Klinik Apollo, Jakarta – Ketahuilah bahwa banyak penyakit yang menyerang testis atau buah zakar. Kondisi medis yang mengenai organ tersebut muncul akibat berbagai penyebab. Misalnya, infeksi bakteri.

Testis bengkak, sakit saat berhubungan badan, mual, dan selangkangan nyeri merupakan dampak yang dapat dirasakan pengidap apabila testis mengalami kelainan.

Lantas apa sajakah jenis-jenis penyakit yang menyerang testis? Ketahui pembahasan tersebut melalui artikel ini.

Dengan harapan, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi pun muncul.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

Apa Itu Testis?

Testis adalah bagian dari organ reproduksi laki-laki. Organ yang berbentuk oval ini berada di dalam kantong di belakang penis (skrotum).

Testis tidak tampak oleh mata karena bagian ini terbungkus oleh skrotum. Umumnya, testis akan tumbuh saat laki-laki memasuki usia 10–13 tahun.

Testis yang tumbuh tampak dengan perubahan warna skrotum yang menjadi lebih gelap dan ditumbuhi rambut.

Nama lain dari buah zakar ini berfungsi sebagai penghasil hormon testosteron–hormon yang membantu kinerja sistem reproduksi dan penghasil sperma.

Karena testis berperan penting, organ ini tidak bisa lepas dari gangguan kesehatan apa pun.

Mengenal Penyakit yang Menyerang Testis

Testis yang sehat memiliki sejumlah tanda yang tampak, antara lain memiliki permukaan kulit yang halus dan tidak ada benjolan.

Tentu, ciri-ciri tersebut sangat bertolak belakang dengan buah zakar yang tidak sehat alias terkena penyakit.

Berikut adalah sejumlah penyakit yang rentan menyerang testis.

1. Orchitis

Orchitis adalah radang yang terjadi di kedua buah zakar (testis) atau salah satunya. Apabila testis membengkak, salah satu penyakitnya ialah orchitis.

Selain pembengkakan, orchitis dapat menimbulkan demam, mual, cepat lelah, pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, dan lain-lain.

Pada pengidap yang mengalami orchitis dengan tingkat ekstrem, darah bisa menyatu dengan air mani (hematospermia).

Karena bakteri-bakteri yang menyebabkan orchitis dapat ditularkan melalui hubungan intim, sebaiknya praktikkan hubungan intim yang sehat, seperti menggunakan alat kontrasepsi.

Apabila Anda mengalami orchitis, sebaiknya hentikan aktivitas seksual sembari menunggu sembuh saat pengobatan.

>> Konsultasi Online Gratis di Sini <<

2. Varikokel

Varikokel adalah kondisi yang mengacu pada pembengkakan pembuluh darah di testis hingga mengeluarkan darah. 

Ketahuilah bahwa sebagian pengidap varikokel mengalami infertilitas primer. Bagi yang mengalami varikokel tentu akan mengalami kesulitan untuk memiliki anak.

Melalui pembedahan varikokel, penderita bisa sembuh. Kemudian, rencana untuk menjalani program kehamilan dapat dilaksanakan.

3. Trauma Testis

Trauma testis umumnya terjadi pada saat buah zakar mengalami cedera. Cedera yang terjadii disebabkan oleh benturan atau tendangan benda keras.

Diketahui, trauma testis memiliki beberapa jenis, antara lain ruptur, kontusio, torsio, dan hematokel.

Pria yang mengalami trauma di bagian ini biasanya akan merasakan rasa mual dalam periode tertentu. Selain itu, tentunya gejala lain pun dapat dirasakan. Misalnya, nyeri dan lebam di skrotum.

Dalam kondisi yang ringan, biasanya pemulihan akan terjadi secara alami. Apabila terdapat pembengkakan atau memar di testis, hal ini mengindikasikan cedera yang serius dan memerlukan tindakan medis segera.

4. Kanker Testis

Kanker testis adalah penyakit ganas yang mengenai testis. Akan tetapi, kanker ini jarang terjadi. Jika kanker testis sudah masuk ke tahap selanjutnya, gejalanya muncul.

Kondisi ini dapat terjadi ketika sel-sel abnormal membelah dan tumbuh secara tidak wajar. Ini bisa dialami  oleh siapa pun, baik laki-laki dewasa maupun usia remaja.

Adapun gejala dari kanker testis, yaitu skrotum yang terasa berat, sakit perut, panas di selangkangan, dada sakit, nyeri punggung, dan sebagainya.

Jika ingin sembuh dari kanker testis, pengidap dapat melakukan beberapa penanganan, antara lain operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

5. Hidrokel

Hidrokel adalah pembengkakan testis yang disebabkan oleh penumpukan cairan. Penyakit ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “sekantung air”.

Fenomena ini menggambarkan pembengkakan tanpa rasa sakit dari skrotum. Hidrokel terdiri atas alami dan sekunder. Hidrokel alami tampak sejak usia 2 tahun.

Sedangkan hidrokel sekunder kerap terjadi pada pria yang berusia lebih dari 40 tahun.

Pembentukan ini bisa menimbulkan rasa sakit sebagai dampak dari cedera, peradangan, atau infeksi. Satu-satunya gejala yang biasanya terkait dengan hidrokel adalah pembesaran skrotum.

Oleh karena itu, skrotum tampak lebih kecil saat berbaring dan membesar saat berdiri. Penderita kadang-kadang juga mengalami sensasi berat pada testis.

Ketika gejala ini mengganggu dan menyebabkan rasa sakit, dokter dapat melakukan pengeluaran cairan melalui prosedur yang disertai dengan pemberian anestesi lokal.

Baca Juga: Testis Besar Sebelah Bahaya atau Tidak? Berikut Penyebabnya

Cara Menjaga Testis agar Tidak Kena Penyakit

Menjaga testis tetap sehat adalah tindakan yang amat penting. Jika Anda ingin melindungi testis agar tidak kena penyakit dan tetap berfungsi sebagaimana mestinya, ada beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Hindari penggunaan celana jeans atau produk celana yang berbahan ketat lainnya.
  • Jika Anda gemar berolahraga, gunakan alat yang dapat melindungi skrotum dari cedera dan gesekan.
  • Perbanyak makanan yang mengandung antioksidan.
  • Perbanyak minum air mineral.

Setelah membaca artikel yang membahas penyakit yang menyerang testis, pastikan untuk selalu menjaga organ reproduksi Anda. Kalau membutuhkan bantuan medis, Anda bisa menghubungi kami melalui tautan ini terlebih dahulu.

Suka dengan artikel ini?

About the Author: Yusuf Shabran

Pemuda yang masih belajar menulis dan akan terus belajar hingga tinta menipis. Saat ini tengah mendalami konten-konten dan penulisan seputar kesehatan sebagai Content Writer Klinik Apollo.

Leave A Comment