Klinik Apollo – Bau ketiak merupakan masalah yang cukup umum dan dapat mengganggu rasa percaya diri (PD).

Tidak sedikit orang yang sudah mencoba berbagai deodorant, sabun antibakteri, hingga perawatan tertentu, tetapi bau tetap muncul kembali.

Lalu, apakah bau ketiak bisa hilang permanen? Jawabannya: bisa di kontrol dalam jangka panjang, tetapi tidak semua penyebab dapat di hilangkan secara permanen.

Hasilnya sangat bergantung pada penyebab bau, tingkat produksi keringat, kondisi kulit, serta jenis penanganan yang di lakukan.

Apa Penyebab Bau Ketiak?

Bau ketiak sebenarnya bukan berasal dari keringat itu sendiri.

Keringat yang bercampur dengan bakteri dan ragi yang hidup di permukaan kulit dapat menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau memperburuk bau ketiak antara lain:

  • Produksi keringat berlebihan.
  • Aktivitas bakteri di kulit.
  • Kebersihan area ketiak yang kurang optimal.
  • Perubahan hormonal.
  • Cuaca panas.
  • Aktivitas fisik.
  • Makanan tertentu, termasuk makanan pedas.
  • Konsumsi alkohol berlebihan.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Kondisi medis tertentu.

Karena itu, mengatasi bau ketiak tidak selalu cukup hanya dengan menutupi aromanya menggunakan parfum atau deodorant.

Apakah Bau Ketiak Bisa Hilang Permanen?

Bisa sangat berkurang bahkan dapat tidak tercium dalam kehidupan sehari-hari, terutama jika penyebabnya dapat di kendalikan. Namun, istilah “permanen” perlu dipahami dengan hati-hati.

Jika bau ketiak berkaitan dengan hiperhidrosis atau keringat berlebihan, kondisi tersebut dapat membutuhkan perawatan berulang agar hasilnya tetap terjaga.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa hiperhidrosis merupakan kondisi medis yang menyebabkan seseorang berkeringat lebih banyak daripada yang di butuhkan tubuh.

Kondisi ini dapat terjadi terutama pada ketiak, telapak tangan, telapak kaki, atau area tubuh tertentu. Bahkan, AAD memperkirakan sekitar 15,8 juta orang di Amerika Serikat mengalami hiperhidrosis. Jadi, apabila bau ketiak terus muncul meskipun sudah menjaga kebersihan, kemungkinan masalahnya bukan sekadar “kurang bersih”.

Hubungan Keringat Berlebih dengan Bau Ketiak

Semakin sering area ketiak berada dalam kondisi lembap, semakin mudah bakteri dan ragi berkembang.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan munculnya bau badan. Hiperhidrosis juga dapat membuat pakaian lebih cepat basah dan menimbulkan bau tidak sedap.

Jika Anda mengalami ketiak yang sering basah meskipun tidak sedang berolahraga atau berada di tempat panas, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan medis.

Dokter ahli dapat membantu menentukan apakah masalah tersebut hanya berkaitan dengan bau badan atau terdapat keringat berlebihan (hiperhidrosis) yang perlu di tangani.

Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Penanganan sebaiknya di sesuaikan dengan penyebabnya.

Beberapa langkah yang dapat di lakukan antara lain:

1. Bersihkan Ketiak Secara Teratur

Cuci area ketiak dengan sabun dan kemudian keringkan secara menyeluruh.

Area yang lembap lebih mudah menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme penyebab bau.

NHS juga menyarankan membersihkan ketiak, area selangkangan, dan kaki secara rutin serta mengeringkannya dengan baik.

2. Gunakan Antiperspirant

Perlu di bedakan antara deodorant dan antiperspirant.

Deodorant terutama membantu mengurangi atau menyamarkan bau, sedangkan antiperspirant membantu mengurangi jumlah keringat yang mencapai permukaan kulit.

Untuk keringat berlebih, dokter juga dapat merekomendasikan antiperspirant dengan kandungan tertentu, seperti aluminium klorida.

3. Gunakan Pakaian yang Menyerap Keringat

Pilih pakaian yang memungkinkan kulit mendapatkan sirkulasi udara dengan baik.

Selain itu, segera ganti pakaian apabila sudah terlalu basah karena keringat.

4. Perhatikan Pemicu Keringat

Pada sebagian orang, keringat dapat meningkat setelah mengonsumsi makanan pedas, kafein, alkohol berlebihan, atau ketika mengalami stres dan kecemasan.

Mengidentifikasi pemicu pribadi dapat membantu mengontrol keluhan.

5. Periksa Jika Keluhan Menetap

Jika bau ketiak tetap kuat meskipun sudah menjaga kebersihan dan menggunakan produk antiperspirant, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya.

Terlebih jika bau badan tiba-tiba berubah, keringat meningkat secara drastis, atau keluhan mengganggu aktivitas dan rasa percaya diri (PD).

NHS merekomendasikan pemeriksaan medis pada kondisi tersebut.

Apakah Ada Perawatan Medis untuk Bau Ketiak?

Ada. Jika masalah berkaitan dengan keringat berlebih, dokter ahli dapat mempertimbangkan beberapa pilihan terapi sesuai kondisi pasien.

Beberapa terapi yang di gunakan dalam penanganan hiperhidrosis meliputi:

  • Antiperspirant
  • Obat-obatan tertentu.
  • Injeksi.
  • Terapi tertentu untuk mengurangi aktivitas kelenjar keringat.
  • Tindakan untuk mengurangi atau mengangkat kelenjar keringat pada kondisi tertentu.

AAD menyebutkan injeksi dapat mengurangi keringat sementara. Pada area ketiak, efeknya umumnya berlangsung sekitar 3 hingga 10 bulan, sehingga sebagian pasien membutuhkan tindakan ulang untuk mempertahankan hasil.

Sementara itu, tindakan yang mengangkat atau menghancurkan kelenjar keringat dapat memberikan hasil lebih lama, tetapi tetap memiliki risiko dan tidak cocok untuk semua orang.

Karena itu, sebaiknya jangan langsung memilih prosedur hanya berdasarkan klaim “permanen”.

Diagnosis penyebab terlebih dahulu merupakan langkah penting agar terapi yang di pilih sesuai.

Kapan Bau Ketiak Perlu Diperiksakan ke Dokter Ahli?

Bau ketiak sebaiknya mendapatkan evaluasi medis apabila:

  • Bau sangat kuat dan terus muncul.
  • Tidak membaik meskipun sudah menjaga kebersihan.
  • Ketiak berkeringat sangat banyak.
  • Keringat muncul tanpa aktivitas atau cuaca panas.
  • Keluhan mengganggu pekerjaan atau interaksi social.
  • Bau badan tiba-tiba berubah.
  • Produksi keringat tiba-tiba meningkat.
  • Terdapat perubahan pada kulit ketiak seperti kemerahan, nyeri, luka, atau benjolan.

Dokter ahli dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila di perlukan, pemeriksaan tambahan untuk mencari kemungkinan penyebab tertentu.

Beberapa kondisi medis maupun obat-obatan dapat menyebabkan keringat berlebih.

Jadi, Apakah Bau Ketiak Bisa Hilang Permanen?

Bau ketiak dapat dikontrol hingga tidak lagi menjadi masalah sehari-hari, tetapi hasil permanen tidak bisa di jamin untuk semua orang.

Jika penyebabnya adalah kebersihan, penggunaan produk yang kurang tepat, atau faktor pemicu tertentu, perubahan kebiasaan dapat memberikan perbaikan yang signifikan.

Namun, jika bau berkaitan dengan keringat berlebih atau kondisi medis tertentu, di perlukan penanganan yang lebih spesifik. Bahkan beberapa terapi memang memberikan hasil sementara sehingga perlu di lakukan kembali.

Yang terpenting, jangan hanya berusaha menutupi bau. Cari tahu penyebabnya terlebih dahulu agar penanganannya lebih tepat.

Konsultasikan Bau Ketiak yang Tidak Kunjung Hilang

Jika bau ketiak terus muncul, keringat berlebihan, atau sudah mengganggu rasa percaya diri, jangan ragu melakukan konsultasi dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta.

Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kemungkinan penyebab keluhan dan menentukan pilihan penanganan yang sesuai, sehingga Anda mendapatkan perawatan yang lebih terarah, aman, dan sesuai kondisi kulit serta tingkat keringat Anda.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.