Klinik Apollo – Kutil kelamin pada wanita merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Kondisi ini dapat muncul di area vulva, vagina, sekitar anus, maupun bagian genital lainnya.
Sebagian infeksi HPV tidak menimbulkan gejala. Namun, jenis HPV tertentu dapat menyebabkan munculnya benjolan atau kutil pada area genital.
Menurut CDC, sekitar 9 dari 10 infeksi HPV dapat hilang atau tidak terdeteksi oleh tubuh dalam waktu sekitar 2 tahun, meskipun sebagian infeksi dapat menetap dan menimbulkan masalah kesehatan.
Karena bentuk benjolan pada area genital dapat menyerupai kondisi lain, pemeriksaan dokter penting untuk memastikan penyebabnya.
Apa Itu Kutil Kelamin pada Wanita?
Kutil kelamin adalah pertumbuhan jaringan kecil pada kulit atau selaput lendir di sekitar organ genital yang umumnya berkaitan dengan infeksi HPV.
HPV memiliki banyak tipe. HPV tipe 6 dan 11 merupakan penyebab sekitar 90% kasus kutil kelamin, sedangkan tipe HPV yang menyebabkan kutil kelamin berbeda dengan tipe HPV berisiko tinggi yang paling berkaitan dengan kanker.
Infeksi HPV terutama menular melalui kontak seksual, termasuk kontak kulit ke kulit pada area genital.
Penularan juga dapat terjadi meskipun penetrasi tidak di lakukan.
Gejala Kutil Kelamin pada Wanita
Tidak semua wanita yang terinfeksi HPV langsung mengalami gejala.
Ketika kutil muncul, beberapa tanda yang dapat di perhatikan antara lain:
1. Muncul benjolan kecil di area genital
Kutil dapat terlihat sebagai benjolan kecil berwarna menyerupai kulit, putih keabu-abuan, atau sedikit kemerahan.
Benjolan dapat muncul satu atau beberapa sekaligus.
2. Permukaan kutil dapat menyerupai bunga kol
Pada sebagian kasus, beberapa kutil dapat tumbuh berkelompok sehingga permukaannya tampak tidak rata dan menyerupai bunga kol.
3. Kutil dapat muncul di vulva atau sekitar vagina
Kutil kelamin pada wanita dapat di temukan pada:
- Vulva atau bibir vagina.
- Area sekitar lubang vagina.
- Perineum.
- Sekitar anus.
- Area genital lain yang mengalami kontak dengan HPV.
Terutamanya kutil juga dapat muncul di dalam vagina sehingga tidak selalu dapat terlihat sendiri.
4. Gatal atau rasa tidak nyaman
Sebagian wanita mengalami gatal, iritasi, atau rasa tidak nyaman di sekitar kutil.
Namun, kutil kelamin juga sering tidak menimbulkan keluhan apa pun.
5. Mudah mengalami iritasi atau berdarah
Kutil yang mengalami gesekan dapat menjadi iritasi dan pada kondisi tertentu dapat mengalami perdarahan.
Penting: benjolan di area genital tidak selalu berarti kutil kelamin. Herpes genital, molluscum contagiosum, skin tag, folikulitis, maupun kondisi kulit lainnya dapat mempunyai tampilan yang berbeda tetapi sekilas tampak mirip.
Apa Penyebab Kutil Kelamin pada Wanita?
Penyebab utama kutil kelamin adalah infeksi HPV, terutama tipe HPV berisiko rendah seperti tipe 6 dan 11.
Virus dapat berpindah melalui kontak seksual dan kontak kulit dengan area genital yang terinfeksi.
Seseorang juga dapat menularkan HPV meskipun tidak memiliki kutil yang terlihat.
Karena itu, munculnya kutil kelamin tidak dapat di gunakan untuk menentukan kapan seseorang pertama kali tertular HPV.
Apakah Kutil Kelamin Berbahaya?
Kutil kelamin umumnya di sebabkan oleh HPV tipe yang berbeda dari tipe berisiko tinggi penyebab sebagian besar kanker serviks. Jadi, memiliki kutil kelamin tidak berarti seseorang mengalami kanker serviks.
Namun, wanita tetap perlu memperhatikan kesehatan serviks. Infeksi HPV berisiko tinggi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel pada serviks dan dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker serviks.
WHO menyebutkan bahwa hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV berisiko tinggi.
Oleh sebab itu, pemeriksaan skrining serviks sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan tetap penting.
Bagaimana Dokter Ahli Mendiagnosis Kutil Kelamin?
Dokter ahli umumnya dapat mengenali kutil kelamin melalui pemeriksaan langsung terhadap luka.
Pemeriksaan tambahan dapat di pertimbangkan apabila bentuk atau karakter benjolan tidak khas.
CDC menyatakan bahwa tes HPV bukan pemeriksaan yang di gunakan untuk mendiagnosis kutil kelamin.
Tes HPV memiliki kegunaan utama dalam skrining dan pengelolaan perubahan sel serviks tertentu.
Karena itu, sebaiknya jangan langsung menggunakan obat-obatan atau mengoleskan bahan tertentu pada benjolan genital tanpa diagnosis dokter ahli.
Penanganan Kutil Kelamin pada Wanita
Tidak ada obat-obatan yang dapat menghilangkan HPV dari tubuh secara langsung.
Namun, kutil yang muncul dapat di tangani untuk menghilangkan luka dan mengurangi keluhan.
Pilihan penanganan dokter ahli dapat meliputi:
1. Obat-obatan oles tertentu
Beberapa obat-obatan resep dapat di gunakan untuk kutil kelamin eksternal.
Pemilihan obat-obatan bergantung pada lokasi, ukuran, jumlah kutil, kondisi pasien, serta pertimbangan medis lainnya.
Obat-obatan tertentu tidak boleh di gunakan selama kehamilan, sehingga wanita yang sedang hamil atau mungkin hamil harus memberitahukan kondisi tersebut kepada dokter ahli terlebih dahulu.
2. Krioterapi
Krioterapi menggunakan suhu sangat dingin, biasanya dengan nitrogen cair, untuk menghancurkan jaringan kutil.
Dokter ahli dapat memilih metode ini berdasarkan ukuran, jumlah, dan lokasi kutil.
3. Tindakan pengangkatan kutil
Pada kondisi tertentu, dokter ahli dapat mempertimbangkan pengangkatan kutil menggunakan prosedur seperti eksisi, elektrokauter, atau laser.
CDC menekankan bahwa tidak ada satu metode yang paling sesuai untuk semua pasien.
Pemilihan terapi perlu mempertimbangkan lokasi dan ukuran kutil, jumlah luka, efek samping, biaya, kenyamanan pasien, serta pengalaman tenaga medis.
Apakah Kutil Kelamin Bisa Hilang Sendiri?
Bisa.
Kutil kelamin yang tidak di tangani dapat menghilang sendiri, tetap tidak berubah, atau bertambah besar dan jumlahnya.
Namun, menunggu tanpa pemeriksaan bukan selalu pilihan yang tepat.
Benjolan genital yang belum di ketahui penyebabnya tetap sebaiknya di periksa agar dokter ahli dapat memastikan apakah benar merupakan kutil kelamin atau kondisi lainnya.
Selain itu, HPV dapat tetap berada di tubuh meskipun kutil sudah tidak terlihat.
Karena itu, hilangnya kutil tidak otomatis berarti risiko penularan HPV menjadi nol.
Kapan Wanita dengan Kutil Kelamin Perlu ke Dokter Ahli?
Segera lakukan pemeriksaan apabila menemukan:
- Benjolan baru di area vagina atau vulva.
- Benjolan semakin banyak atau membesar.
- Kutil terasa gatal, nyeri, atau mudah berdarah.
- Benjolan berada di dalam vagina atau sekitar anus.
- Benjolan muncul setelah melakukan hubungan seksual berisiko.
- Tidak yakin apakah benjolan merupakan kutil kelamin.
- Sedang hamil dan menemukan kutil di area genital.
Pemeriksaan juga membantu dokter ahli menentukan apakah di perlukan pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS) lainnya.
Cara Mencegah Kutil Kelamin
Beberapa langkah dapat membantu menurunkan risiko infeksi HPV, antara lain:
- Vaksinasi HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
- Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten dan benar, meskipun kondom (pengaman atau pelindung) tidak memberikan perlindungan 100% karena HPV dapat menginfeksi kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
- Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan ketika muncul benjolan atau perubahan pada area genital.
- Tetap mengikuti skrining kanker serviks sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Vaksin HPV berfungsi untuk mencegah infeksi HPV tertentu, bukan untuk mengobati kutil yang sudah ada.
Kesimpulan
Kutil kelamin pada wanita umumnya berkaitan dengan infeksi HPV dan dapat muncul sebagai benjolan kecil, kelompok benjolan menyerupai bunga kol, atau pertumbuhan jaringan pada vulva, vagina, dan sekitar anus.
Meskipun kutil kelamin umumnya berkaitan dengan HPV tipe berisiko rendah, benjolan di area genital tetap perlu di periksa agar diagnosisnya tepat. Penanganan dapat berupa obat-obatan resep, krioterapi, atau prosedur pengangkatan kutil, tergantung kondisi masing-masing pasien.
Pemeriksaan dokter ahli juga membantu menentukan terapi yang sesuai sekaligus mengevaluasi kemungkinan infeksi menular seksual lainnya. Jika Anda menemukan benjolan atau kutil di area genital, jangan menunda pemeriksaan.
Konsultasikan kondisi Anda dengan dokter ahli di Klinik Apollo untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih terarah, diagnosis yang tepat, serta pilihan pengobatan sesuai kondisi Anda.
Dengan penanganan medis yang sesuai, keluhan dapat di tangani secara lebih aman dan Anda mendapatkan informasi yang jelas mengenai langkah perawatan selanjutnya.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



