Penyebab erosi serviks ketika hamil, erosi serviks atau ektopi serviks adalah ketika sel-sel lunak (sel kelenjar) yang melapisi bagian dalam saluran serviks menyebar ke permukaan luar serviks.

Bagian luar serviks biasanya memiliki sel-sel keras (sel epitel). Leher rahim adalah di mana rahim terhubung ke vagina. Kondisi ini kadang-kadang disebut sebagai erosi serviks.

Erosi serviks itu tidak hanya meresahkan, tetapi juga menyesatkan.  Namun bisa saja serviks tidak benar-benar terkikis. Sebenarnya, itu bukan penyakit. Tidak selalu mungkin untuk menentukan penyebab erosi serviks.

Beberapa wanita bahkan terlahir dengan erosi serviks. Bisa juga karena fluktuasi hormonal.

Jika mengalami erosi serviks saat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen dan gejalanya menjadi masalah, konsultasikan dengan dokter mengenai pergantian alat kontrasepsi atau tidak.

Erosi serviks jarang terjadi pada wanita pascamenopause. Tidak ada hubungan antara erosi serviks dan perkembangan kanker serviks atau perkembangan kanker lainnya.

Gejala dan Penyebab Erosi Serviks Saat Hamil

Gejala dan Penyebab Erosi Serviks Saat Hamil

Img: klinikapollojakarta.com

Gejala erosi serviks mungkin tidak menyadarinya sampai melakukan pemeriksaan dengan dokter dan melakukan pemeriksaan panggul. Jika memiliki gejala, kemungkinan besar termasuk:

  • Keluarnya lendir yang ringan.
  • Bercak di antara periode.
  • Keputihan menjadi gangguan. Rasa sakit mengganggu kenikmatan seksual. Bagi beberapa wanita dan gejala ini parah.

Jika memiliki gejala ringan seperti ini, tidak boleh berasumsi memiliki erosi serviks. Namun harus mendapatkan diagnosis yang tepat. Erosi serviks tidak serius. Beberapa di antaranya adalah:

  • Infeksi.
  • Fibroid atau polip.
  • Endometriosis.
  • Masalah dengan IUD.
  • Masalah dengan kehamilan.
  • Kanker serviks, kanker rahim atau jenis kanker lainnya.

Baca Juga: Begini Cara Menyembuhkan Erosi Serviks, Simak Disini…

Metode Pengobatan

Metode Pengobatan Erosi Serviks Ketika Hamil

Img: klinikapollojakarta.com

Erosi serviks kemungkinan akan ditemukan selama pemeriksaan panggul rutin dan tes pap smear. Mungkin berdarah sedikit selama tes.

Meskipun tidak ada hubungan di antara keduanya, kanker serviks dini sangat mirip dengan erosi serviks. Jika tidak memiliki gejala dan hasil tes pap smear normal, mungkin tidak memerlukan tes lebih lanjut.

Jika mengalami gejala yang sulit, seperti nyeri saat berhubungan seksual atau keputihan yang banyak, dokter mungkin menyarankan untuk tes kondisi yang mendasarinya.

Langkah selanjutnya mungkin prosedur yang disebut kolposkopi yang dapat dilakukan oleh dokter. Selama prosedur yang sama, sampel jaringan yang kecil dapat dikumpulkan (biopsi) untuk tes sel kanker.

Kecuali jika gejalanya mengganggu, mungkin tidak ada alasan untuk mengobati erosi serviks. Kebanyakan wanita hanya mengalami sedikit masalah. Kondisi tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Jika memiliki gejala yang mengganggu dan berkelanjutan seperti keluarnya lendir, pendarahan atau nyeri selama atau setelah berhubungan seksual, segera konsultasikan dengan dokter tentang pilihan pengobtan.

Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan diatermi, bedah beku atau lainnya. Anda dapat melanjutkan sebagian besar aktivitas normal.

Mungkin mengalami ketidaknyamanan yang ringan dan mirip dengan menstruasi selama beberapa jam hingga beberapa hari. Setelah prosedur, serviks perlu waktu untuk sembuh.

Anda akan disarankan untuk menghindari hubungan seksual dan tidak boleh menggunakan tampon selama sekitar 4 minggu. Ini juga akan membantu mencegah infeksi.

Sementara itu, konsultasikan dengan dokter dokter jika memiliki keputihan berbau busuk dan pendarahan yang lebih berat dari menstruasi.

Kauterisasi biasanya mengatasi gejala-gejala ini. Jika gejala mereda, artinya pengobatan berhasil. Mungkin saja gejalanya akan kambuh, tetapi pengobatannya bisa diulang.

Segera Konsultasikan di Klinik Kelamin Jakarta

penyebab erosi serviks ketika hamil klinik kelamin jakarta

Img: klinikapollojakarta.com

Klinik Apollo adalah klinik kelamin Jakarta, pasien akan langsung ditangani oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya.

Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia.

Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya.

Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

About the Author: Klinik Apollo

Klinik Apollo adalah klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terbaik dan terpercaya di Jakarta. Kami melayani dan menangani berbagai macam jenis penyakit mengenai masalah reproduksi.
Artikel Lainnya
Lihat Semua
  • Published On: Agustus 4th, 20224 min read

    Klinik Apollo – Efek klamidia biasanya disebabkan oleh bakteri yang bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual tanpa […]

  • Published On: Juli 19th, 20224,3 min read

    Klinik Apollo – Apa penyebab penis luka? Penis adalah organ yang sangat sensitif dengan hanya lapisan kulit yang tipis yang […]

  • Published On: September 2nd, 20222,9 min read

    Klinik Apollo – Bagaimana cara mengatasi disfungsi seksual menopause? Hilangnya hormon estrogen dan hilangnya hormon testosteron setelah menopause dapat menyebabkan […]

  • Published On: Maret 29th, 20224,5 min read

    Infeksi saluran kemih (ISK) mempengaruhi saluran kemih termasuk kandung kemih (sistitis), uretra (urethritis) atau ginjal (infeksi ginjal).

Leave A Comment