Klinik Apollo – Ketiak yang mudah basah sering membuat seseorang merasa tidak nyaman, terutama ketika noda keringat terlihat jelas pada pakaian.

Namun, ketiak basah tapi tidak bau sebenarnya tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Pada dasarnya, keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu. Selain itu, keringat itu sendiri umumnya tidak berbau.

Bau badan muncul ketika keringat berinteraksi dengan bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Karena itu, seseorang bisa mengalami keringat berlebih tanpa menghasilkan bau ketiak yang menyengat. Lalu, apa penyebab ketiak sering basah tetapi tidak bau? Berikut penjelasannya.

1. Cuaca panas dan lingkungan yang lembap

Salah satu penyebab paling umum adalah suhu lingkungan yang tinggi.

Ketika tubuh merasa panas, kelenjar keringat bekerja untuk membantu menurunkan suhu tubuh.

Indonesia memiliki cuaca yang relatif panas dan lembap sehingga ketiak dapat lebih mudah berkeringat, terutama ketika berada di luar ruangan atau melakukan aktivitas fisik.

Selama keringat masih sesuai dengan kondisi panas atau aktivitas dan tidak di sertai keluhan lain, kondisi tersebut biasanya merupakan respons tubuh yang normal.

2. Aktivitas fisik yang meningkatkan produksi keringat

Olahraga, berjalan jauh, naik tangga, atau melakukan pekerjaan fisik dapat membuat tubuh menghasilkan lebih banyak keringat.

Kelenjar ekrin yang terdapat di berbagai bagian tubuh menghasilkan keringat terutama untuk membantu proses pendinginan.

Keringat jenis ini pada dasarnya tidak memiliki bau yang kuat.

Jadi, apabila ketiak basah setelah berolahraga tetapi tidak berbau, kondisi tersebut umumnya bukan sesuatu yang perlu di khawatirkan.

3. Stres atau rasa cemas

Pernah merasa ketiak tiba-tiba basah ketika sedang gugup, menghadapi presentasi, atau berada dalam situasi yang membuat tegang?

Hal tersebut dapat terjadi karena respons sistem saraf terhadap stres.

Tubuh dapat mengaktifkan kelenjar keringat ketika seseorang mengalami tekanan emosional.

Menariknya, tingkat keringat dan bau badan tidak selalu berbanding lurus.

Seseorang dapat berkeringat cukup banyak tetapi hampir tidak memiliki bau badan.

Sebaliknya, orang lain mungkin berkeringat lebih sedikit tetapi memiliki bau yang lebih kuat karena interaksi keringat dengan bakteri kulit.

4. Pengaruh hormon

Perubahan hormon juga dapat memengaruhi produksi keringat.

Kondisi seperti perubahan hormonal tertentu, misalnya saat menopause, dapat menyebabkan episode berkeringat yang lebih banyak.

Selain itu, gangguan hormon tiroid seperti hipertiroidisme juga dapat berkaitan dengan keringat berlebih.

Karena itu, jika keringat berlebihan muncul secara tiba-tiba atau di sertai gejala lain, pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya.

5. Hiperhidrosis atau keringat berlebih

Jika ketiak terus-menerus basah meskipun tidak sedang panas, berolahraga, atau merasa gugup, salah satu kemungkinan yang perlu di pertimbangkan adalah hiperhidrosis.

Hiperhidrosis merupakan kondisi ketika seseorang berkeringat lebih banyak daripada yang di butuhkan tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi pada area tertentu, termasuk ketiak, telapak tangan, telapak kaki, atau wajah.

Hiperhidrosis dapat di bedakan menjadi:

a. Hiperhidrosis primer

Jenis ini tidak di sebabkan oleh penyakit tertentu.

Keringat biasanya muncul pada area tertentu dan dapat terjadi secara berulang (kambuh).

Faktor keluarga juga dapat berperan.

b. Hiperhidrosis sekunder

Jenis ini berkaitan dengan kondisi medis tertentu atau efek obat-obatan.

Beberapa penyebab yang dapat berhubungan dengan keringat berlebih antara lain gangguan tiroid, diabetes, infeksi, gangguan saraf, menopause, serta beberapa jenis obat-obatan.

Kenapa ketiak basah tetapi tidak bau?

Ini merupakan hal yang cukup normal.

Basah dan bau badan merupakan 2 hal yang berbeda.

Keringat dari kelenjar ekrin terutama membantu mendinginkan tubuh dan tidak memiliki bau yang kuat.

Sementara itu, kelenjar apokrin yang banyak terdapat di area ketiak menghasilkan cairan yang kemudian dapat berinteraksi dengan bakteri kulit dan menghasilkan bau. Artinya, ketiak basah tidak otomatis berarti bau badan.

Apakah ketiak basah tapi tidak bau perlu diobati?

Tidak selalu.

Jika keringat muncul setelah olahraga, saat cuaca panas, atau ketika sedang stres dan kemudian berkurang setelah kondisi tersebut selesai, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter ahli apabila:

  • Keringat tiba-tiba menjadi jauh lebih banyak dari biasanya.
  • Ketiak tetap basah meskipun sedang tidak panas atau tidak beraktivitas.
  • Keringat mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
  • Keringat berlebih terjadi pada malam hari tanpa penyebab yang jelas.
  • Kondisi menyebabkan rasa malu, cemas, atau menghindari aktivitas sosial.
  • Keringat di sertai keluhan lain seperti berdebar, penurunan berat badan, demam, atau mudah lelah.

Bagaimana cara mengurangi ketiak yang mudah berkeringat?

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengontrol keringat, antara lain:

  • Gunakan antiperspirant, bukan hanya deodorant.
  • Aplikasikan antiperspirant pada kulit ketiak yang kering sesuai petunjuk penggunaannya.
  • Gunakan pakaian yang lebih longgar dan menyerap keringat.
  • Kurangi pemicu yang membuat Anda mudah berkeringat, seperti panas, makanan pedas, atau alkohol berlebihan.
  • Jaga kebersihan area ketiak dan ganti pakaian yang sudah lembap.
  • Jika keluhan menetap, konsultasikan dengan dokter ahli untuk mengetahui apakah terdapat hiperhidrosis atau penyebab medis lainnya.

Pada kasus hiperhidrosis, dokter ahli dapat mempertimbangkan terapi tertentu, termasuk antiperspirant, obat-obatan topikal, obat-obatan tertentu, hingga prosedur medis sesuai kondisi pasien.

Kesimpulan

Ketiak basah tapi tidak bau umumnya dapat terjadi karena respons normal tubuh terhadap panas, aktivitas fisik, atau stres. Namun, jika keringat muncul berlebihan dan terus-menerus tanpa pemicu yang jelas, kondisi seperti hiperhidrosis atau masalah medis tertentu perlu di pertimbangkan.

Jadi, jangan hanya fokus pada bau badan. Perhatikan juga kapan keringat muncul, seberapa banyak, dan apakah kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika ketiak Anda terus-menerus basah atau keringat berlebih mengganggu kenyamanan, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab keluhan dapat di ketahui dan pilihan terapi dapat di sesuaikan dengan kondisi Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.