Klinik Apollo – Apakah erosi serviks pada wanita berbahaya? Yuk, ketahui bahayanya erosi serviks yang terjadi pada wanita.

Erosi serviks adalah suatu kondisi di mana sel-sel di dalam serviks berkembang di luarnya dan membentuk bercak berwarna merah yang meradang.

Erosi serviks biasanya tidak menjadi masalah dalam kesehatan. Namun, karena tampilannya beberapa orang kemungkinan khawatir kondisi ini adalah kanker serviks tahap awal.

Sangat penting untuk memahami perbedaan antara kedua kondisi tersebut.

Berikut Klinik Apollo akan membahas mengenai bahaya erosi serviks pada wanita. Mari simak artikel di bawah ini.

Penyakit Erosi Serviks Pada Wanita

Bahaya Erosi Serviks Pada Wanita

Img: klinikapollojakarta.com

Erosi serviks adalah kondisi ginekologi umum yang tidak ada hubungannya dengan kanker serviks atau masalah kesehatan penyebab kanker.

Bagian luar serviks atau bagian vagina dan bagian dalam atau saluran serviks mengandung sel yang berbeda.

Dokter menyebut area di luar serviks adalah area sel kelenjar yang bersentuhan dengan sel epitel skuamosa sebagai zona transformasi.

Beberapa wanita dilahirkan dengan erosi serviks. Faktor-faktor berikut ini kemungkinan juga sangat berkontribusi, antara lain:

  • Perubahan hormonal, erosi serviks dapat terjadi karena fluktuasi kadar hormon. Ini paling sering terjadi pada orang yang berada dalam usia reproduksi. Seseorang yang telah mengalami menopause jarang mengalami erosi serviks.
  • Menggunakan pil kontrasepsi, menggunakan pil KB dapat mempengaruhi kadar hormon dan dapat menyebabkan erosi serviks.
  • Kehamilan, hamil juga dapat menyebabkan erosi serviks karena perubahan kadar hormon.
  • Usia, seorang remaja yang mengalami pubertas memiliki risiko lebih tinggi terkena erosi serviks.

Erosi serviks bukanlah kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak menyebabkan komplikasi medis.

Ini tidak memiliki hubungan dengan kanker dan tidak berbahaya bagi embrio atau wanita jika hamil.

Kondisi ini biasanya sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dan banyak orang bahkan kemungkinan tidak mengetahuinya saat memilikinya.

Jika gejalanya menjadi menyakitkan atau tidak nyaman, prosedur kauterisasi biasanya merupakan pengobatan yang paling efektif.

Siapa pun yang memiliki kekhawatiran mengenai nyeri serviks, pendarahan selama atau setelah berhubungan seksual atau keputihan yang tidak biasa, maka harus mempertimbangkan untuk mengkonsultasikannya dengan dokter.

Gejala dan Bahaya Erosi Serviks

Pada kebanyakan orang dengan erosi serviks tidak mengalami gejala. Namun, gejala utama erosi serviks adalah bercak berwarna merah yang meradang di leher serviks.

Gejala lain yang kemungkinan dialami seorang wanita meliputi:

  • Rasa sakit dan pendarahan selama berhubungan seksual atau setelah berhubungan seksual.
  • Rasa sakit selama pemeriksaan serviks atau setelah pemeriksaan serviks.
  • Keluarnya lendir yang ringan.
  • Bercak di antara periode.

Gejala dapat berkisar dari yang ringan hingga yang parah saat muncul. Sangat penting untuk diketahui bahwa erosi serviks bukan salah satu penyebab gejala ini.

Jika seorang wanita mulai mengalaminya, maka harus mengkonsultasikannya dengan dokter untuk menyingkirkan penyebab yang lebih serius.

Karena bisa menjadi bahaya erosi serviks yang dibiarkan dan tidak segera mendapatkan penanganan  yang tepat dan cepat.

Cara Mendiagnosis

Cara Mendiagnosis Erosi Serviks Pada Wanita

Img: Canva

Pada kebanyakan orang dengan erosi serviks tidak menyadari saat memilikinya. Biasanya dokter mendiagnosisnya selama pemeriksaan panggul secara rutin.

Dokter perlu menyingkirkan kanker serviks jika serviks seseorang terlihat lebih berwarna merah atau lebih meradang dari biasanya.

Dokter biasanya akan menyarankan beberapa tes sebagai berikut:

  • Tes Pap smear, ini melibatkan pengambilan sampel kecil sel dari serviks untuk tes human papilloma virus (HPV) dan perubahan sel kanker atau sel prakanker.
  • Kolposkopi, ini adalah saat dokter memeriksa serviks lebih dekat dengan pencahayaan yang terang dan alat pembesar.
  • Biopsi, ini adalah saat dokter mengambil sampel jaringan kecil dan analisis di laboratorium untuk tes sel kanker. Seseorang kemungkinan mengalami kram selama prosedur ini.

Apakah Bahaya Erosi Serviks Yang Tidak Diobati?

Erosi serviks bukanlah kondisi yang berbahaya dan biasanya tidak memerlukan pengobatan.

Dokter biasanya menyarankan bahawa erosi serviks tidak memerlukan pengobatan kecuali seseorang tersebut mengalami pendarahan secara terus menerus.

Jika seseorang mengalami gejala, seperti nyeri atau pendarahan, dokter kemungkinan merekomendasikan kauterisasi.

Ini adalah metode tanpa rasa sakit untuk menghilangkan sel-sel kelenjar di bagian luar serviks.

Sementara kauterisasi biasanya untuk mengatasi gejala erosi serviks, dokter kemungkinan perlu mengulangi prosedur ini jika gejalanya kambuh.

Terdapat 3 versi terapi kauterisasi yang berbeda, yaitu:

  • Diathermy, ini menggunakan panas untuk membakar area yang terkena.
  • Cryotherapy, ini menggunakan karbon dioksida yang sangat dingin untuk membekukan area yang terkena. Ini sebagai pengobatan yang aman dan efektif untuk seseorang dengan erosi serviks yang mengalami banyak keputihan.
  • Perak nitrat, ini adalah cara lain untuk membakar sel kelenjar.

Baca Juga: Terapi Erosi Serviks

Setelah pengobatan, dokter kemungkinan menyarankan agar seseorang menghindari beberapa aktifitas seksual dan menggunakan tampon hingga 4 minggu.

Setelah waktu ini, serviks seharusnya sudah sembuh. Siapapun yang mengalami salah satu dari berikut ini setelah pengobatan, maka harus kembali melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter, seperti di bawah ini:

  • Keputihan dengan bau yang tidak sedap.
  • Perdarahan yang lebih berat dari periode rata-rata.
  • Pendarahan berkelanjutan.

Gejala-gejala ini kemungkinan mengindikasikan infeksi atau kondisi lain yang mendasarinya, jadi setiap orang tidak boleh mengabaikannya.

Jika mengabaikannya, bahaya erosi serviks kemungkinan harus diwaspadai.

Segera Konsultasikan di Klinik Apollo

Bahaya Erosi Serviks Pada Wanita Klinik Apollo Jakarta

Img: klinikapollojakarta.com

Klinik Apollo adalah klinik kelamin terbaik di Jakarta, pasien akan langsung ditangani oleh dokter ahli dan staff medis yang handal dibidangnya.

Selain itu biaya pengobatan yang sangat terjangkau. Lokasi klinik yang sangat strategis yang berada di Jakarta, Indonesia.

Klinik Apollo sangat mengutamakan kepuasan dan kesembuhan setiap pasiennya dengan memprioritaskan pasiennya dalam setiap pengobatan dan pelayanannya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di nomor 0812-8580-4316.

Dan jika mempunyai pertanyaan lainnya seputar penyakit kelamin, Anda bisa menggunakan layanan konsultasi medis online secara gratis.

About the Author: Klinik Apollo

Klinik Apollo adalah klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terbaik dan terpercaya di Jakarta. Kami melayani dan menangani berbagai macam jenis penyakit mengenai masalah reproduksi.
Artikel Lainnya
Lihat Semua
  • Published On: Agustus 5th, 20224,2 min read

    Klinik Apollo – Bagaimana mengetahui masa inkubasi penyakit raja singa? Penyakit raja singa atau penyakit sipilis adalah infeksi menular seksual […]

  • Published On: Agustus 9th, 20223,8 min read

    Klinik Apollo – Penyakit klamidia disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Bakteri ini dapat menular ketika seseorang melakukan seks anal, oral, […]

  • Published On: Agustus 9th, 20223,2 min read

    Klinik Apollo – Ketahui, apakah balanitis menular? Gejala utama balanitis termasuk peradangan dan nyeri di kepala penis. Pengobatan seringkali termasuk […]

  • Published On: Agustus 23rd, 20224,8 min read

    Klinik Apollo – Penyakit kencing nanah bisa sembuh total? Simak cara penanganan yang tepat di bawah ini. Penyakit kencing nanah […]

Leave A Comment