Klinik Apollo – Muncul benjolan kecil di area selangkangan atau sekitar organ intim tentu bisa membuat khawatir. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah benjolan tersebut merupakan kutil kelamin atau skin tag.
Keduanya memang dapat terlihat mirip, terutama jika berbentuk kecil dan berwarna seperti kulit. Namun, kutil kelamin dan skin tag merupakan 2 kondisi yang berbeda.
Kutil kelamin berkaitan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV), sedangkan skin tag atau acrochordon merupakan pertumbuhan kulit jinak yang umumnya tidak berbahaya.
Dengan pemikiran ini karena penampilannya dapat menyerupai satu sama lain, pemeriksaan dokter ahli menjadi penting jika Anda tidak yakin dengan jenis benjolan yang muncul.
Apa Itu Kutil Kelamin?
Kutil kelamin atau genital warts adalah pertumbuhan pada kulit atau mukosa area genital yang di sebabkan oleh tipe HPV tertentu.
Dan kondisi ini termasuk salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS).
Kutil dapat muncul pada penis, skrotum, vulva, vagina, selangkangan, paha sekitar genital, maupun sekitar anus.
Pada sebagian orang, kutil hanya muncul satu benjolan, sedangkan pada orang lain dapat berkembang menjadi beberapa benjolan yang berkelompok.
Bentuknya juga beragam.
Kutil kelamin dapat berupa benjolan yang:
- Berwarna seperti kulit, merah muda, abu-abu, atau kecokelatan.
- Berukuran kecil atau cukup besar.
- Terlihat datar atau menonjol.
- Memiliki permukaan halus atau kasar.
- Berkumpul dan menyerupai bentuk kembang kol.
Sebagian kutil kelamin tidak menimbulkan gejala.
Namun, pada kondisi tertentu, kutil dapat menyebabkan gatal, rasa terbakar, nyeri, atau perdarahan, terutama ketika mengalami gesekan.
Apa Itu Skin Tag?
Skin tag atau acrochordon adalah pertumbuhan kulit jinak yang biasanya terasa lembut dan dapat menggantung dari permukaan kulit melalui tangkai kecil.
Skin tag sering muncul pada bagian tubuh yang mengalami gesekan, seperti:
- Leher.
- Ketiak.
- Lipatan tubuh.
- Selangkangan.
- Area di bawah payudara.
Contohnya skin tag dapat berwarna seperti kulit atau sedikit lebih gelap.
Ukurannya juga bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga lebih besar.
Pada umumnya, skin tag tidak berbahaya dan bukan merupakan infeksi menular seksual (IMS).
Namun, benjolan yang terlihat seperti skin tag belum tentu benar-benar skin tag karena beberapa kondisi kulit lain dapat memiliki penampilan yang serupa.
Apakah Skin Tag Bisa Muncul di Area Kelamin?
Ya.
Skin tag dapat muncul di selangkangan atau area genital bagian luar, sehingga terkadang di salahartikan sebagai kutil kelamin.
Gesekan kulit, pakaian, atau lipatan tubuh dapat berperan dalam munculnya skin tag.
Kondisi ini juga lebih sering di temukan pada orang dengan berat badan berlebih atau kondisi tertentu seperti diabetes (kencing manis) dan resistensi insulin.
Karena lokasinya dapat berdekatan dengan area yang biasa terkena kutil kelamin, pemeriksaan langsung tetap di perlukan apabila bentuk benjolan tidak jelas.
Apakah Kutil Kelamin Selalu Berarti HPV?
Kutil kelamin memang di sebabkan oleh tipe HPV tertentu.
CDC menjelaskan bahwa HPV merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang sangat umum dan sebagian tipe HPV dapat menyebabkan kutil kelamin.
Namun, keberadaan benjolan di area genital tidak otomatis berarti seseorang mengalami kutil kelamin.
Ada berbagai kondisi lain yang dapat menimbulkan benjolan atau pertumbuhan kulit di area tersebut.
Karena itu, jangan langsung menyimpulkan diagnosis hanya berdasarkan foto atau bentuk benjolan.
Bagaimana Dokter Ahli Membedakan Kutil Kelamin dan Skin Tag?
Dokter ahli biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat karakteristik luka secara langsung.
Dan pada kutil kelamin, diagnosis umumnya dapat di lakukan berdasarkan pemeriksaan visual.
Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan atau biopsi, terutama jika bentuk luka tidak biasa, diagnosis meragukan, luka mengalami perdarahan atau ulserasi, atau tidak merespons pengobatan yang sesuai.
Perlu di ketahui pula bahwa tes HPV bukan pemeriksaan rutin untuk mendiagnosis kutil kelamin.
CDC tidak merekomendasikan tes HPV untuk diagnosis genital warts.
Jangan Sembarangan Mengoleskan Obat-obatan Kutil
Salah satu kesalahan yang sering di lakukan adalah menganggap semua benjolan sebagai kutil lalu menggunakan obat-obatan penghilang kutil sendiri.
Padahal, obat-obatan penghilang kutil dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan kulit jika di gunakan pada skin tag, terutama di area genital yang lebih sensitif.
American Academy of Dermatology juga tidak merekomendasikan penggunaan produk penghilang skin tag secara mandiri.
Sebaiknya, pastikan terlebih dahulu penyebab benjolan melalui pemeriksaan dokter ahli sebelum menentukan pengobatan.
Kapan Harus Memeriksakan Benjolan di Area Genital?
Sebaiknya konsultasikan kepada dokter ahli apabila Anda menemukan:
- Benjolan baru di area genital atau sekitar anus.
- Benjolan yang bertambah banyak atau ukurannya membesar.
- Permukaan benjolan berubah menjadi kasar atau menyerupai kembang kol.
- Benjolan terasa gatal, nyeri, terbakar, atau mudah berdarah.
- Benjolan tidak hilang dan Anda tidak mengetahui penyebabnya.
- Anda khawatir benjolan tersebut merupakan kutil kelamin atau infeksi menular seksual (IMS).
Pemeriksaan juga penting karena HPV dapat menular meskipun orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.
Bagaimana Pengobatan Kutil Kelamin?
Jika dokter ahli memastikan benjolan merupakan kutil kelamin, pilihan terapi dapat di sesuaikan dengan jumlah, ukuran, lokasi, kondisi kulit, serta kondisi pasien.
Penanganan dapat mencakup obat-obatan tertentu yang di resepkan dokter ahli maupun prosedur untuk menghilangkan luka.
Kutil juga dapat muncul kembali setelah pengobatan karena terapi menghilangkan luka yang terlihat, bukan memberikan jaminan bahwa HPV langsung hilang dari tubuh.
Sementara itu, skin tag biasanya tidak memerlukan pengobatan medis jika tidak mengganggu.
Jika sering teriritasi, terasa tidak nyaman, atau ingin di hilangkan karena alasan kosmetik, dokter ahli dapat melakukan tindakan seperti eksisi, elektrokauter, atau krioterapi sesuai kondisi luka.
Kesimpulan
Perbedaan kutil kelamin dan skin tag terutama terletak pada penyebab, karakteristik, dan penularannya. Kutil kelamin berkaitan dengan infeksi HPV dan dapat menular melalui kontak seksual, sedangkan skin tag merupakan pertumbuhan kulit jinak yang umumnya tidak menular.
Meski demikian, bentuk kedua kondisi tersebut dapat terlihat mirip. Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa setiap benjolan di area genital merupakan kutil kelamin atau sebaliknya. Pemeriksaan dokter ahli dapat membantu memastikan diagnosis sehingga penanganan di berikan sesuai penyebabnya.
Jika Anda menemukan benjolan yang mencurigakan di area genital dan ingin mengetahui apakah itu kutil kelamin, skin tag, atau kondisi kulit lainnya, segera konsultasikan ke dokter ahli di Klinik Apollo.
Pemeriksaan yang tepat membantu mendapatkan diagnosis yang lebih jelas dan menentukan pilihan pengobatan yang sesuai, dengan layanan medis profesional serta menjaga privasi pasien.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



