Klinik Apollo, Jakarta – Kanker penis merupakan salah satu jenis kanker menakutkan yang harus diwaspadai para pria karena bisa datang melalui penyebab apa saja.

Penyebab kanker penis itu beragam dan penyakit tersebut bisa menyerang siapa pun, termasuk pria yang belum melakukan sunat.

Artikel ini akan membahas mengenai lima penyebab kanker penis. Dengan adanya artikel ini, semoga dapat menambah wawasan dan meningkatkan antisipasi terhadap kanker penis.

Pahami Segala Penyebab Penyakit Kanker Penis

Kanker penis adalah perkembangan abnormal pada sel-sel kulit penis atau jaringan di sekitarnya.

Pria yang belum disunat atau orang tua yang berusia diatas 55 tahun sering kali mengalami kanker penis.

Faktor risiko utama dari penyakit berbahaya ini adalah Human papillomavirus (HPV), virus yang menyebabkan kondiloma akuminata.

Apa yang menyebabkan kanker penis? Para ilmuwan belum menemukan pemicu dari kanker penis secara pasti. Namun, mereka telah mengidentifikasi beberapa faktor yang berkaitan.

Berikut adalah lima penyebab yang mungkin berkontribusi pada penyakit kanker penis.

Baca Juga: Kanker Penis: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatan

1. Infeksi Virus HPV

Human papillomavirus (HPV) dianggap sebagai faktor risiko utama dalam perkembangan kanker penis.

Human papillomavirus adalah kelompok virus yang dapat mengakibatkan kutil kelamin (kondiloma akuminata).

Virus tersebut memainkan peran penting pada beberapa kasus kanker penis. Virus ini bisa menular melalui aktivitas seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

2. Kebersihan yang Buruk

Kebersihan yang buruk atau kurangnya pengembangan pribadi dapat meningkatkan risiko infeksi, termasuk infeksi yang dapat menyebabkan kanker penis.

Kotoran dan bakteri dapat menumpuk di preputium apabila pria tidak membersihkannya dengan baik.

Akibatnya, iritasi dan infeksi yang berkontribusi pada perkembangan kanker pun berkemungkinan meningkat.

3. Fimosis

Fimosis adalah masalah kesehatan  yang menyebabkan seseorang tidak bisa menarik kulupnya kembali dari kepala penis.

Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan yang berulang. Selain itu, fimosis juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan perubahan pada sel penis yang dapat memicu kanker.

4. Pria Lanjut Usia

Laki-laki yang berusia lanjut, lebih tepatnya orang tua, cenderung lebih rentan terhadap kanker penis daripada pria yang lebih muda.

Hal ini dapat disebabkan oleh proses penuaan yang berdampak pada sel-sel tubuh. Selama penuaan, sistem kekebalan tubuh dapat melemah.

Selama itu juga, sel-sel dapat mengalami kerentanan terhadap kerusakan yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

5. Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok telah dikaitkan dengan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker penis.

Zat-zat karsinogenik yang terkandung dalam asap rokok dapat merusak pada sel-sel penis dan meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker.

Cara Menyembuhkan Penyakit yang Menyebabkan Kanker Penis

Untuk mencegah kanker penis, orang-orang yang mengalami fimosis atau terinfeksi HPV dapat mengobati kedua kondisi tersebut.

Walaupun tidak ada penanganan spesifik untuk HPV, individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membantu tubuh melawan infeksi dan mengatasi virus tersebut.

Umumnya, infeksi HPV akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan hingga dua tahun.

Apabila infeksi HPV menimbulkan kutil kelamin atau perubahan sel yang berpotensi menjadi kanker (pra kanker), dokter dapat melakukan tindakan pengangkatan terhadap kutil atau lesi tersebut.

Di samping itu, para dokter menyarankan untuk melakukan vaksinasi HPV pada pria dan wanita di kelompok usia tertentu untuk mencegah infeksi HPV dan risiko terkena kanker yang terkait dengan virus tersebut.

Sementara itu, orang yang mengalami fimosis dapat mencegah kanker penis dengan mengobatinya menggunakan berbagai macam perawatan.

Perawatan yang konservatif, seperti menjaga kebersihan kulit penis dengan baik dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi apabila fimosis tidak menimbulkan ketidaknyamanan.

Pada kasus tertentu, dokter bisa memberikan pengobatan topikal untuk membantu melunakkan kulit penis dan memudahkan proses penarikan kulup.

Apabila Anda mengalami infeksi yang berulang, dokter mungkin merekomendasikan sirkumsisi, suatu prosedur bedah untuk mengangkat kulit yang menyelimuti kepala penis.

Apabila Anda mencurigai penyebab kanker penis pada diri Anda, jangan khawatir, konsultasikan dengan dokter. Dokter bisa memberikan saran dan pengobatan agar jenis kanker ini tercegah.

>>> KONSULTASI ONLINE GRATIS DI SINI <<<

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment