Klinik Apollo, Jakarta – Infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang bisa muncul kembali sekalipun telah sembuh sebelumnya. Terdapat ciri-ciri infeksi saluran kemih kambuh pada pengidap.

Infeksi saluran kemih yang kambuh bisa menyerang pengidap kembali karena beberapa faktor, seperti kurang asupan air putih, daya tahan tubuh yang lemah, dan terkena penyakit diabetes.

Lalu apa sajakah ciri-ciri infeksi saluran kemih kambuh? Sebelum mengetahui pembahasan utama, tidak ada salahnya Anda memahami tindakan saat ISK kambuh.

>> Konsultasi Online Gratis Di Sini <<

Apa yang Wajib Dilakukan saat Infeksi Saluran kemih Kambuh?

Apabila mengalami infeksi saluran kemih untuk yang kedua atau kesekian kalinya, biasakan untuk minum air putih. Penuhi kebutuhan tubuh dengan cairan minimal 2 liter per hari.

Selain itu, dengan memenuhi kebutuhan cairan, penderita terhindar dari dari risiko infeksi saluran kemih yang kambuh lagi.

Penting untuk Anda ingat bahwa minuman berkafein, berkarbonasi, dan beralkohol bisa memperburuk tanda-tanda infeksi saluran kemih. Maka dari itu, hindari ketiga jenis minuman ini.

Pastikan juga untuk beristirahat (tidur) yang cukup. Carilah posisi tidur saat infeksi saluran kemih yang nyaman agar mendapatkan momen istirahat yang berkualitas.

Dan yang terpenting, jangan ragu dan lelah untuk berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidangnya saat infeksi menyerang kembali.

>> Konsultasi Online Gratis Di Sini <<

Ciri-Ciri Infeksi Saluran Kemih yang Mengalami Kambuh

Anda perlu memahami bahwa orang yang sering kali terkena infeksi saluran kemih secara berulang adalah anak-anak. Meskipun begitu, remaja hingga dewasa berpotensi mengalaminya.

Penderita yang mengalami pengulangan penyakit infeksi saluran kemih perlu mendapatkan pemeriksaan dokter kembali karena tanda-tandanya perlu diatasi.

Adapun ciri-ciri infeksi saluran kemih kambuh adalah sebagai berikut:

  • Mengalami sensasi terbakar atau perih saat penderita berkemih.
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat atau tinggi.
  • Sering kali merasakan buang air kecil secara tiba-tiba/mendadak.
  • Mengalami perubahan warna dan aroma urine.
  • Kandung kemih tidak sepenuhnya kosong.
  • Dapat mengalami nyeri di perut bagian bawah.
  • Demam dan menggigil.
  • Mengalami mual dan muntah-muntah.
  • Air seni dan darah menjadi satu (hematuria).
  • Mengalami kebingungan atau sulit berkonsentrasi.
  • Iritasi atau gatal di area alat kelamin.

Dengan adanya tanda-tanda infeksi saluran kemih kambuh di atas, tentu tidak nyaman apabila mengalaminya kembali, bukan? Maka dari itu, Anda perlu melakukan pencegahan.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih Sering Kambuh? Inilah Penyebabnya!

Berikut adalah berbagai upaya yang dapat Anda lakukan agar infeksi saluran kemih tidak kambuh:

  • Upayakan untuk minum air mineral 8-10 gelas sehari.
  • Konsumsi jus cranberry karena jus ini dapat mencegah perlekatan bakteri E. coli, pemicu infeksi saluran kemih pada dinding kandung kemih.
  • Anda perlu mencukupi kebutuhan vitamin C. Vitamin C akan meningkatkan keasaman urine dan membuat lingkungan menjadi tidak bersahabat bagi patogen.
  • Menghindari mandi busa atau sabun yang berpewangi untuk mencegah iritasi di saluran uretra.
  • Bersihkan area intim wanita dari depan ke belakang setiap kali buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB).
  • Celana dalam dari bahan katun akan mengurangi pertumbuhan bakteri di uretra daripada dengan celana dari bahan nilon.
  • Ada baiknya untuk membuang air kecil paling sedikit setiap 3-4 jam untuk membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kencing.
  • Hindari kebiasaan membuang air kecil dan air besar karena bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

Nah, demikian informasi mengenai ciri-ciri infeksi saluran kemih kambuh. Jika Anda tengah mengalami ISK, sebaiknya tidak berhubungan intim terlebih dahulu.

Sebab, hubungan intim dapat menyebabkan sensasi yang menyakitkan dan berpotensi memperburuk kondisi.

Terakhir, Anda bisa berkonsultasi dengan kami melalui tautan yang tersedia jika memiliki keluhan mengenai saluran kemih atau penyakit kelamin.

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment