Klinik Apollo – Pernah merasa ketiak sebelah kanan selalu basah, sedangkan ketiak kiri relatif lebih kering? Kondisi ini cukup mengganggu, terutama jika keringat sampai membasahi pakaian atau menimbulkan bau tidak sedap.

Pada dasarnya, berkeringat merupakan mekanisme normal tubuh untuk mengatur suhu. Namun, jika produksi keringat terlalu banyak, muncul tanpa pemicu yang jelas, atau baru terjadi secara tiba-tiba, kondisi tersebut perlu di perhatikan.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah hiperhidrosis, yaitu kondisi ketika tubuh menghasilkan keringat lebih banyak daripada yang di butuhkan untuk mendinginkan tubuh. Akan tetapi, ketiak kanan yang lebih basah tidak selalu berarti Anda mengalami penyakit tertentu.

Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter ahli. Keringat berlebih memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga diagnosis tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan lokasi keringat.

Kenapa Ketiak Sebelah Kanan Selalu Basah?

Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan satu ketiak terasa lebih lembap daripada sisi lainnya.

Faktor lingkungan, aktivitas, stres, kondisi kulit, hingga gangguan tertentu dapat berperan.

1. Aktivitas kelenjar keringat setiap sisi bisa berbeda

Ketiak memiliki kelenjar keringat yang berperan dalam pengaturan suhu tubuh.

Kelenjar ekrin menghasilkan keringat yang terutama membantu mendinginkan tubuh, sedangkan kelenjar apokrin banyak terdapat di area seperti ketiak dan berhubungan dengan rambut serta bau badan.

Karena kondisi kulit dan aktivitas kelenjar pada setiap area tidak selalu identik, seseorang dapat merasa salah satu ketiak lebih lembap.

Jadi, ketiak kanan lebih basah daripada kiri tidak otomatis menunjukkan adanya penyakit.

2. Cuaca panas dan udara lembap

Tinggal di lingkungan yang panas atau lembap dapat membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan keringat.

Ketika suhu tubuh meningkat, sistem saraf mengaktifkan kelenjar keringat.

Keringat kemudian menguap dari permukaan kulit dan membantu menurunkan suhu tubuh.

Karena itu, ketiak dapat menjadi lebih basah setelah:

  • Beraktivitas di luar ruangan.
  • Berjalan atau berolahraga.
  • Berada di ruangan yang panas.
  • Menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau ketat.

Jika keringat hanya muncul dalam kondisi tersebut, kemungkinan besar hal ini merupakan respons normal tubuh.

3. Aktivitas fisik

Olahraga, berjalan cepat, naik tangga, atau pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga dapat meningkatkan suhu tubuh.

Akibatnya, tubuh meningkatkan produksi keringat.

Ketiak termasuk salah satu area yang sering terlihat basah karena memiliki banyak kelenjar keringat.

Namun, jika ketiak tetap basah meskipun sedang duduk santai di ruangan sejuk, Anda perlu memperhatikan pola tersebut.

4. Stres dan rasa cemas

Pernah merasa ketiak tiba-tiba basah ketika sedang gugup, melakukan presentasi, menghadapi wawancara kerja, atau berada dalam situasi yang membuat tegang?

Hal tersebut dapat terjadi karena stres mengaktifkan sistem saraf yang kemudian merangsang kelenjar keringat.

Keringat juga dapat muncul ketika seseorang merasa cemas atau gugup, bukan hanya ketika tubuh kepanasan.

Oleh sebab itu, coba perhatikan apakah ketiak kanan lebih mudah basah pada situasi tertentu.

5. Hiperhidrosis atau keringat berlebihan

Hiperhidrosis merupakan salah satu penyebab ketiak berkeringat secara berlebihan.

Seseorang dengan hiperhidrosis dapat berkeringat lebih banyak daripada kebutuhan tubuh untuk mengatur suhu.

Keringat bahkan dapat muncul ketika seseorang tidak sedang berolahraga atau berada di tempat panas.

Hiperhidrosis dapat mengenai:

  • Ketiak.
  • Telapak tangan.
  • Telapak kaki.
  • Wajah.
  • Area tubuh tertentu lainnya.

Namun, terdapat hal penting yang perlu di pahami.

Hiperhidrosis primer biasanya memengaruhi kedua sisi tubuh secara relatif simetris.

Karena itu, jika keringat hanya terjadi pada ketiak kanan dan perbedaannya sangat jelas, dokter ahli mungkin perlu mempertimbangkan penyebab lain.

6. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi produksi keringat.

Misalnya, keringat berlebih dapat berkaitan dengan kondisi seperti menopause atau gangguan hormon tiroid.

Karena itu, apabila keringat berlebih muncul bersama keluhan lain seperti jantung berdebar, mudah merasa panas, perubahan berat badan, atau gangguan menstruasi, konsultasi medis dapat membantu mencari penyebabnya.

7. Efek samping obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan peningkatan produksi keringat.

Jika keringat berlebih mulai muncul setelah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu, jangan langsung menghentikan obat-obatan tersebut.

Sebaiknya tanyakan kepada dokter ahli yang meresepkannya.

8. Kondisi medis tertentu

Selain hiperhidrosis, keringat berlebih terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Beberapa kemungkinan antara lain:

  • Hipertiroidisme.
  • Gula darah rendah.
  • Infeksi.
  • Gangguan neurologis tertentu.
  • Menopause.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Kondisi medis tertentu lainnya.

Namun, ketiak basah sebelah saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis.

Dokter ahli perlu melihat keseluruhan gejala dan riwayat kesehatan sebelum menentukan penyebabnya.

Apakah Ketiak Kanan Basah Sebelah Berbahaya?

Belum tentu.

Jika kondisi tersebut sudah lama terjadi, hanya muncul saat panas atau aktivitas, dan tidak di sertai keluhan lain, Anda tidak perlu langsung menganggapnya sebagai penyakit serius.

Sebaliknya, Anda sebaiknya lebih memperhatikan kondisi apabila keringat:

  • Baru muncul secara tiba-tiba.
  • Semakin banyak di bandingkan sebelumnya.
  • Muncul ketika tubuh sedang tidak panas.
  • Membasahi pakaian berulang kali (kambuh).
  • Mengganggu pekerjaan atau aktivitas sosial.
  • Terjadi saat tidur tanpa penyebab yang jelas.
  • Di sertai perubahan bau badan yang tiba-tiba.

Ketiak Sebelah Kanan Selalu Basah, Apakah Hiperhidrosis?

Belum tentu.

Salah satu petunjuk yang dapat membantu adalah pola keringat.

Hiperhidrosis primer biasanya menyebabkan keringat berlebih pada area tertentu dan cenderung terjadi di kedua sisi tubuh.

Karena itu, jika keluhan Anda benar-benar hanya terjadi pada ketiak kanan, dokter ahli mungkin perlu menilai:

  • Sejak kapan keluhan muncul.
  • Apakah ketiak kiri juga berkeringat.
  • Apakah keringat muncul saat istirahat.
  • Apakah keringat muncul saat tidur.
  • Apakah ada pemicu seperti panas, olahraga, makanan atau stres.
  • Obat-obatan atau suplemen yang sedang di konsumsi.
  • Apakah terdapat keluhan kesehatan lainnya.

American Academy of Dermatology juga menjelaskan bahwa dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan medis tertentu untuk mencari penyebab keringat berlebih.

Cara Mengatasi Ketiak yang Sering Basah

Penanganan sebaiknya di sesuaikan dengan penyebabnya.

Namun, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi kelembapan.

1. Gunakan antiperspiran

Jika tujuan Anda adalah mengurangi keringat, pilih produk antiperspiran, bukan hanya deodorant.

Antiperspiran bekerja dengan mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.

Sebaliknya, deodorant terutama membantu mengendalikan bau.

Untuk hiperhidrosis ringan, antiperspiran yang di jual bebas dapat membantu.

Jika hasilnya tidak cukup, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi yang lebih sesuai.

2. Gunakan pakaian yang nyaman

Pilih pakaian yang longgar dan memungkinkan sirkulasi udara.

Hindari pakaian terlalu ketat apabila membuat area ketiak semakin lembap.

NHS juga menyarankan menghindari pakaian ketat dan bahan tertentu yang dapat memperburuk masalah keringat.

3. Perhatikan pemicu

Cobalah mencatat kapan ketiak mulai basah.

Misalnya: “Ketiak kanan basah setelah minum kopi.” atau: “Ketiak kanan mulai berkeringat ketika sedang stres.”

Catatan tersebut dapat membantu dokter memahami pola keluhan Anda.

4. Jaga kebersihan area ketiak

Mandi secara teratur dan pastikan area ketiak di keringkan dengan baik.

Jika keringat berlebih menyebabkan bau, menjaga kebersihan kulit dapat membantu mengurangi penumpukan bakteri penyebab bau badan.

Bagaimana Dokter Memeriksa Penyebab Ketiak Basah?

Dokter ahli biasanya memulai pemeriksaan dengan menanyakan riwayat keluhan dan melakukan pemeriksaan fisik.

Beberapa pertanyaan yang mungkin di berikan meliputi:

  • Kapan keringat berlebih mulai terjadi?
  • Seberapa sering terjadi?
  • Apakah hanya ketiak kanan atau kedua ketiak?
  • Apakah keringat muncul ketika tidur?
  • Apakah terdapat anggota keluarga dengan keluhan serupa?
  • Apakah sedang menggunakan obat-obatan tertentu?
  • Apakah ada gejala lain?

Jika dokter ahli mencurigai adanya kondisi tertentu, pemeriksaan tambahan seperti tes darah atau urine dapat di lakukan sesuai kebutuhan.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu mencari kemungkinan seperti gangguan tiroid atau masalah gula darah.

Dengan demikian, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada “berapa banyak keringat”, tetapi juga mengapa keringat tersebut muncul.

Apakah Keringat Berlebih Bisa Diobati?

Ya.

Penanganannya bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.

Untuk hiperhidrosis, dokter ahli dapat mempertimbangkan beberapa pilihan, mulai dari antiperspiran medis hingga terapi tertentu.

American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa pilihan terapi dapat mencakup antiperspiran resep, obat-obatan tertentu, suntikan botulinum toxin, serta prosedur lain pada pasien yang sesuai.

Karena tidak ada satu terapi yang cocok untuk semua orang, diagnosis terlebih dahulu tetap penting.

Kapan Ketiak Sebelah Kanan Harus Diperiksakan?

Segera pertimbangkan konsultasi dokter ahli jika:

  • Ketiak kanan tiba-tiba selalu basah, padahal sebelumnya tidak.
  • Keringat muncul tanpa aktivitas atau suhu panas.
  • Keringat sampai menembus pakaian.
  • Keluhan berlangsung terus-menerus.
  • Keringat mengganggu pekerjaan atau kehidupan sosial.
  • Anda mengalami keringat malam tanpa penyebab yang jelas.
  • Terdapat perubahan bau badan secara tiba-tiba.
  • Muncul keluhan lain seperti demam, penurunan berat badan tanpa sebab, jantung berdebar, atau keluhan kesehatan lainnya.

Jika keringat berat muncul bersama pusing, nyeri dada, mual, kulit dingin, atau denyut nadi cepat, cari pertolongan medis segera.

Kesimpulan

Jadi, kenapa ketiak sebelah kanan selalu basah? Penyebabnya bisa beragam, mulai dari aktivitas fisik, cuaca panas dan lembap, stres, kondisi kulit, hingga produksi keringat berlebih atau efek obat-obatan tertentu. Ketiak kanan yang lebih basah daripada kiri tidak otomatis menandakan penyakit.

Namun, karena hiperhidrosis primer umumnya terjadi pada kedua sisi tubuh, keringat yang hanya muncul pada 1 sisi, terutama jika baru terjadi atau semakin berat, sebaiknya di evaluasi untuk mencari penyebab yang tepat.

Jika keluhan ketiak sebelah kanan selalu basah terus berulang (kambuh) dan mulai mengganggu kenyamanan atau aktivitas, jangan hanya menutupinya dengan deodorant.

Konsultasikan kondisi Anda ke dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan evaluasi medis, mengetahui kemungkinan penyebabnya, serta memperoleh rekomendasi penanganan yang di sesuaikan dengan kondisi Anda. Klinik Apollo juga menyediakan layanan konsultasi dan reservasi untuk membantu pasien mendapatkan arahan medis dengan lebih mudah.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.