Klinik Apollo – Banyak orang mencari perbedaan kutil kelamin dengan jengger ayam karena kedua istilah tersebut sering digunakan secara berbeda.
Padahal, dalam konteks medis, kutil kelamin dan jengger ayam umumnya merupakan istilah untuk kondisi yang sama, yaitu genital warts atau kondiloma akuminata.
Kondisi ini berkaitan dengan infeksi human papilloma virus (HPV) dan dapat muncul pada area genital maupun sekitar anus. Meskipun sering tidak menimbulkan rasa sakit, benjolan dapat bertambah besar atau jumlahnya meningkat sehingga perlu di periksa oleh dokter ahli.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan kutil kelamin dan jengger ayam, ciri-cirinya, penyebab, hingga pilihan penanganannya.
Apakah Kutil Kelamin dan Jengger Ayam Berbeda?
Tidak.
Kutil kelamin dan jengger ayam pada dasarnya adalah istilah yang merujuk pada kondisi yang sama.
Dalam istilah medis, kondisi tersebut di kenal sebagai kondiloma akuminata (condyloma acuminata) atau genital warts.
Istilah “jengger ayam” di gunakan karena beberapa kutil dapat tumbuh berkelompok dengan permukaan tidak rata sehingga bentuknya menyerupai jengger ayam atau kembang kol.
Klinik Apollo juga menggunakan istilah jengger ayam sebagai sebutan lain untuk kutil kelamin.
Jadi, apabila seseorang bertanya “apa beda kutil kelamin dan jengger ayam?”, jawabannya adalah tidak ada perbedaan utama pada penyakitnya; yang berbeda terutama adalah istilah penyebutannya.
Apa Penyebab Kutil Kelamin atau Jengger Ayam?
Penyebab utamanya adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV).
HPV merupakan kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 200 tipe.
Beberapa tipe HPV berisiko rendah, terutama HPV tipe 6 dan 11, paling sering berkaitan dengan kutil kelamin.
Tipe HPV penyebab kutil umumnya berbeda dari tipe berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker.
HPV dapat menular melalui kontak seksual, termasuk:
- Hubungan seksual vaginal.
- Hubungan seksual anal.
- Seks oral.
- Kontak kulit langsung pada area genital.
Penggunaan kondom (pengaman atau pelindung) dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, tetapi tidak memberikan perlindungan 100% karena virus dapat berada pada area kulit yang tidak tertutup kondom (pengaman atau pelindung).
Ciri Kutil Kelamin dan Jengger Ayam
Karena keduanya merupakan istilah untuk kondisi yang sama, cirinya juga tidak berbeda.
Beberapa ciri yang dapat muncul antara lain:
1. Muncul Benjolan di Area Genital
Kutil dapat muncul pada:
- Penis.
- Kulup.
- Skrotum.
- Vulva atau vagina.
- Selangkangan.
- Area antara genital dan anus.
- Sekitar anus.
Pada kondisi tertentu, kutil juga dapat di temukan di bagian dalam anus atau area genital lainnya.
2. Bentuknya Bisa Kecil atau Menyerupai Kembang Kol
Kutil dapat berupa 1 benjolan kecil atau beberapa benjolan yang berkumpul.
Jika jumlahnya semakin banyak, permukaannya dapat terlihat seperti kembang kol atau jengger ayam.
Bentuknya dapat berupa benjolan yang menonjol, datar, lunak, atau lebih keras.
3. Sering Tidak Menimbulkan Nyeri
Kutil kelamin sering kali tidak terasa sakit.
Namun, pada sebagian orang, kutil dapat menyebabkan gatal, iritasi, rasa tidak nyaman, nyeri, atau perdarahan, terutama ketika mengalami gesekan.
Karena itu, tidak adanya rasa sakit bukan berarti benjolan tersebut aman atau bukan kutil kelamin.
Apakah Semua Benjolan di Kelamin Adalah Kutil?
Tidak.
Ini merupakan salah satu hal penting yang perlu di pahami.
Tidak semua benjolan pada penis, vagina, vulva, atau anus di sebabkan oleh HPV.
Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan pada kulit genital.
Bahkan, beberapa luka akibat infeksi menular seksual (IMS) lain dapat memiliki tampilan yang mirip.
CDC menjelaskan bahwa diagnosis kutil anogenital umumnya di lakukan melalui pemeriksaan visual.
Jika bentuk luka tidak khas, berpigmen, mengeras, melekat pada jaringan di bawahnya, mengalami perdarahan, mengalami luka terbuka, atau diagnosisnya meragukan, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut seperti biopsi.
Karena itu, jangan mencoba memastikan diagnosis hanya berdasarkan foto atau bentuk benjolan.
Apakah Kutil Kelamin Bisa Hilang Sendiri?
Bisa.
Pada sebagian orang, sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi HPV sehingga kutil dapat menghilang tanpa pengobatan.
Namun, pada orang lain kutil dapat tetap ada, bertambah besar, atau bertambah banyak.
WHO juga menjelaskan bahwa sebagian besar infeksi HPV dapat di kendalikan tubuh secara alami.
Namun, beberapa infeksi dapat menetap dan menyebabkan masalah kesehatan tertentu.
Jadi, apabila kutil terlihat semakin banyak atau membesar, sebaiknya jangan hanya menunggu tanpa pemeriksaan.
Bagaimana Cara Dokter Ahli Mendiagnosis Kutil Kelamin?
Dokter ahli biasanya melakukan pemeriksaan langsung pada luka untuk menilai bentuk, lokasi, ukuran, dan karakteristik benjolan.
Pada kasus yang tidak khas atau mencurigakan, dokter ahli dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan, termasuk biopsi.
Menariknya, tes HPV tidak di gunakan sebagai pemeriksaan rutin untuk mendiagnosis kutil kelamin.
CDC menyatakan bahwa HPV testing tidak direkomendasikan untuk diagnosis kutil anogenital karena hasilnya tidak memastikan diagnosis dan tidak membantu menentukan tata laksana kutil.
Bagaimana Cara Mengobati Kutil Kelamin?
Penanganan bergantung pada lokasi, jumlah, ukuran, kondisi kulit, dan hasil pemeriksaan dokter ahli.
Beberapa pilihan yang dapat di gunakan dokter ahli antara lain:
- Obat-obatan oles tertentu yang di resepkan.
- Krioterapi atau pembekuan.
- Pengangkatan dengan tindakan medis.
- Elektrokauter atau metode ablasi tertentu.
- Laser pada kondisi tertentu.
WHO menyebutkan bahwa kutil anogenital dapat di tangani melalui metode seperti pembekuan, pemanasan atau ablasi, atau tindakan pembedahan sesuai kondisi luka.
Perlu di pahami bahwa pengobatan kutil menghilangkan luka yang terlihat, tetapi tidak secara langsung menghilangkan HPV dari tubuh.
Karena itu, kutil dapat muncul kembali setelah pengobatan.
Hindari menggunakan obat-obatan penghilang kutil biasa secara sembarangan pada area genital karena kulit dan jaringan di area tersebut lebih sensitif.
Apakah Kutil Kelamin Bisa Menjadi Kanker?
Kutil kelamin yang umumnya di sebabkan HPV tipe 6 dan 11 berbeda dari tipe HPV berisiko tinggi yang paling berkaitan dengan kanker.
Jadi, adanya kutil kelamin tidak otomatis berarti seseorang mengalami kanker.
Namun, seseorang tetap dapat mengalami lebih dari 1 jenis HPV.
Karena itu, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan seksual tetap penting, terutama bagi wanita yang perlu mengikuti skrining kanker serviks sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Konsultasi Kutil Kelamin di Klinik Apollo
Jika Anda menemukan benjolan, pertumbuhan seperti kembang kol, atau perubahan kulit di area genital maupun anus, pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Di Klinik Apollo, Anda dapat memperoleh konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter ahli serta tenaga medis untuk keluhan kulit dan kelamin, termasuk kutil kelamin.
Penanganan di sesuaikan dengan kondisi pasien sehingga Anda dapat mengetahui pilihan terapi yang tepat dengan tetap memperhatikan privasi dan kenyamanan selama pemeriksaan.
Jangan mencoba menghilangkan kutil sendiri. Segera konsultasikan kondisi Anda ke Klinik Apollo agar mendapatkan pemeriksaan yang tepat dan penanganan medis sesuai kondisi.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta



