Klinik Apollo – Ketahui bedanya sifilis dan herpes dari cirinya hingga risiko komplikasi.
Sifilis dan herpes adalah 2 penyakit menular seksual (PMS) yang sering di salahartikan karena sama-sama menyerang area kelamin.
Padahal, penyebab, ciri, perjalanan penyakit, hingga risiko komplikasinya sangat berbeda.
Terutamanya mengenali perbedaannya sejak dini sangat penting agar penanganan tidak salah dan risiko penularan dapat di cegah.
>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<
1. Perbedaan Penyebab
- Sifilis (Raja Singa) di sebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini bisa sembuh total jika di tangani dengan pengobatan yang tepat sejak awal.
- Herpes Genital di sebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), biasanya HSV-2. Virus ini menetap seumur hidup di dalam tubuh dan bisa kambuh berulang.
2. Perbedaan Ciri dan Gejala
Ciri Sifilis:
- Luka tunggal berbentuk bulat (chancre).
- Tidak nyeri dan sering tidak di sadari.
- Luka bisa sembuh sendiri meski tanpa pengobatan.
- Muncul ruam di telapak tangan atau kaki pada tahap lanjutan.
Ciri Herpes:
- Lepuhan kecil berisi cairan.
- Terasa nyeri, perih, dan panas.
- Lepuhan pecah menjadi luka terbuka.
- Bisa di sertai demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar.
Perbedaan utama:
Sifilis sering tidak terasa sakit, sedangkan herpes biasanya nyeri dan perih.
3. Pola Penularan
- Sifilis menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis saat berhubungan intim.
- Herpes bisa menular bahkan tanpa luka atau lepuhan yang terlihat, karena virus dapat aktif tanpa gejala.
>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<
4. Risiko Jika Tidak Diobati
Komplikasi Sifilis:
- Kerusakan saraf dan otak (neurosifilis).
- Gangguan jantung dan pembuluh darah.
- Kebutaan.
- Kematian pada kasus lanjut.
- Penularan ke janin (sifilis kongenital).
Komplikasi Herpes:
- Kekambuhan berulang dan nyeri berkepanjangan.
- Risiko penularan ke pasangan seksual meningkat.
- Infeksi berat pada bayi baru lahir.
- Gangguan psikologis akibat penyakit kronis.
5. Perbedaan Pengobatan
- Sifilis dapat di sembuhkan total dengan antibiotik sesuai stadium penyakit.
- Herpes tidak dapat di sembuhkan, tetapi bisa di kendalikan dengan obat-obatan antivirus untuk mengurangi gejala dan frekuensi kambuh.
6. Kapan Harus ke Dokter Ahli?
Segera periksakan diri jika mengalami:
- Luka atau lepuhan di area kelamin.
- Nyeri, perih, atau gatal tidak biasa.
- Riwayat hubungan intim berisiko.
- Pasangan seksual di diagnosis PMS (penyakit menular seksual).
Meski sama-sama penyakit menular seksual (PMS), sifilis (raja singa) dan herpes memiliki perbedaan besar dari penyebab, ciri, hingga risiko komplikasinya.
Sifilis bisa sembuh total jika di obati sejak dini, sementara herpes perlu pengelolaan jangka panjang.
Seperti yang sudah dijelaskan deteksi dan pengobatan yang tepat adalah kunci utama untuk mencegah dampak serius dan penularan lebih luas.
Jika Anda mengalami gejala mencurigakan, jangan menunda pemeriksaan. Penanganan sejak awal dapat melindungi kesehatan Anda dan pasangan seksual.
Baca juga: Kenali Penyebab Penis Gatal dan Ruam & Cara Mengatasinya
Solusi Tepat Atasi Sifilis dan Herpes di Klinik Apollo
Memahami bedanya sifilis dan herpes dari ciri hingga risiko komplikasi sangat penting karena salah penanganan bisa berdampak serius, mulai dari infeksi menyebar, kekambuhan berulang, hingga gangguan kesehatan jangka panjang.
Di Klinik Apollo Jakarta, Anda akan mendapatkan pemeriksaan akurat oleh dokter ahli atau spesialis berpengalaman, penanganan medis sesuai jenis penyakitnya, serta metode pengobatan aman, modern, dan terkontrol dengan privasi terjaga 100%.
Dengan pemikiran ini jangan menunggu gejala semakin parah atau menular ke pasangan seksual, segera konsultasikan kondisi Anda sekarang juga dan dapatkan solusi pengobatan yang tepat untuk melindungi kesehatan dan masa depan Anda.
Segera hubungi kami melalui WhatsApp di nomor 0812-1230-6882 atau kunjungi kontak kami di website untuk informasi lebih lanjut.



