Klinik Apollo, Jakarta – Wanita memang lebih sensitif terhadap infeksi saluran kemih (ISK). Jadi, wanita yang mengalami infeksi saluran kemih perlu mengobati penyakit tersebut.

Mengapa mengobati infeksi saluran kemih pada wanita begitu penting? Hal ini untuk menghilangkan masalah berhubungan intim saat infeksi saluran kemih dan gejala lainnya.

Memang, bagaimana cara mengobati infeksi saluran kemih pada wanita? Simak tips yang membahas seputar pengobatan ISK pada wanita melalui pembahasan berikut.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

Makanan yang Perlu Dihindari saat infeksi saluran kemih

Sebelum masuk ke pembahasan utama, makanan yang perlu dihindari saat mengalami ISK pun perlu Anda ketahui.

Wanita lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih daripada pria. Sekalipun begitu, pria pun juga bisa mengalami ISK.

Risiko infeksi saluran kencing disebabkan karena beberapa faktor, seperti tidak menjaga kebersihan saluran kemih, kurang minum air, sering menahan pipis, dan tidak membersihkan kemaluan setelah berhubungan.

Bagi yang mengalami kondisi ini, gejala yang muncul dapat berupa sering kebelet pipis, sakit saat kencing, terasa tidak tuntas saat kencing, dan sebagainya.

Bila menderita ISK, dokter mungkin akan memberikan pengobatan dan juga saran mengenai makanan yang sebaiknya dihindari.

Berikut pantangan makanan saat ada wanita yang mengalami infeksi saluran kemih.

1. Makanan Pedas

Mengonsumsi makanan pedas, seperti cabai dan saus pedas, dapat memicu sensasi terbakar dan rasa nyeri pada penderita ISK.

Hal ini disebabkan oleh senyawa capsaicin dalam makanan pedas yang dapat mengiritasi saluran kemih dan memperparah gejala ISK.

2. Minuman berkafein

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman berenergi dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Minuman-minuman berkafein tersebut dapat mengiritasi saluran kemih dan meningkatkan ketidaknyamanan bagi penderita ISK.

3. Minuman Alkohol

Konsumsi alkohol dapat mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Alkohol juga dapat berperan sebagai diuretik dan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.

4. Makanan dengan gula berlebihan

Makanan dengan kandungan gula yang berlebihan dapat merangsang pertumbuhan bakteri dalam saluran kemih karena bakteri biasanya menyukai lingkungan yang kaya gula.

Makanan-makanan itu, seperti permen dan minuman bersoda. Mengurangi konsumsi gula dapat membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri penyebab ISK.

5. Makanan asam

Makanan yang tinggi asam, seperti jeruk, tomat, dan produk berbasis tomat, dapat membuat urin menjadi lebih asam dan memperparah peradangan pada saluran kemih. Ini dapat membuat pengelolaan gejala ISK menjadi lebih sulit.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih yang Terjadi pada Wanita

Penting untuk mengobati infeksi saluran kemih dengan baik. Jika tidak, penyakit ini dapat menyebabkan risiko komplikasi. Salah satunya, infeksi berulang atau kambuh secara teratur.

Terutama pada wanita, infeksi saluran kemih dapat kambuh dalam waktu singkat, yaitu dua kali atau lebih dalam enam bulan, atau bahkan lebih dari empat kali dalam setahun.

Tanpa pengobatan yang tepat, risiko komplikasi yang lebih serius termasuk kerusakan ginjal permanen, persalinan prematur atau kelahiran bayi dengan berat badan di bawah normal, dan sepsis.

Jadi, untuk mengatasi kondisi medis ini, perlu penanganan dari dokter. Dengan kata lain, hindari pemakaian obat atau metode yang berkaitan dengan ISK tanpa pengawasan dokter.

Cara mengobati infeksi saluran kemih pada wanita bisa dengan antibiotik, obat pereda nyeri, terapi hormon estrogen, dan terapi supresif. Berikut penjelasan atas rincian tersebut.

1. Antibiotik

Antibiotik merupakan obat yang biasanya terpakai untuk infeksi saluran kemih. Pemilihan jenis antibiotik dan pengobatannya bergantung pada dua faktor.

Faktor-faktor yang menentukan jenis antibiotik, yaitu enis bakteri yang menyebabkan infeksi dan tingkat keparahan infeksi.

Secara umum, untuk infeksi saluran kemih yang belum menjadi komplikasi, biasanya pengidap memerlukan terapi antibiotik selama 1-3 hari.

Apabila infeksi lebih berat atau terjadi komplikasi, sebagian penderita membutuhkan antibiotik sampai 7-10 hari, bahkan bisa lebih lama.

2. Obat Pereda Nyeri

Ahli medis juga akan memberikan resep obat pereda nyeri untuk meredakan rasa nyeri dan sensasi terbakar yang terasa di vagina.

Untuk jenis obat pereda nyeri, pemilihan dapat ditentukan melalui pertimbangan atas beberapa faktor, seperti tingkat keparahan penyakit, jenis infeksi, dan meninjau dari riwayat alergi pengidap yang tidak bertoleransi obat tertentu.

Baca Juga: Cari Tahu, Infeksi Saluran Kemih pada Wanita Apakah Berbahaya?

3. Terapi Hormon Estrogen

Penderita yang mengalami infeksi saluran kemih setelah menopause, perlu melakukan terapi hormon estrogen agar jaringan menjadi kuat, pH menjadi stabil, serta pertumbuhan bakteri baik di dalam vagina terjaga.

Pada kasus tertentu, dokter dapat meresepkan terapi hormon estrogen topikal dalam bentuk krim atau supositoria vagina.

Estrogen dapat membantu mengembalikan elastisitas dan kelembapan dinding vagina yang dapat menurun akibat penurunan kadar estrogen.

4. Terapi Supresif

Terapi supresif merupakan pendekatan yang melibatkan penggunaan antibiotik dalam dosis rendah untuk jangka waktu yang panjang dengan tujuan mencegah kambuhnya infeksi.

Pendekatan ini biasanya untuk pasien yang memiliki riwayat infeksi berulang atau sering kambuh.

Terapi jenis ini dapat mengendalikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, menjaga infeksi tetap dalam batas yang terkendali, dan mencegah gejala infeksi kembali muncul.

Itulah informasi mengenai cara mengobati infeksi saluran kemih pada wanita dan makanan yang perlu dihindari. ISK bisa sembuh. Jika Anda menderita kondisi tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami, ya.

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment