Klinik Apollo, Jakarta – Bagaimana cara menyembuhkan infeksi saluran kemih? Pasalnya, kondisi medis ini bukanlah masalah yang bisa Anda sepelekan begitu saja.

Tanpa pengobatan, penderita berisiko terkena gagal ginjal akut, bakteremia, sepsis, dan meningitis. 

Sementara komplikasi jangka panjang dari infeksi saluran kemih, antara lain parut ginjal, hipertensi, gagal ginjal, dan preeklampsia.

Cara Menyembuhkan Infeksi yang Menyerang Saluran Kemih

Bakteri, parasit, atau mikroba lain yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih dapat masuk dan berkembang biak di sistem urinaria yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Kebanyakan penderita dari infeksi saluran kemih adalah wanita. Infeksi saluran kemih pada wanita terjadi karena kaum Hawa mempunyai uretra yang tidak lebih panjang daripada pria.

Jika Anda pernah mengalami perih saat kencing, itu merupakan salah satu gejala dari infeksi yang melanda saluran kencing Anda.

Sebelum gejala lain muncul dan infeksi menyebar ke organ lain, Anda harus mengobati ISK. Penyembuhan yang tepat dapat mencegah gangguan kesehatan lain yang justru lebih parah.

Berikut adalah 4 cara menyembuhkan infeksi saluran kemih yang bisa Anda dapatkan apabila berobat ke dokter spesialis.

Baca Juga: Berhubungan Seks saat Infeksi Saluran Kemih, Memperburuk Kondisi?

1. Evaluasi yang komprehensif

Dokter akan memulai evaluasi yang komprehensif dengan mengumpulkan riwayat medis pasien dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan adanya gejala dari infeksi saluran kemih.

Tidak hanya pemeriksaan fisik yang signifikan, dokter pun dapat merekomendasikan  tes laboratorium, seperti analisis urin untuk melihat keberadaan bakteri atau darah dalam urine.

2. Meresepkan obat

Selanjutnya, dokter akan meresepkan obat berjenis antibiotik yang sesuai apabila pasien terbukti mengalami ISK. 

Pemilihan antibiotik tergantung pada jenis kuman yang mengakibatkan infeksi dan sensitivitasnya terhadap antibiotik tertentu. 

Penting untuk mengonsumsi obat sesuai dosis dan jangka waktu yang direkomendasikan.

3. Penghilangan gejala

Dokter juga dapat meresepkan obat pereda gejala untuk membantu meredakan ketidaknyamanan yang mungkin Anda rasakan selama bakteri menginfeksi saluran kemih.

Beberapa gejala ini, seperti nyeri atau perih saat buang air seni. Obat pereda nyeri berjenis tertentu dapat diberikan untuk sementara waktu.

4. Pemeriksaan lanjutan

Setelah pengobatan dimulai, dokter mungkin akan meminta Anda untuk menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. 

Pemeriksaan tersebut begitu penting untuk memantau reaksi tubuh terhadap pengobatan, memantau kesembuhan, dan memastikan tidak ada kekambuhan. 

Dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut dan dapat meresepkan pengobatan tambahan kalau gejala tidak membaik atau kambuh setelah perawatan medis selesai.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih Berulang 

Anda harus mewaspadai beberapa faktor risiko yang dapat mendatangkan infeksi saluran kemih berulang. Misalnya, tidak membuang air kecil, sebelum atau sesudah berhubungan intim.

Agar terhindar dari infeksi saluran kemih berulang, silakan simak pencegah berikut ini.

  • Anda harus memperbanyak asupan untuk mengisi cairan tubuh agar terhindar dari ISK yang bisa kambuh kapan saja. 
  • Jangan menunda saat hasrat buang air kecil terasa pada diri Anda.
  • Bersihkan area genital secara teratur.
  • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak pengap.
  • Jauhkan diri dari produk yang dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar penis dan vagina.

Infeksi saluran kemih dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Akan tetapi, dengan tindakan yang tepat, gejalanya dapat dikurangi dan infeksi dapat sembuh sepenuhnya. 

Segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui informasi seputar cara menyembuhkan infeksi saluran kemih secara akurat dan perawatan yang sesuai jika Anda mengalami tanda-tanda yang tidak mengenakan akibat ISK.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter spesialis, seperti Dokter Klinik Apollo. Kami akan membantu menghilangkan infeksi yang ada di saluran kemih Anda.

>>> KONSULTASI ONLINE GRATIS DI SINI <<<

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment