Klinik Apollo – Bau ketiak merupakan masalah yang cukup umum. Namun, sebagian orang menyadari aroma ketiaknya terasa pahit, asam, tajam, atau menyengat, sehingga muncul pertanyaan: bau ketiak pahit apakah normal? Pada dasarnya, aroma tubuh setiap orang memang berbeda.

Keringat sendiri sebenarnya tidak selalu berbau. Bau muncul ketika komponen keringat, minyak, dan zat organik pada kulit berinteraksi dengan mikroorganisme yang secara alami hidup di permukaan kulit.

Area ketiak juga memiliki banyak kelenjar apokrin, sehingga lebih mudah menghasilkan aroma tubuh yang khas. Karena itu, bau ketiak pahit tidak otomatis menandakan penyakit.

Akan tetapi, jika aromanya tiba-tiba berubah, semakin kuat, menetap, atau di sertai keluhan lain, kondisi tersebut sebaiknya di periksa.

Apakah Bau Ketiak Pahit Normal?

Bau ketiak pahit dapat terjadi secara normal, terutama jika hanya muncul sesekali setelah berkeringat, berolahraga, berada di cuaca panas, atau mengalami stres.

Keringat dari kelenjar apokrin mengandung berbagai komponen yang kemudian di uraikan oleh bakteri kulit.

Proses tersebut menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma tubuh. Oleh sebab itu, seseorang tidak harus selalu memiliki ketiak yang sangat basah untuk mengalami bau badan.

Namun, bau ketiak yang sangat menyengat dan terus-menerus dapat mengarah pada kondisi yang di sebut bromhidrosis, terutama jika bau tidak membaik meskipun kebersihan tubuh sudah di jaga.

Penyebab Bau Ketiak Pahit

Ada beberapa faktor yang dapat membuat aroma ketiak berubah menjadi pahit atau lebih menyengat.

1. Bakteri pada kulit

Ini merupakan salah satu penyebab paling umum.

Kulit secara alami memiliki mikroorganisme.

Ketika bakteri memecah komponen keringat dan bahan organik di permukaan kulit, proses tersebut menghasilkan berbagai senyawa berbau.

Jadi, bau ketiak bukan semata-mata karena keringat.

Interaksi antara keringat dan mikroorganisme kulit memiliki peran penting.

2. Keringat berlebih atau hiperhidrosis

Orang yang mengalami hiperhidrosis menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang di butuhkan tubuh untuk mengatur suhu.

Kondisi tersebut dapat membuat kulit dan pakaian lebih lembap.

Akibatnya, bakteri lebih mudah berinteraksi dengan keringat sehingga bau tubuh menjadi lebih kuat.

3. Makanan tertentu

Pola makan juga dapat memengaruhi aroma tubuh.

Beberapa makanan yang mengandung senyawa sulfur, seperti bawang putih, bawang bombai, brokoli, kubis, dan kembang kol, dapat memengaruhi bau tubuh.

Makanan pedas juga dapat meningkatkan produksi keringat pada sebagian orang.

Karena itu, jika Anda merasa bau ketiak pahit muncul setelah mengonsumsi makanan tertentu, cobalah mencatat makanan yang di konsumsi dan melihat apakah terdapat pola tertentu.

4. Perubahan hormon

Perubahan hormon dapat memengaruhi produksi keringat dan aroma tubuh.

Stres, perubahan hormonal, masa pubertas, menstruasi, kehamilan, hingga menopause dapat menyebabkan perubahan pola berkeringat pada sebagian orang.

5. Stres dan kecemasan

Saat mengalami stres atau kecemasan, tubuh dapat mengaktifkan kelenjar keringat tertentu, termasuk kelenjar apokrin.

Kondisi tersebut dapat membuat aroma ketiak terasa lebih kuat, terutama ketika seseorang sedang menghadapi situasi yang membuat tegang.

6. Kebersihan dan pakaian

Keringat, minyak kulit, sel kulit mati, bakteri, serta residu produk perawatan dapat menumpuk di area ketiak.

Selain itu, pakaian yang sudah menyerap keringat juga dapat mempertahankan aroma tidak sedap.

Karena itu, mencuci pakaian secara teratur dan menggunakan pakaian yang bersih dapat membantu mengurangi bau.

NHS juga menyarankan untuk membersihkan area ketiak secara rutin, mengeringkannya dengan baik, menggunakan antiperspirant atau deodorant, serta mengganti pakaian secara teratur.

7. Kondisi kulit tertentu

Bau ketiak yang menetap terkadang berkaitan dengan masalah pada kulit, terutama jika di sertai kemerahan, gatal, iritasi, luka, benjolan, atau keluarnya cairan.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan deodorant saja mungkin tidak menyelesaikan sumber masalah.

Pemeriksaan dokter ahli dapat membantu menentukan apakah terdapat gangguan kulit atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan khusus.

Bau Ketiak Pahit Apakah Tanda Penyakit?

Belum tentu.

Bau ketiak pahit saja tidak cukup untuk menentukan adanya penyakit tertentu.

Namun, perubahan aroma tubuh yang mendadak dan menetap patut di perhatikan.

Beberapa kondisi medis seperti diabetes (kencing manis), gangguan tiroid, penyakit hati, penyakit ginjal, atau infeksi dapat berhubungan dengan perubahan bau tubuh, meskipun karakter aromanya tidak dapat di gunakan sebagai satu-satunya cara untuk mendiagnosis penyakit.

Misalnya, Cleveland Clinic menyebutkan bahwa bau tubuh yang berubah menjadi fruity atau manis dapat berkaitan dengan ketoasidosis diabetik, sedangkan perubahan bau tertentu juga dapat muncul pada gangguan hati atau ginjal.

Oleh karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan bau ketiak.

Cara Mengurangi Bau Ketiak Pahit

Jika penyebabnya bukan kondisi medis tertentu, beberapa langkah sederhana dapat membantu.

1. Bersihkan ketiak secara teratur

Cuci area ketiak menggunakan sabun dan kemudian keringkan dengan baik.

Kondisi kulit yang bersih dan tidak terlalu lembap dapat membantu mengurangi pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau.

2. Gunakan antiperspirant jika banyak berkeringat

Deodorant terutama membantu mengontrol atau menutupi bau, sedangkan antiperspirant membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.

3. Gunakan pakaian bersih dan mudah menyerap keringat

Pilih pakaian yang memungkinkan sirkulasi udara dan jangan terlalu ketat.

Segera ganti pakaian jika sudah lembap akibat keringat.

4. Perhatikan makanan

Jika bau semakin kuat setelah mengonsumsi makanan tertentu, kurangi makanan tersebut untuk sementara dan amati perubahan aromanya.

5. Kelola stres

Relaksasi, olahraga yang sesuai, tidur cukup, dan aktivitas yang membantu mengurangi stres dapat membantu mengontrol keringat yang di picu oleh kondisi emosional.

6. Jangan terus-menerus menutupi bau dengan parfum

Parfum atau deodorant dapat membantu mengurangi aroma untuk sementara.

Namun, jika bau terus kembali (kambuh) atau semakin kuat, lebih baik mencari penyebabnya daripada hanya menutupi aromanya.

Kapan Bau Ketiak Harus Diperiksakan ke Dokter Ahli?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter ahli jika:

  • Bau ketiak menetap meskipun sudah mandi dan menjaga kebersihan;
  • Aroma tubuh tiba-tiba berubah tanpa penyebab yang jelas;
  • Keringat keluar sangat banyak atau mengganggu aktivitas;
  • Sering berkeringat saat tidur tanpa alasan yang jelas;
  • Muncul gatal, kemerahan, iritasi, luka, atau ruam;
  • Terdapat benjolan atau nyeri di ketiak;
  • Keluar cairan dari area kulit;
  • Bau di sertai keluhan kesehatan lainnya.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Bau Ketiak?

Dokter ahli biasanya akan menanyakan kapan bau mulai muncul, seberapa sering terjadi, apakah terdapat keringat berlebih, produk yang di gunakan, pola makan, obat-obatan, serta gejala lain yang menyertai.

Selanjutnya, dokter ahli dapat memeriksa kondisi kulit dan ketiak secara langsung.

Jika terdapat kecurigaan terhadap penyakit tertentu, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau urine dapat di lakukan sesuai indikasi.

Dengan demikian, pengobatan tidak hanya berfokus pada menghilangkan bau, tetapi juga menangani faktor yang menjadi penyebabnya.

Kesimpulan

Bau ketiak pahit tidak selalu berarti adanya penyakit. Aroma tersebut dapat muncul akibat interaksi keringat dengan bakteri kulit dan di pengaruhi oleh berbagai faktor seperti makanan, hormon, stres, kebersihan, pakaian, hingga keringat berlebih.

Namun, apabila bau ketiak semakin kuat, menetap, muncul secara tiba-tiba, atau di sertai kelainan kulit dan keringat berlebihan, sebaiknya jangan hanya mengandalkan deodorant. Pemeriksaan dokter ahli dapat membantu mengetahui penyebab yang sebenarnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jika bau ketiak pahit terus berulang (kambuh) atau mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi kondisi dan arahan penanganan yang sesuai.

Klinik Apollo menyediakan konsultasi serta reservasi melalui layanan online, sehingga Anda dapat memperoleh informasi medis secara lebih privat dan praktis sebelum menentukan langkah pengobatan.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.