Klinik Apollo – Munculnya benjolan atau pertumbuhan jaringan di dalam mulut tentu dapat menimbulkan kekhawatiran.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kutil di mulut yang berkaitan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Namun, tidak semua benjolan di mulut merupakan kutil akibat HPV.

Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan pada jaringan mulut. Karena itu, pemeriksaan dokter ahli di perlukan untuk memastikan penyebabnya.

Artikel ini membahas ciri-ciri kutil di mulut, penyebab, cara penularan, diagnosis, pengobatan, serta langkah pencegahannya.

Apa Itu Kutil di Mulut?

Kutil di mulut merupakan pertumbuhan jaringan pada kulit atau selaput lendir rongga mulut yang dapat berkaitan dengan infeksi HPV.

HPV terdiri dari banyak tipe.

Beberapa tipe dapat menyebabkan kutil, sedangkan tipe HPV tertentu yang berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang berkaitan dengan kanker.

WHO menyebutkan bahwa HPV dapat menginfeksi kulit, area genital, serta tenggorokan.

Kutil akibat HPV juga dapat muncul pada area mulut dan tenggorokan.

CDC menjelaskan bahwa beberapa tipe HPV, termasuk tipe 6 dan 11, dapat berkaitan dengan kutil pada area oral dan laring.

Apa Penyebab Kutil di Mulut?

Penyebab yang paling sering di kaitkan dengan kutil oral adalah infeksi HPV.

HPV dapat berpindah melalui kontak langsung dengan jaringan atau kulit yang terinfeksi.

Seks oral merupakan salah satu cara HPV dapat masuk ke area mulut dan tenggorokan.

CDC juga menjelaskan bahwa HPV oral dapat di tularkan melalui seks oral.

Meski demikian, menemukan benjolan di mulut tidak otomatis berarti seseorang mengalami HPV.

Diagnosis tidak dapat di tentukan hanya berdasarkan bentuk benjolan.

Ciri-Ciri Kutil di Mulut

Kutil di mulut dapat terlihat berbeda pada setiap orang.

Beberapa perubahan yang perlu di perhatikan meliputi:

1. Muncul Benjolan Kecil

Kutil dapat terlihat sebagai benjolan kecil pada permukaan jaringan mulut.

Ukurannya bisa sangat kecil sehingga terkadang tidak langsung di sadari.

2. Permukaan Tidak Rata

Pada beberapa kasus, pertumbuhan jaringan dapat mempunyai permukaan yang kasar atau tidak rata.

Jika beberapa pertumbuhan muncul berdekatan, bentuknya dapat terlihat seperti kumpulan benjolan.

3. Berwarna Menyerupai Jaringan di Sekitarnya

Warna benjolan dapat menyerupai jaringan mulut di sekitarnya.

Karena itu, seseorang mungkin baru menyadarinya ketika menyentuh area tersebut dengan lidah atau ketika melihatnya menggunakan cermin.

4. Tidak Selalu Menimbulkan Nyeri

Infeksi HPV sering kali tidak menimbulkan gejala.

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sistem kekebalan tubuh biasanya mampu mengendalikan infeksi tersebut.

Karena itu, tidak adanya rasa sakit bukan berarti benjolan dapat di abaikan.

5. Muncul di Area Mulut atau Tenggorokan

Pertumbuhan yang di curigai berkaitan dengan HPV dapat ditemukan pada beberapa bagian rongga mulut atau area tenggorokan.

Namun, lokasi dan bentuk luka saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Apakah Semua Benjolan di Mulut Merupakan Kutil HPV?

Tidak.

Benjolan di mulut dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi, misalnya iritasi, luka, pertumbuhan jaringan jinak, infeksi lain, atau kondisi pada rongga mulut yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Karena itu, hindari mendiagnosis diri sendiri berdasarkan foto di internet.

Jika benjolan tidak kunjung hilang, bertambah besar, berubah bentuk, mudah berdarah, terasa nyeri, atau di sertai keluhan lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

Bagaimana Cara Dokter Ahli Mendiagnosis Kutil di Mulut?

Dokter ahli akan melakukan pemeriksaan langsung pada rongga mulut dan menilai karakteristik pertumbuhan jaringan.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Lokasi benjolan.
  • Bentuk dan ukuran.
  • Permukaan serta warna jaringan.
  • Lama benjolan muncul.
  • Apakah benjolan bertambah besar atau jumlahnya meningkat.
  • Riwayat keluhan dan faktor risiko.
  • Kemungkinan penyakit atau infeksi lain.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan atau biopsi untuk memastikan diagnosis, terutama jika tampilan luka tidak khas.

Perlu diketahui, tes HPV tidak di gunakan sebagai pemeriksaan umum untuk mendiagnosis semua benjolan oral.

CDC menjelaskan bahwa tes HPV memiliki penggunaan klinis tertentu dan bukan merupakan pemeriksaan umum untuk seluruh infeksi HPV.

Bagaimana Cara Mengobati Kutil di Mulut?

Penanganan bergantung pada lokasi, ukuran, jumlah, dan karakteristik luka, serta hasil pemeriksaan dokter ahli.

Tidak ada obat-obatan yang secara khusus menghilangkan HPV dari tubuh.

Namun, luka atau kutil yang muncul dapat di tangani sesuai kondisi.

WHO juga menjelaskan bahwa terapi tersedia untuk masalah kesehatan yang di sebabkan HPV, sementara infeksi HPV itu sendiri sering kali dapat di kendalikan oleh sistem imun.

Dokter ahli dapat mempertimbangkan tindakan medis tertentu untuk menghilangkan pertumbuhan jaringan yang mengganggu atau perlu di tangani.

Jangan menggunakan obat-obatan penghilang kutil biasa pada rongga mulut tanpa anjuran dokter ahli.

Produk tersebut belum tentu aman untuk jaringan mulut dan dapat menyebabkan iritasi atau luka.

Apakah Kutil di Mulut Berbahaya?

Tidak semua kutil atau infeksi HPV di mulut berarti kanker.

Namun, HPV tertentu yang menetap dapat berkaitan dengan kanker pada area mulut dan tenggorokan.

WHO menyebutkan bahwa infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap berhubungan dengan beberapa jenis kanker, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.

CDC juga menjelaskan bahwa sebagian infeksi HPV pada orofaring dapat berkembang menjadi kanker setelah bertahun-tahun.

Oleh karena itu, jangan langsung panik, tetapi jangan pula mengabaikan perubahan yang menetap di dalam mulut.

Cara Mengurangi Risiko Infeksi HPV di Mulut

Beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko infeksi HPV, antara lain:

  • Melakukan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
  • Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) atau dental dam saat melakukan aktivitas seksual yang melibatkan kontak oral, meskipun perlindungannya tidak 100%.
  • Menghindari kontak seksual ketika terdapat lesi atau kutil yang sedang aktif.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan medis apabila muncul pertumbuhan jaringan yang tidak biasa.

Vaksin HPV merupakan salah satu cara penting untuk mencegah infeksi HPV tertentu dan penyakit yang berkaitan dengannya.

Kapan Harus Memeriksakan Kutil di Mulut ke Dokter Ahli?

Segera konsultasikan dengan dokter ahli jika terdapat:

  • Benjolan yang tidak kunjung hilang.
  • Pertumbuhan jaringan yang semakin besar.
  • Benjolan bertambah banyak.
  • Luka atau pertumbuhan yang mudah berdarah.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menetap.
  • Sulit menelan.
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung lama.
  • Suara menjadi serak tanpa penyebab yang jelas.
  • Pembengkakan kelenjar di leher.

Keluhan tersebut tidak selalu di sebabkan HPV, tetapi pemeriksaan di perlukan untuk mencari penyebabnya.

CDC juga mencantumkan sakit tenggorokan menetap, nyeri saat menelan, suara serak, pembengkakan kelenjar, dan penurunan berat badan yang tidak dapat di jelaskan sebagai gejala yang perlu di perhatikan pada kanker orofaring terkait HPV.

Kesimpulan

Kutil di mulut dapat berkaitan dengan infeksi HPV dan biasanya terlihat sebagai pertumbuhan jaringan atau benjolan pada rongga mulut.

Namun, tidak semua benjolan merupakan kutil akibat HPV sehingga diagnosis sebaiknya di lakukan oleh dokter ahli.

Semakin cepat penyebabnya di ketahui, semakin tepat pula penanganan yang dapat di berikan.

Jika Anda menemukan benjolan atau perubahan jaringan yang mencurigakan di mulut, konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai, penjelasan mengenai penyebabnya, serta pilihan penanganan berdasarkan kondisi Anda dengan mengutamakan privasi dan kenyamanan pasien.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.