Cara Mencegah Kutil Kelamin dan Infeksi HPV

Klinik Apollo – Kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual (IMS) yang berkaitan dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Virus ini dapat menular melalui kontak seksual dan tidak selalu menimbulkan gejala.

Karena itu, seseorang dapat terinfeksi HPV tanpa menyadarinya dan tetap berpotensi menularkan virus kepada pasangan seksual.

Kabar baiknya, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi HPV dan kutil kelamin, termasuk vaksinasi HPV, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) secara konsisten, serta pemeriksaan kesehatan seksual sesuai kebutuhan.

Apa Itu HPV dan Kutil Kelamin?

HPV merupakan kelompok virus yang terdiri dari banyak tipe.

Sebagian tipe HPV dapat menyebabkan kutil kelamin (genital warts), sedangkan tipe lainnya dapat menyebabkan perubahan sel yang berhubungan intim dengan beberapa jenis kanker.

Menurut WHO, HPV merupakan infeksi virus yang sangat umum pada saluran reproduksi.

Sebagian besar infeksi HPV dapat menghilang secara spontan tanpa menimbulkan gejala, tetapi infeksi yang menetap oleh tipe tertentu dapat menyebabkan masalah kesehatan.

HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin pada pria maupun wanita.

Kutil kelamin biasanya muncul sebagai benjolan kecil pada area genital atau sekitar anus.

Benjolan dapat muncul 1 atau berkelompok dan pada beberapa kasus menyerupai permukaan kembang kol.

Bagaimana HPV Menular?

HPV terutama menyebar melalui kontak kulit dengan kulit di area genital selama aktivitas seksual.

Penularan dapat terjadi meskipun seseorang tidak memiliki kutil atau gejala yang terlihat.

Kontak seksual yang dapat menjadi jalur penularan meliputi:

  • Hubungan seksual vaginal.
  • Hubungan seksual anal.
  • Kontak genital tanpa penetrasi.
  • Kontak langsung dengan area kulit yang terinfeksi.

Karena HPV dapat menginfeksi area yang tidak tertutup kondom, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) mengurangi risiko tetapi tidak memberikan perlindungan 100%.

Cara Mencegah Kutil Kelamin dan Infeksi HPV

Berikut cara mencegahnya:

1. Mendapatkan Vaksin HPV

Vaksin HPV merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah infeksi HPV dan penyakit yang disebabkannya.

WHO menyatakan bahwa vaksin HPV efektif dalam mencegah infeksi oleh tipe HPV tertentu.

Beberapa vaksin juga memberikan perlindungan terhadap tipe HPV yang paling sering menyebabkan kutil anogenital.

Vaksinasi paling optimal dilakukan sebelum seseorang terpapar HPV.

Namun, kebutuhan dan jadwal vaksinasi dapat berbeda berdasarkan usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, serta rekomendasi nasional.

Karena itu, konsultasikan jadwal vaksinasi dengan dokter ahli agar mendapatkan rekomendasi yang sesuai.

2. Gunakan Kondom dengan Benar dan Konsisten

Menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) setiap kali berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko penularan HPV.

Namun, perlindungannya tidak sempurna karena HPV dapat berada pada kulit di area genital yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).

Selain itu, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) juga membantu mengurangi risiko sejumlah infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

3. Hindari Berganti-ganti Pasangan Seksual

Memiliki lebih banyak pasangan seksual dapat meningkatkan kemungkinan terpapar HPV.

Karena itu, membatasi jumlah pasangan seksual dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Namun, seseorang tetap dapat terkena HPV meskipun hanya pernah memiliki satu pasangan seksual.

Jadi, jumlah pasangan seksual bukan satu-satunya faktor yang menentukan risiko.

4. Hindari Hubungan Seksual Jika Terdapat Kutil atau Luka yang Mencurigakan

Jika Anda atau pasangan seksual memiliki benjolan, kutil, luka, atau perubahan kulit di area genital, sebaiknya tunda kontak seksual sampai mendapatkan evaluasi medis.

Langkah tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan penularan dan memberi kesempatan untuk mengetahui penyebab kelainan kulit tersebut.

5. Lakukan Pemeriksaan Jika Muncul Benjolan di Area Kelamin

Tidak semua benjolan di area genital merupakan kutil kelamin.

Beberapa kondisi kulit atau infeksi lain dapat memiliki bentuk yang mirip.

Oleh karena itu, jangan mencoba memotong, menggaruk, memencet, atau mengoleskan obat-obatan penghilang kutil yang dijual bebas pada area genital tanpa petunjuk dokter ahli.

Jika muncul benjolan yang mencurigakan, pemeriksaan dokter ahli dapat membantu menentukan diagnosis dan pilihan penanganannya.

Apakah Vaksin HPV Bisa Mencegah Semua Jenis HPV?

Tidak.

Vaksin HPV tidak melindungi terhadap seluruh tipe HPV.

Vaksin memberikan perlindungan terhadap tipe HPV tertentu yang menjadi target vaksin.

WHO menjelaskan bahwa vaksin yang tersedia memiliki cakupan tipe yang berbeda, sementara vaksin tertentu juga memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6 dan 11 yang hampir selalu berkaitan dengan kutil anogenital.

Karena itu, seseorang yang sudah mendapatkan vaksin tetap perlu menerapkan perilaku seksual yang lebih aman dan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang sesuai.

Apakah HPV Bisa Hilang Sendiri?

Pada banyak orang, sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi HPV sehingga virus tidak lagi terdeteksi.

WHO menyebutkan bahwa sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat sembuh secara spontan.

Namun, tidak semua infeksi mengalami perjalanan yang sama.

Sebagian infeksi dapat menetap dan menyebabkan masalah kesehatan.

Karena itu, tidak adanya kutil bukan berarti seseorang pasti bebas dari HPV.

Bagaimana Jika Sudah Terinfeksi HPV?

Jika pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi HPV atau muncul kutil kelamin, dokter ahli akan menentukan penanganan berdasarkan kondisi pasien.

Perlu dipahami bahwa menghilangkan kutil tidak selalu berarti HPV langsung hilang dari tubuh.

Kutil dapat kembali muncul (kambuh) setelah pengobatan pada sebagian pasien.

Pilihan penanganan kutil dapat mencakup obat-obatan tertentu atau tindakan medis seperti krioterapi maupun pengangkatan luka, bergantung pada lokasi, ukuran, jumlah, dan kondisi kutil.

Karena itu, sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri tanpa mengetahui diagnosisnya terlebih dahulu.

Apakah Wanita yang Terinfeksi HPV Perlu Melakukan Skrining?

Ya.

Pada wanita, pencegahan HPV tidak hanya berkaitan dengan kutil kelamin.

Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel serviks dan meningkatkan risiko kanker serviks jika infeksi menetap.

WHO menekankan bahwa vaksinasi HPV dan skrining serviks merupakan bagian penting dalam pencegahan kanker serviks.

Jenis pemeriksaan dan usia untuk memulainya mengikuti pedoman yang berlaku serta kondisi masing-masing pasien.

Konsultasikan dengan dokter ahli untuk mengetahui pemeriksaan yang sesuai.

Apakah Pria Juga Perlu Mencegah HPV?

Tentu.

HPV dapat menginfeksi pria maupun wanita dan dapat menyebabkan kutil kelamin serta beberapa jenis kanker terkait HPV.

Karena itu, langkah pencegahan seperti vaksinasi sesuai rekomendasi, penggunaan kondom (pengaman atau pelindung), membatasi risiko paparan seksual, serta pemeriksaan ketika muncul kelainan pada area genital juga penting bagi pria.

Kebiasaan yang Membantu Mengurangi Risiko HPV

Selain vaksinasi dan seks yang lebih aman, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan seksual:

  • Jangan berbagi alat pribadi yang dapat bersentuhan dengan area genital.
  • Perhatikan perubahan pada kulit dan organ genital.
  • Hindari hubungan seksual ketika terdapat lesi atau kutil yang belum diperiksa.
  • Gunakan kondom (pengaman atau pelindung) dengan benar dan konsisten.
  • Lakukan konsultasi jika terdapat gejala atau riwayat paparan yang mengkhawatirkan.
  • Ikuti skrining serviks sesuai rekomendasi bagi wanita.

Namun, tidak ada satu langkah yang dapat memberikan perlindungan mutlak terhadap seluruh tipe HPV.

Kapan Harus ke Dokter Ahli?

Segera konsultasikan dengan dokter ahli apabila Anda menemukan:

  • Benjolan baru di penis, vagina, vulva, skrotum, atau sekitar anus.
  • Benjolan yang bertambah banyak atau besar.
  • Permukaan benjolan menyerupai kembang kol.
  • Gatal atau iritasi pada area genital.
  • Perdarahan dari benjolan.
  • Kelainan kulit yang tidak kunjung hilang.
  • Pasangan seksual didiagnosis mengalami HPV atau kutil kelamin.

Pemeriksaan menjadi semakin penting karena tidak semua benjolan genital disebabkan oleh HPV.

Kesimpulan

Cara mencegah kutil kelamin dan infeksi HPV dapat dilakukan dengan beberapa langkah, terutama mendapatkan vaksin HPV sesuai rekomendasi, menggunakan kondom (pengaman atau pelindung) secara benar dan konsisten, mengurangi risiko paparan seksual, serta segera memeriksakan benjolan atau perubahan pada area genital.

Vaksinasi dan perilaku seksual yang lebih aman dapat mengurangi risiko, tetapi tidak memberikan perlindungan mutlak terhadap semua tipe HPV. Oleh karena itu, pemeriksaan tetap penting apabila muncul gejala atau terdapat kekhawatiran mengenai paparan HPV.

Jika Anda menemukan kutil atau benjolan di area genital, konsultasikan dengan dokter ahli di Klinik Apollo Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai, mengetahui penyebab keluhan, serta memperoleh pilihan pengobatan berdasarkan kondisi Anda.

Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, Anda dapat memperoleh informasi medis yang lebih jelas sekaligus menjaga privasi dan kesehatan reproduksi.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yulia

Yulia
Yulia adalah seorang Content Writer di Klinik Apollo yang sudah berkecimpung di dunia kesehatan penyakit kelamin sejak tahun 2017.