Klinik Apollo, Jakarta – Epididimitis merupakan penyakit yang sering disepelekan. Namun, ternyata epididimitis bisa membahayakan kesehatan sehingga kita harus mencegah kondisinya sebisa mungkin.

Epididimitis sendiri adalah peradangan yang dapat menimbulkan dampak serius, seperti abses apabila tidak diobati dengan tepat atau didiamkan.

Dalam artikel ini, kami akan membahas cara-cara efektif untuk mencegah epididimitis yang dapat mengganggu kebahagiaan hidup pria.

Apa sajakah cara mencegah epididimitis yang efektif untuk penderita? Tanpa menunggu waktu lama, silakan baca artikel ini hingga tuntas.

Pengertian Epididimitis

Sebelum mengetahui pencegahan epididimitis yang tepat, Anda bisa memahami pengertian epididimitis terlebih dahulu.

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, saluran reproduksi pria yang berada di belakang testis dan berfungsi untuk mengangkut sperma dari testis ke uretra.

Radang ini terjadi karena terinfeksi atau kondisi lainnya.Kondisi epididimitis umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyakit menular seksual.

Jika organ testis juga terinfeksi, kondisi ini disebut epididymo orchitis. Epididimitis terdiri atas dua jenis, yaitu akut dan kronis.

Epididimitis akut adalah radang epididimis yang terjadi secara mendadak dan berkembang dengan cepat.

Jenis peradangan tersebut biasanya juga lebih mudah sembuh karena berlangsung kurang dari enam minggu.

Pada jenis lain, yakni epididimitis kronis, gangguan ini terjadi secara perlahan dan dapat mengakibatkan nyeri tumpul.

Walau demikian, epididimitis kronis berlangsung lebih lama, tepatnya lebih dari enam pekan.

Baca Juga: Begini Cara Mengobati Epididimitis yang Paling Ampuh!

Pahami Penyebab Epididimitis

Kualitas hidup bisa terganggu apabila mengalami penyakit epididimitis. Peradangan di epididimis ini muncul akibat infeksi bakteri.

Infeksi bakteri dapat menyerang organ-organ yang signifikan dalam tubuh, seperti uretra, prostat, atau kandung kemih.

Bakteri E. Coli dan varian lainnya sering kali menjadi dalang di balik kasus epididimitis pada anak-anak dan orang tua.

Akan tetapi, terdapat faktor-faktor lain yang juga dapat menyebabkan epididimitis, termasuk infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual.

Selain itu, kondisi kimia yang memengaruhi aliran kemih kembali ke epididimis serta komplikasi dari penyakit lain seperti gondongan atau tuberkulosis juga dapat mengakibatkan peradangan.

Bahkan, penggunaan obat-obatan tertentu, seperti amiodarone, dapat meningkatkan risiko terjadinya epididimitis.

Jangan abaikan tanda-tanda peringatan dan faktor risikonya. Infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia, juga merupakan pemicu serius yang perlu diwaspadai.

Anak laki-laki atau pria yang tidak aktif berhubungan intim, infeksi dapat tetap terjadi. Begitu pula dengan penyakit Behcet. Istilah tersebut mungkin kurang dikenal, tetapi tidak boleh diabaikan.

Gejala Epididimitis yang Muncul pada Penderita

Laki-laki yang mengalami epididimitis dapat merasakan berbagai gejala yang perlu dikenali dengan baik. Beberapa tanda yang dapat muncul adalah sebagai berikut:

  • Pembengkakan, sensasi hangat, rasa sakit, atau kemerahan pada skrotum.
  • Nyeri pada testis, terutama saat sentuhan terjadi.
  • Adanya darah pada cairan mani.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Frekuensi berkemih meningkat dan selalu merasa tidak sepenuhnya tuntas.
  • Timbul benjolan di sekitar testis karena penumpukan cairan.
  • Keluarnya cairan abnormal dari ujung penis, yang sering kali terkait dengan penyakit menular seksual.
  • Nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual.
  • Rasa nyeri di perut bagian bawah atau sekitar panggul.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.
  • Demam (jarang terjadi).

Bila gejala tidak membaik setelah lebih dari enam minggu atau mengalami kambuh kembali, kondisi ini bisa berkembang menjadi epididimitis kronis.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Apa Cara yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Epididimitis?

Begitu banyak tanda-tanda dari kondisi ini. Namun, jangan khawatir. Epididimitis dapat dicegah dengan berbagai kiat yang positif.

Bagaimana tips untuk pencegahannya? Berikut adalah cara mencegah epididimitis yang bisa Anda lakukan:

  • Minumlah cukup air untuk membantu membuang bakteri dari saluran kemih. Hindari menahan kencing dan buang air kecil sesegera mungkin jika merasa ingin.
  • Gunakan perlindungan saat bermain olahraga atau aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan cedera pada skrotum.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal.
  • Cuci tangan sebelum dan setelah menggunakan kamar kecil, sebelum makan, dan setelah menyentuh daerah kelamin.
  • Berhubungan seksual dengan kondom secara konsisten dan benar agar mengurangi risiko penyakit menular seksual.
  • Jika Anda memiliki pasangan seksual baru atau mengganti pasangan, lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur.

Komplikasi Peradangan Epididimis

Segera tangani dengan pengobatan dokter saat mengalami epididimitis sekalipun telah menerapkan panduan di atas.

Pasalnya, jika peradangan epididimis didiamkan dalam waktu yang lama, segala komplikasi yang buruk bisa menyerang penderita. Berikut komplikasinya:

  • Terbentuknya abses (kumpulan nanah) epididimis dan bisa menyebar ke skrotum sehingga organ tersebut pun mengalami dampak yang sama.
  • Pembentukan fistula yang dapat menyebabkan komplikasi serius dan memerlukan perawatan medis yang intensif.
  • Peradangan yang berat atau terjadi berulang-ulang pada epididimis dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saluran reproduksi pria (masalah kesuburan atau infertilitas).
  • Jika tidak sembuh sepenuhnya dan terus berulang, epididimitis dapat menjadi kronis.. Gejalanya  berupa kekambuhan secara terus menerus.
  • Menyebabkan sepsis apabila infeksi meluas ke aliran darah.

Demikian cara mencegah epididimitis dan informasi yang berkaitan lainnya. Penting untuk menghalau segala dampak yang bisa terjadi akibat epididimitis.

Hubungi dokter apabila Anda merasakan nyeri di skrotum, pembengkakan testis, sakit saat ejakulasi, dan lain sebagainya agar lekas diobati dan tidak mengalami komplikasi.

>>> KONSULTASI ONLINE GRATIS DI SINI <<<

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment