odour: https://www.nhs.uk/symptoms/body-odour-bo/

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.